167 Titik Banjir Batam Masuk Prioritas, Bengkong Swadebi Disiapkan Kolam Retensi dan Rumah Pompa
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad memimpin rapat percepatan penanganan banjir di Kantor Pemerintah Kota Batam, Kamis (01/10/2026).
Batam,
— Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam memetakan 167 titik rawan banjir untuk ditangani secara bertahap melalui program tahun anggaran 2026 dan 2027.
Penanganan tidak hanya diarahkan pada perbaikan drainase, tetapi juga disesuaikan dengan karakter persoalan di setiap kawasan. Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah Bengkong Indah Swadebi, yang disiapkan dengan skema penanganan lebih menyeluruh.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan persoalan banjir harus ditangani berdasarkan kondisi lapangan dan tidak berhenti pada pekerjaan yang bersifat sementara.
“Kami betul-betul memberikan atensi terhadap persoalan banjir. Penanganannya harus konkret dan terukur sehingga penyelesaiannya secara menyeluruh,” ujar Amsakar saat memimpin rapat percepatan penanganan banjir di Kantor Pemerintah Kota Batam, Kamis (1/10/2026).
Sejumlah pekerjaan penanganan banjir yang telah berjalan kini memasuki progres sekitar 60 persen dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Pekerjaan tersebut berada di empat kawasan, yakni Simpang Kepri Mall, Sei Beduk, Jalan R. Suprapto kawasan Sawang Permai Batu Aji, serta kawasan Makam Pahlawan–RS Graha Hermine Batu Aji.
Amsakar menyebut pekerjaan di lokasi tersebut mulai menunjukkan hasil. Salah satu indikatornya terlihat saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Batam pada 22 September lalu selama kurang lebih dua jam.
Menurutnya, sejumlah kawasan yang sebelumnya menjadi perhatian tidak mengalami luapan seperti yang dikhawatirkan.
“Ini menunjukkan pekerjaan yang kita lakukan mulai memberikan dampak. Tetapi pekerjaan harus tetap dituntaskan dan titik-titik lainnya juga harus terus ditangani,” katanya.
Untuk Bengkong Indah Swadebi, Pemko Batam dan BP Batam menyiapkan tiga pekerjaan utama sebagai bagian dari penanganan pada 2027.
Ketiganya meliputi pembangunan kolam retensi di Cahaya Garden, dua segmen kanal banjir, serta rumah pompa di bagian hilir Bengkong.
Amsakar meminta perangkat teknis Pemko Batam dan BP Batam menyusun perencanaan secara matang agar ketiga infrastruktur tersebut dapat bekerja sebagai satu kesatuan dalam mengendalikan aliran air.
“Untuk Bengkong, kita siapkan penanganannya secara lebih menyeluruh. Saya minta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air bersinergi dengan Deputi Infrastruktur BP Batam menyiapkan ini dengan baik dan matang,” ujarnya.
Menurut Amsakar, kombinasi kolam retensi, kanal banjir dan rumah pompa diharapkan dapat mengurangi persoalan genangan di kawasan tersebut.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan penanganan 167 titik tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan dan kondisi masing-masing lokasi.
Menurutnya, pekerjaan yang telah selesai maupun sedang berjalan perlu dievaluasi untuk melihat dampak nyata di lapangan.
“Kami ingin penanganan ini dilakukan secara bertahap tetapi konsisten. Apa yang sudah dikerjakan harus dievaluasi dampaknya, sementara titik lain yang membutuhkan penanganan harus segera ditindaklanjuti,” ujar Li Claudia.
Ia meminta perangkat di tingkat kecamatan dan kelurahan aktif menyampaikan informasi apabila menemukan titik banjir baru maupun kawasan yang membutuhkan penanganan lebih mendesak.
Li Claudia juga menekankan bahwa persoalan banjir tidak seluruhnya dapat diselesaikan melalui pembangunan infrastruktur. Perawatan saluran air dan perilaku masyarakat turut menentukan fungsi sistem drainase.
Masyarakat diminta tidak membuang sampah ke saluran serta segera melaporkan apabila menemukan drainase tersumbat atau kondisi lain yang berpotensi menyebabkan genangan.
“Dukungan masyarakat sangat penting untuk menjaga drainase dan lingkungan, agar upaya yang dilakukan dapat memberikan hasil maksimal,” katanya.
Dengan pemetaan titik rawan dan pembagian penanganan antara Pemko Batam serta BP Batam, pemerintah menargetkan persoalan banjir dapat ditangani secara lebih terukur. Bengkong Swadebi menjadi salah satu kawasan yang disiapkan dengan kombinasi kolam retensi, kanal banjir dan rumah pompa pada 2027.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan




Saat ini belum ada komentar