Wagub Nyanyang Dorong Petani Kepri Tingkatkan Produksi Pangan, Teknologi Pertanian Mulai Diterapkan di Bintan
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengikuti kegiatan tanam padi bersama menggunakan sistem PM‑AAS di lahan Kelompok Tani Poyotomo Makmur, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Jumat (16/10/2026). (Foto: Basok/BacaDulu.id)
Bintan,
– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendorong peningkatan produksi pangan lokal melalui pemanfaatan teknologi pertanian. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan lahan produksi dan distribusi hasil pertanian.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan inovasi pertanian harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti kegiatan tanam padi bersama menggunakan sistem PM-AAS di lahan Kelompok Tani Poyotomo Makmur, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 tersebut mengusung tema Berinovasi Hari Ini, Memberi Makan Masa Depan.
Menurut Nyanyang, karakteristik Kepulauan Riau sebagai daerah kepulauan menuntut pengembangan pertanian yang disesuaikan dengan kondisi lahan, iklim, ketersediaan air, dan kebutuhan petani di masing-masing wilayah.
Karena itu, penerapan teknologi tidak cukup hanya diperkenalkan melalui kegiatan percontohan, tetapi harus mampu meningkatkan hasil pertanian dan memberikan keuntungan ekonomi bagi petani.
“Teknologi harus benar-benar memberi manfaat bagi petani. Karena itu, penerapannya perlu didukung pengelolaan air dan tanah yang baik, penggunaan benih bermutu, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama yang tepat,” ujar Nyanyang.
Ia menegaskan, modernisasi pertanian perlu dibarengi pendampingan teknis agar petani dapat memahami metode yang digunakan dan menerapkannya secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Kelompok Tani Poyotomo Makmur mulai menerapkan sistem PM-AAS sebagai bagian dari pengembangan metode pertanian di Kabupaten Bintan.
Nyanyang berharap kegiatan tanam padi bersama tidak berhenti pada seremoni peringatan Hari Pangan Sedunia, melainkan menjadi sarana pembelajaran untuk mengetahui efektivitas penerapan teknologi di lapangan.
Menurutnya, hasil penggunaan sistem tersebut perlu dipantau dan dievaluasi, mulai dari pertumbuhan tanaman, pemanfaatan sarana produksi, hingga hasil panen yang diperoleh petani.
Evaluasi juga harus memperhatikan biaya produksi dan pengaruhnya terhadap pendapatan petani agar penerapan teknologi benar-benar memberikan manfaat ekonomi.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pertanian modern tidak semata-mata ditentukan oleh penggunaan teknologi, tetapi juga kemampuan petani mengelola usaha tani secara efisien.
Karena itu, hasil penerapan sistem PM-AAS di Bintan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan metode budidaya pada musim tanam berikutnya.
Selain kegiatan penanaman padi, Pemerintah Provinsi Kepri juga merencanakan penyerahan bantuan sarana produksi pertanian kepada sebelas kelompok tani.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sembilan kelompok tani komoditas cabai dan dua kelompok tani komoditas padi.
Nyanyang berharap dukungan sarana produksi dapat dimanfaatkan secara tepat untuk meningkatkan hasil pertanian, bukan sekadar menjadi bantuan rutin yang tidak memberikan dampak terhadap produktivitas.
Ia juga meminta perangkat daerah bersama penyuluh pertanian dan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau memperkuat pendampingan kepada petani.
Pendampingan tersebut meliputi persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama, hingga proses panen dan pemasaran hasil produksi.
Menurutnya, peningkatan produksi pangan harus berjalan beriringan dengan penguatan akses pasar agar hasil pertanian dapat memberikan pendapatan yang lebih baik bagi masyarakat.
“Keberhasilan ketahanan pangan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari meningkatnya produksi, membaiknya pendapatan petani, terjaganya lingkungan, dan semakin kuatnya kemandirian pangan daerah,” tegas Nyanyang.
Nyanyang menilai penguatan ketahanan pangan membutuhkan kerja sama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, penyuluh pertanian, dunia usaha, serta kelompok tani.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menjawab tantangan sektor pertanian di Kepri, termasuk peningkatan produktivitas lahan dan keberlanjutan pemasaran hasil panen.
Dalam keterangannya, Nyanyang juga menekankan pentingnya inovasi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan petani, bukan teknologi yang sulit dijangkau atau tidak sesuai dengan kondisi wilayah.
Pemerintah daerah berharap pengembangan pertanian berbasis teknologi mampu memperkuat pasokan pangan lokal dan mengurangi kerentanan terhadap gangguan distribusi maupun gejolak harga komoditas.
Peringatan Hari Pangan Sedunia di Bintan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, BRMP Kepulauan Riau, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), penyuluh pertanian, serta kelompok tani.
Melalui sinergi tersebut, Pemprov Kepri berharap pengembangan pertanian tidak hanya menghasilkan peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi petani.
Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah diharapkan terus berlanjut melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas petani, dan pengelolaan pertanian yang lebih produktif serta berkelanjutan.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar