Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Hukum & Kriminal » Longboat Diduga Menuju PNG Buang Barang ke Laut, Petugas Temukan 200 Butir Amunisi

Longboat Diduga Menuju PNG Buang Barang ke Laut, Petugas Temukan 200 Butir Amunisi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, – Sebanyak 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter ditemukan dalam operasi pengawasan di perairan Jayapura. Barang tersebut ditemukan setelah petugas mencurigai sebuah longboat yang diduga membawa barang ilegal menuju Papua Nugini (PNG).

Kasus itu kini didalami Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua untuk mengungkap asal, tujuan hingga pihak yang diduga terlibat dalam pengiriman amunisi.

Temuan bermula dari informasi masyarakat mengenai keberadaan longboat yang diduga membawa barang ilegal menuju PNG.

Pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 22.36 WIT, petugas Bea Cukai menemukan longboat dengan ciri-ciri yang sesuai informasi tersebut.

Namun saat hendak dilakukan pemeriksaan, awak kapal disebut berusaha menghindari petugas. Sejumlah barang juga dibuang ke laut.

Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan tiga koli barang. Setelah diperiksa, barang tersebut berisi 34 slop atau 340 bungkus hasil tembakau tanpa pita cukai serta 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Jayapura Fungki Awaludin mengatakan penanganan barang temuan selanjutnya dibagi berdasarkan kewenangan masing-masing instansi.

“Untuk rokok ilegal menjadi kewenangan kami, sedangkan amunisi kami serahkan kepada Polda Papua melalui Ditreskrimum untuk ditindaklanjuti,” ujar Fungki, Selasa (6/10/2026).

Bea Cukai kemudian menyerahkan satu tas kulit berwarna hitam beserta 200 butir amunisi tersebut kepada personel Subsatgas Investigasi Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama penyidik Ditreskrimum Polda Papua pada Senin (5/10/2026).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan penyelidikan kini diarahkan untuk mengetahui siapa yang mengirim amunisi tersebut, asal barang hingga tujuan akhirnya.

Penyidik juga akan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengidentifikasi sarana angkut yang digunakan.

“Terkait penyerahan barang bukti amunisi sebanyak 200 butir, kami akan dalami lebih fokus dan lebih konsentrasi terkait siapa yang mengirim barang, dari mana asalnya, dan ke mana tujuannya. Kami juga akan mengambil keterangan dari beberapa saksi guna membantu mengidentifikasi alat angkut yang digunakan,” kata Yusuf.

Identitas awak longboat serta pihak yang membawa, menerima maupun menguasai amunisi tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan penyidik juga akan menelusuri kemungkinan adanya rangkaian distribusi di balik temuan tersebut.

“Barang bukti ini akan terus didalami bersama penyidik untuk mengetahui asal-usul, jalur peredaran, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan, pengangkutan maupun penguasaan amunisi tersebut. Setiap informasi dan temuan akan ditindaklanjuti secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Faizal, penyelidikan tidak berhenti pada penanganan barang bukti. Aparat berupaya mengungkap jalur peredaran serta pihak-pihak yang mungkin terlibat di balik pengiriman amunisi itu.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Adarma Sinaga meminta masyarakat tidak terlibat dalam penyimpanan, pengangkutan maupun peredaran amunisi secara ilegal.

Masyarakat juga diminta melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran amunisi.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan penyimpanan, pengangkutan atau peredaran amunisi secara ilegal, segera sampaikan kepada aparat keamanan,” kata Adarma.

Hingga kini, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dan Ditreskrimum Polda Papua masih mendalami temuan tersebut.

Penyelidikan diarahkan untuk mengungkap asal-usul 200 butir amunisi, jalur distribusi, pihak yang membawa atau menguasainya, serta kemungkinan keterkaitannya dengan jaringan tertentu.

Penulis

Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less