Pascablackout, Distribusi Air Batam Belum Pulih Total, Amsakar Minta Layanan Warga Diprioritaskan
- account_circle Melly
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Badan Pengusahaan Batam Amsakar Achmad meminta seluruh jajaran terkait terus memantau pemulihan pelayanan dasar di Batam, Rabu (14/10/2026).
Batam,
– Pemulihan pasokan listrik di Kota Batam belum sepenuhnya mengakhiri persoalan yang dihadapi masyarakat. Meski aliran listrik telah kembali normal, sebagian wilayah masih mengalami gangguan distribusi air bersih akibat dampak pemadaman massal atau blackout yang terjadi sejak Senin (12/10/2026).
Kondisi tersebut mendapat perhatian Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad. Ia meminta seluruh jajaran terkait terus memantau pemulihan pelayanan dasar agar masyarakat tidak terlalu lama menanggung dampak gangguan kelistrikan.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, pasokan listrik di Batam telah pulih sepenuhnya pada Selasa (13/10/2026). Namun, normalisasi sejumlah pelayanan yang bergantung pada listrik masih memerlukan waktu, terutama jaringan distribusi air bersih.
“Berdasarkan informasi terbaru yang kami terima, kondisi kelistrikan Batam sudah pulih 100 persen,” kata Amsakar.
Amsakar menegaskan, pemerintah tidak hanya berkepentingan memastikan listrik kembali menyala, tetapi juga menjamin kebutuhan masyarakat dan aktivitas perekonomian dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Menurutnya, gangguan yang terjadi telah berdampak pada berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, kegiatan perdagangan, industri, hingga pelayanan publik. Karena itu, proses pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh.
Berdasarkan data BP Batam hingga Rabu (14/10/2026) pukul 06.00 WIB, sekitar 80 hingga 85 persen area pelanggan telah kembali memperoleh aliran air dengan kondisi tekanan yang dilaporkan normal.
Artinya, masih terdapat sebagian wilayah pelanggan yang proses pemulihan distribusi airnya belum tuntas.
Untuk mengatasi kesulitan masyarakat, BP Batam menyiapkan sebanyak 319 perjalanan mobil tangki guna membantu penyaluran air bersih ke kawasan yang masih terdampak.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan pemulihan pasokan air tidak dapat berlangsung serentak meskipun operasional instalasi pengolahan telah kembali berjalan.
Menurutnya, jaringan perpipaan yang sempat mengalami gangguan membutuhkan waktu untuk kembali terisi hingga tekanan air mencapai kondisi stabil.
“Jaringan perpipaan membutuhkan waktu untuk kembali terisi hingga tekanan dan volume air stabil. Wilayah yang berada di ujung jaringan maupun kawasan dengan elevasi lebih tinggi berpotensi membutuhkan waktu lebih lama,” jelas Denny.
Ia menerangkan, kondisi tersebut menyebabkan proses pemulihan di setiap kawasan berlangsung dengan kecepatan berbeda. Pelanggan yang berada di daerah lebih tinggi maupun jauh dari pusat distribusi berpotensi mengalami keterlambatan aliran air.
Karena itu, BP Batam menyiapkan bantuan air menggunakan mobil tangki dengan memprioritaskan fasilitas kesehatan, rumah sakit, rumah ibadah, serta kawasan permukiman yang masih kesulitan memperoleh pasokan.
Pemulihan jaringan distribusi terus dilakukan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat kembali terpenuhi secara normal.
Dampak pemadaman listrik juga menjadi perhatian BP Batam karena menyangkut keberlangsungan kegiatan ekonomi di kawasan industri dan perdagangan.
Melalui Kedeputian Bidang Investasi, BP Batam melakukan pemantauan ke sejumlah kawasan industri, menemui investor, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meninjau fasilitas pelayanan publik.
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mengetahui langsung berbagai kendala yang dialami pelaku usaha selama gangguan listrik.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pemulihan kegiatan ekonomi dapat berjalan seiring dengan normalisasi infrastruktur dasar.
“Kami mengapresiasi kerja keras PLN Batam dalam mempercepat pemulihan. Dalam keadaan seperti ini, yang dibutuhkan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga kepedulian dan kebersamaan. BP Batam ingin hadir, mendengar, dan memastikan masyarakat serta pelaku usaha tidak menghadapi kesulitan ini sendirian,” ujar Fary.
Selain berkomunikasi dengan pelaku industri, BP Batam juga berkoordinasi dengan pengelola rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan penyedia layanan air minum untuk mengetahui kondisi pelayanan pascagangguan.
Pemantauan tersebut diperlukan mengingat kegiatan industri dan investasi di Batam sangat bergantung pada keandalan infrastruktur, terutama listrik dan air bersih.
Gangguan pasokan energi berpotensi menghambat proses produksi, meningkatkan biaya operasional, serta mengganggu aktivitas usaha apabila tidak segera ditangani.
Amsakar mengungkapkan, sejak hari pertama gangguan terjadi, dirinya telah meminta jajaran BP Batam dan Pemerintah Kota Batam melakukan pemantauan langsung sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Langkah itu bertujuan memastikan berbagai persoalan yang muncul akibat pemadaman dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
“Sejak hari pertama berdampak, saya meminta seluruh jajaran baik di BP Batam maupun di Pemko Batam sesuai dengan tusinya agar turun dan mengecek setiap layanan dasar, masyarakat hingga dunia usaha. Pelayanan air terus kami monitor dan berangsur pulih,” tegasnya.
Selain distribusi air bersih, perhatian pemerintah juga diarahkan pada keberlangsungan pelayanan rumah sakit, operasional pelabuhan dan bandara, serta aktivitas usaha masyarakat.
Amsakar menilai gangguan kelistrikan yang terjadi harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama dalam memperkuat kesiapan infrastruktur dan koordinasi antarlembaga ketika menghadapi keadaan darurat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas PLN Batam dan pihak terkait yang telah bekerja melakukan pemulihan pasokan listrik.
“Kami memahami seluruh lapisan masyarakat merasakan langsung dampak gangguan ini. Karena itu, sejak awal kami terus berkoordinasi dengan PLN Batam dan seluruh pihak terkait agar penanganan berjalan cepat dan langkah-langkah yang diperlukan segera dilakukan. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat,” ujarnya.
Menurut Amsakar, upaya perbaikan tidak boleh berhenti setelah kondisi kelistrikan kembali normal. Pemerintah harus memastikan pelayanan dasar yang sempat terganggu dapat pulih secara berkelanjutan.
Ia berharap pengalaman blackout menjadi momentum untuk meningkatkan keandalan sistem pelayanan publik sekaligus memperkuat kesiapan Batam sebagai kawasan industri dan investasi.
“Mari kita hargai upaya dan kerja keras semua pihak, sekaligus menjadikan kejadian ini sebagai momentum untuk berbenah dan memperbaiki pelayanan ke depan. Pemerintah akan terus mengawal prosesnya,” kata Amsakar.
Ia turut mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjaga situasi Batam kondusif selama proses pemulihan layanan yang terdampak masih berlangsung.
- Penulis: Melly

Jadikan





Saat ini belum ada komentar