Bintan Terang Didorong, Pemkab Sinkronkan Usulan Listrik Desa Bersama PLN
- account_circle Redaksi
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris Daerah Bintan Ronny Kartika menyampaikan usulan pemerataan akses listrik untuk wilayah perdesaan di Kantor PLN Batam, Selasa (29/09/2026).
Bintan,
— Pemerintah Kabupaten Bintan mempercepat pemerataan akses listrik bagi masyarakat, terutama di wilayah perdesaan yang belum menikmati layanan listrik secara penuh.
Langkah tersebut dilakukan melalui sinkronisasi usulan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) bersama PT PLN (Persero) dan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM. Pertemuan berlangsung di Kantor PLN Batam, Selasa (29/9/2026).
Mewakili Bupati Bintan Roby Kurniawan, Sekretaris Daerah Bintan Ronny Kartika mengatakan pemerintah daerah telah menghimpun sejumlah wilayah yang membutuhkan peningkatan akses kelistrikan.
Usulan tersebut dipetakan ke dalam dua kategori, yakni wilayah yang belum teraliri listrik dan kawasan yang sudah mendapatkan listrik tetapi belum tersedia selama 24 jam.
Ronny mengatakan langkah tersebut sejalan dengan gagasan “Bintan Terang”, yang diarahkan untuk memastikan akses listrik semakin merata hingga ke wilayah perdesaan.
“Sesuai dengan semangat Bapak Bupati yang sering menyebutkan Bintan Terang, sebagai turunan dari cita-cita Bapak Presiden untuk mewujudkan Indonesia Terang, kami berharap semua usulan dan upaya ini bisa bersama kita realisasikan di lapangan,” ujar Ronny.
Pemkab Bintan menyatakan siap mendukung proses pemutakhiran dan validasi data lokasi yang membutuhkan akses listrik.
Dukungan tersebut mencakup fasilitasi lahan, perizinan hingga koordinasi dengan perangkat daerah dan pemerintah desa.
Menurut Ronny, akurasi data menjadi bagian penting dalam perencanaan agar pembangunan jaringan maupun sumber listrik benar-benar menyasar wilayah yang membutuhkan dan tidak terjadi tumpang tindih program.
“Kita siap berkolaborasi bersama Pemerintah Pusat dan PLN untuk memastikan usulan-usulan lokasi yang disampaikan memang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kondisi nyata di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Eri Nurcahyanto, menjelaskan penyediaan listrik dapat menggunakan skema berbeda sesuai karakteristik dan kondisi geografis setiap wilayah.
Untuk kawasan yang berada dekat dengan jaringan PLN, pemenuhan kebutuhan listrik dapat dilakukan melalui perluasan jaringan distribusi.
Sedangkan wilayah yang lokasinya jauh dari jaringan utama dapat menggunakan alternatif pembangkit, seperti PLTS komunal maupun PLTS individual.
Pemkab Bintan berharap sinkronisasi bersama PLN dan pemerintah pusat tersebut dapat mempercepat realisasi kebutuhan listrik masyarakat, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok wilayah Bintan.
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan




Saat ini belum ada komentar