Indeks Kualitas Udara Bintan Menurun, Kabut Asap Berangsur Mereda
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tangkapan layar dashboard pemantauan kualitas udara untuk Pulau Bintan.
TANJUNGPINANG,
— Kualitas udara di Pulau Bintan menunjukkan perbaikan dibandingkan kondisi beberapa pekan sebelumnya. Meski demikian, kabut asap masih terpantau di sejumlah wilayah, sehingga masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah.
Berdasarkan pengecekan dashboard BacaDulu Udara pada 28 Oktober 2026 pukul 08.30 WIB, indeks kualitas udara tercatat 78 di Tanjungpinang, 66 di Tanjung Uban, dan 86 di Kijang. Ketiganya berada pada kategori Sedang. Angka tersebut menggambarkan kondisi pada waktu pengecekan dan tidak dengan sendirinya menunjukkan tren penurunan dari hari-hari sebelumnya.
Kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kepri sejak 26 September dan masih terpantau di Tanjungpinang serta Bintan pada akhir bulan itu. Pada pertengahan Oktober, kondisi udara sempat memburuk. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Muhammad Fadris Dwiandoko, menyebut konsentrasi partikulat sempat masuk kategori sangat tidak sehat dan jarak pandang turun ke kisaran 1.500–2.500 meter. Sehari berikutnya, konsentrasi tercatat menurun, tetapi kualitas udara masih dalam kategori tidak sehat.
“Ada indikasi intensitas asap mereda pada tanggal 16 hingga 17 Oktober, namun berpotensi kembali menebal.” ujar Fadris.
Pada 23 Oktober, kabut asap dilaporkan menipis dalam dua hari sebelumnya dan kualitas udara disebut membaik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Namun, jarak pandang di Tanjungpinang pada sore hari masih berada di kisaran 4–5 kilometer, dan sebaran asap tetap terpantau di Pulau Bintan.
Perkembangan yang lebih baik juga disampaikan Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Robbi A. Anugrah, pada 27 Oktober. “Kualitas udara di wilayah Pulau Bintan saat ini sudah lebih baik dari kondisi sebelumnya,” ujarnya.
Pada pemantauan yang sama, BMKG melaporkan masih ada indikasi kiriman asap dari Kalimantan, terutama di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan. Jarak pandang mendatar di Bandara Raja Haji Fisabilillah tercatat sekitar 10 kilometer pada pukul 16.00 WIB.
Robbi juga mengingatkan bahwa hujan tidak bisa dijadikan satu-satunya tanda bahwa sebaran asap berkurang. Kondisi itu masih dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan di wilayah sumber serta arah pergerakan angin. Karena itu, warga perlu tetap waspada meskipun beberapa indikator menunjukkan perbaikan.
Pada pantauan BacaDulu Udara tanggal 28 Oktober, seluruh titik yang ditampilkan berada pada kategori Sedang. Dashboard juga menyarankan orang yang sangat sensitif untuk mempertimbangkan pengurangan aktivitas berat di luar ruang. Informasi ini dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan warga, sambil tetap mengikuti arahan BMKG dan instansi kesehatan.
BacaDulu Udara dapat diakses melalui alamat https://udara.bacadulu.id. Di bagian akhir pemantauan, dashboard tersebut menampilkan indeks untuk beberapa wilayah Pulau Bintan dalam satu layanan. Informasinya berbasis model atmosfer Open-Meteo dan diperbarui secara otomatis, sehingga warga dapat melihat gambaran kualitas udara tanpa harus menunggu rangkuman berkala.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar