Indonesia – Australia Akan Berkolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik di Pedesaan

Amril Agin
Amril Agin
Jumat, 04 September 2026 08:58 WIB

Bacadulu.id, Jakarta – Indonesian dan Australia berencana mengembangkan tekhnologi Recirculating Aquaculture System (RAS).

Melalui siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), RAS bertujuan mendukung program budidaya darat tematik.

Hal itu disejalankan dengan ratusan desa perikanan yang potensial di Indonesia.

“Saya sudah melihat langsung bagaimana sistem RAS ini berjalan di Tasmania untuk meningkatkan produktivitas perikanan budidaya di sana, “ujar Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Selasa 1 September 2026.

Di Indonesia, kata Menteri KKP telah siap mengembangkan 40.000 unit mini-RAS untuk diterapkan di ratusan desa di Indonesia.

Mini RAS merupakan sistem budidaya yang memungkinkan pengelolaan dan penggunaan kembali air dalam sistem produksi sehingga kondisi lingkungan pemeliharaan dapat dikendalikan secara lebih optimal.

Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi kegiatan budidaya.

Adapun komoditas perikanan budidaya tematik yang siap dikembangkan saat ini menggunakan teknologi mini RAS adalah nila dan lele.

Namun ke depan, KKP juga berencana mengembangkan budidaya perikanan untuk komoditas pangasius, barramundi, grouper, hingga jade perch.

Menteri Trenggono menambahkan, peningkatan kerja sama budidaya diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga untuk menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Harapan kami peningkatan kerja sama perikanan ini tidak sebatas investasi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas produksi, transfer teknologi, dan keberlanjutan ekosistem yang dibangun,” pungkas Menteri Trenggono.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier menyampaikan bahwa Australia memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi dan industri budidaya perikanan yang dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dengan Indonesia.

Pengalaman tersebut katanya termasuk dalam hal riset untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi dampak lingkungan.

“Kerja sama Indonesia dan Australia sangat penting. Semoga ke depannya Indonesia dan Australia dapat melihat kekuatan masing-masing agar dapat bersama-sama membangun serta menjaga ekosistem dan ketahanan pangan,” ujar Rod Brazier.***

 

Komentar