JAKARTA, Baca dulu.id – Dua tahun terakhir Ikan tuna asal Sulawesi Tengah sukses menembus pasar ekspor.
Kesuksesan itu seiring dengan penerapan sertifikasi mutu berstandar global oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Melalui siaran pers KKP, Kamis 3 September 2026, sertifikasi itu menjamin pengelolaan tuna dari mulai penangkapan, cara penanganan di atas kapal, hingga pengolahan dilakukan sesuai prosedur sehingga mutu ikan terjaga.
Berdasarkan data KKP, volume ekspor ikan tuna dari Sulawesi Tengah sejak tahun 2025 menunjukkan konsistensi tahun 2025.
Ekspor tuna dari Sulawesi Tengah mencapai 68,86 ton senilai USD 468.871 (Rp 8,3 Milyar), sedangkan di tahun 2026 hingga Agustus telah mencapai 47,2 ton senilai USD 272.636 (4,8 Milyar).
Semua komoditas yang diekspor tersebut disertai dengan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang diterbitkan Badan Mutu KKP Palu.
“KKP hadir dan melaksanakan penjaminan mutu untuk memastikan proses sanitasi, hygiene dan aspek keamanan pangan diterapkan mulai di atas kapal sampai ke perusahaan pengolahan ikan,” tutur Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis 3 September 2026.
Saat ini Sulawesi Tengah konsisten melakukan ekspor tuna sirip kuning (Thunnus albacares) terutama ke Amerika Serikat dan Singapura.
Frekuensi ekspornya cukup menjanjikan yaitu 186 kali pengiriman (tahun 2025) dan pada tahun ini sampai Agustus saja sudah 159 kali (tahun 2026).
Kepala UPT Badan Mutu KKP Palu Roy Pahlevi menambahkan, keberhasilan Sulawesi Tengah dalam melakukan ekspor tuna ini juga berkat sinergi yang kuat antara KKP dengan pelaku usaha, dan Pemerintah Daerah.
“Kerja bersama KKP, Pemda Sulawesi tengah dan stakeholders terutama mulai dari pembinaan, pengawasan dan sertifikasi dilakukan sepanjang rantai proses. sementara pelaku usaha memastikan standar tersebut diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional sehari-hari, “ungkapnya.***







