Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Kepulauan Riau » Batam » Amsakar Siapkan Transportasi Darat dan Laut untuk Perkuat Akses ke Rempang Eco City

Amsakar Siapkan Transportasi Darat dan Laut untuk Perkuat Akses ke Rempang Eco City

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Batam, – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian Transmigrasi memperkuat koordinasi dalam penataan dan pengembangan kawasan Rempang Eco City. Penguatan tersebut mencakup pemanfaatan hasil kajian akademik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penghijauan, hingga peningkatan akses transportasi menuju kawasan Tanjung Banon.

Komitmen itu mengemuka dalam Festival Transmigrasi 2026 yang digelar di kawasan Rempang Eco City, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi RI tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi kawasan sekaligus membahas arah pengembangannya ke depan.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan rekomendasi yang dihasilkan melalui kajian akademik akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah bersama kementerian dan lembaga terkait dalam mendukung penataan Rempang Eco City.

Menurutnya, sejumlah program telah berjalan, termasuk penghijauan melalui pembangunan taman dan pemberdayaan ekonomi warga pesisir melalui bantuan bibit untuk kegiatan budidaya bahari bagi nelayan setempat.

“Dari rekomendasi yang disampaikan ada yang sedang berjalan, yakni proses penghijauan dengan pembangunan taman dan pemberdayaan ekonomi warga melalui bantuan bibit budidaya bahari untuk para nelayan setempat,” jelas Amsakar.

Selain pengembangan lingkungan dan ekonomi masyarakat, pemerintah juga menyiapkan dukungan transportasi untuk mempermudah mobilitas menuju kawasan tersebut. Untuk jalur darat, layanan yang disiapkan meliputi Trans Batam dan bus DAMRI. Sementara akses laut akan didukung Kapal Sri Bulang, Kapal Sri Galang, dan Kapal Sri Toda.

Penyediaan sarana transportasi tersebut diharapkan mempermudah perjalanan masyarakat menuju Tanjung Banon, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi di kawasan transmigrasi.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan semaksimal mungkin sarana dan prasarana yang telah diupayakan pemerintah, untuk kemajuan wilayah transmigrasi Rempang Eco City,” ujar Amsakar.

Festival Transmigrasi 2026 juga menjadi momentum pemaparan rekomendasi hasil Summer Course 2026, program pembelajaran lapangan yang melibatkan 20 mahasiswa dari Technical University of Munich (TUM) bersama Universitas Diponegoro. Program tersebut berlangsung pada 1–10 Oktober 2026 dengan fokus pada penataan kawasan transmigrasi Rempang Eco City.

Sejumlah rekomendasi yang dihasilkan mencakup pengembangan infrastruktur inovatif, pembentukan skill hub atau pusat peningkatan keterampilan, pengembangan agroforestri, serta penguatan ekowisata.

Menteri Transmigrasi RI, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyatakan rekomendasi tersebut akan ditindaklanjuti untuk mendukung kemandirian masyarakat transmigran dalam mengelola sumber daya alam dan mengembangkan kapasitas sumber daya manusia.

“Rekomendasi yang sudah diberikan akan segera kami implementasikan agar masyarakat transmigran dapat mandiri dalam pemanfaatan sumber daya alam dan manusianya,” ujar Iftitah.

Menurutnya, pengembangan kawasan transmigrasi perlu diarahkan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mampu mengelola potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan.

Festival yang dibuka langsung oleh Menteri Transmigrasi tersebut diisi dengan doa bersama, tausiyah, pertunjukan seni budaya, serta pameran produk unggulan kawasan transmigrasi.

Ustaz Das’ad Latif menyampaikan tausiyah dalam kegiatan tersebut, sementara kelompok seni Lebah Begantong turut memeriahkan acara. Pengunjung juga dapat melihat pameran edukatif mengenai kawasan transmigrasi dan produk lokal, termasuk kerajinan serta kuliner dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi Edy Gunawan, Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam Alexander Zulkarnain, Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro Wijayanto, Ph.D., Direktur Technical University of Munich Prof. Walter Timo De Vries, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Batam.

Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, pengembangan Rempang Eco City diharapkan dapat berjalan dengan memperhatikan potensi kawasan, peningkatan keterampilan warga, pemberdayaan ekonomi, dan kelestarian lingkungan.

Penulis

Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less