Iskandarsyah: Pers Harus Independen, Kritik Pemerintah Perlu Data dan Fakta
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Karimun Ing Iskandarsyah menegaskan pentingnya independensi pers setelah menghadiri Rakernas III Pro Jurnalismedia Siber dan pelantikan DPP PJS di Asrama Haji Batam, Rabu (04/11/2026).
BATAM,
— Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menegaskan bahwa independensi pers harus tetap terjaga, termasuk ketika mengkritik pemerintah. Namun, kritik perlu disampaikan dengan argumentasi yang jelas serta ditopang data dan fakta agar memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikannya seusai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS) sekaligus pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJS di Asrama Haji Batam, Rabu (4/11/2026).
“Kritik boleh, tetapi juga memerlukan argumentasi, data, dan fakta,” ujar Iskandarsyah.
Menurutnya, kebebasan pers memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan kebijakan publik. Karena itu, upaya menjaga kualitas pemberitaan harus berjalan seiring dengan penguatan kebebasan wartawan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Iskandarsyah juga mengingatkan pentingnya menjaga konteks ketika mengolah pernyataan narasumber menjadi berita. Pidato atau penjelasan yang panjang perlu dipahami secara menyeluruh agar penggalan kalimat yang dipilih tidak mengubah maksud pembicara.
Hal tersebut menjadi perhatiannya saat menanggapi pesan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang membuka Rakernas sekaligus melantik pengurus DPP PJS.
Bagi Iskandarsyah, informasi yang utuh membantu pembaca memahami duduk persoalan secara jernih. Ketelitian dalam memeriksa fakta dan memahami konteks merupakan tanggung jawab yang melekat pada pekerjaan jurnalistik.
Ia menyambut baik berkumpulnya wartawan dari berbagai daerah dalam Rakernas III PJS. Pertemuan tersebut dinilainya dapat menjadi ruang bertukar pengalaman dan membahas tantangan yang dihadapi jurnalis, khususnya di tengah perkembangan media siber.
Iskandarsyah berharap agenda organisasi dan pelatihan yang disiapkan selama kegiatan dapat memberikan bekal praktis bagi peserta. Peningkatan kompetensi diperlukan agar wartawan semakin terampil menggali informasi, memverifikasi keterangan, dan menyajikan berita yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kemampuan tersebut, menurutnya, menjadi dasar bagi pers untuk membangun iklim informasi yang sehat tanpa kehilangan sikap kritis dan independensinya.
Rakernas III PJS berlangsung pada 4–5 November 2026 dengan tema “Pers Kompeten, Indonesia Paten. Pers Berintegritas, Indonesia Berkelas.” Selain membahas penguatan organisasi, forum ini menjadi sarana meningkatkan profesionalisme jurnalis media siber dari berbagai wilayah Indonesia.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar