Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Kepulauan Riau » Batam » TMA Waduk Nongsa Tinggal 5,5 Meter, BP Batam Kejar Tambahan Air dari Kebun Raya

TMA Waduk Nongsa Tinggal 5,5 Meter, BP Batam Kejar Tambahan Air dari Kebun Raya

  • account_circle Melly
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Batam, BacaDulu id — Cadangan air baku di Waduk Nongsa, Batam, terus menjadi perhatian setelah tinggi muka air (TMA) turun hingga sekitar 5,5 meter di atas permukaan laut.

Angka tersebut berada sekitar 4,5 meter di bawah kondisi normal yang rata-rata mencapai 10 meter. Dalam kondisi puncak, TMA Waduk Nongsa bahkan dapat mencapai sekitar 12,7 meter.

Kondisi itu mendorong Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menyiapkan langkah teknis untuk menambah debit air sekaligus menjaga suplai kepada masyarakat di kawasan Nongsa.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad turun langsung meninjau Waduk Nongsa pada Senin (5/10/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan sejumlah pekerjaan teknis dipercepat untuk merespons gangguan pelayanan air yang dirasakan warga.

“Hari ini saya turun langsung agar persoalan air bagi masyarakat Nongsa bisa diatasi dengan cepat. Beberapa langkah teknis juga sudah dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,” tegas Amsakar.

Salah satu langkah yang disiapkan BP Batam adalah memanfaatkan air dari embung di kawasan Kebun Raya Nongsa.

Air dari embung tersebut akan dialirkan menuju Waduk Nongsa melalui sistem pipa interkoneksi. Tambahan debit itu diharapkan dapat membantu menaikkan kembali permukaan air waduk secara bertahap.

Amsakar mengatakan target awalnya adalah mendorong kenaikan TMA sekitar satu hingga dua meter.

“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter,” ujarnya.

Selain jalur dari embung, BP Batam juga mengerjakan penyambungan pipa berdiameter 250 milimeter dan 300 milimeter.

Sistem tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas booster sehingga tekanan air yang didorong menuju kawasan pelayanan masyarakat dapat lebih optimal.

“Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat,” kata Amsakar.

Menurut Amsakar, persoalan distribusi air yang terjadi di kawasan Nongsa tidak dapat dilepaskan dari kondisi sumber air baku.

Rendahnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir membuat debit air yang masuk ke waduk berkurang. Ketika cadangan air baku turun, kemampuan sistem untuk menopang kebutuhan distribusi masyarakat ikut terdampak.

Karena itu, BP Batam tidak hanya mengandalkan perbaikan jaringan distribusi, tetapi juga berupaya menambah sumber air yang dapat masuk ke sistem Waduk Nongsa.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya teknis jangka pendek untuk mengurangi tekanan terhadap pelayanan air masyarakat.

Selain pekerjaan teknis, Amsakar mengajak masyarakat melakukan ikhtiar spiritual melalui salat istisqa, terutama karena persoalan sumber air juga sangat bergantung pada turunnya hujan.

Menurutnya, upaya penanganan harus dilakukan dari berbagai sisi, baik melalui pekerjaan teknis maupun doa.

“Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi,” tutup Amsakar.

BP Batam berharap tambahan debit dari embung serta penguatan jaringan interkoneksi dapat membantu memperbaiki kondisi Waduk Nongsa dan secara bertahap mendukung pemulihan pelayanan air bagi masyarakat.

  • Penulis: Melly

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertemuan Meutya Hafid dengan eksekutif Meta di New York

    Menkomdigi Desak Meta Perketat Perlindungan Anak di Ruang Digital

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    New York, – Pemerintah Indonesia meminta Meta memperkuat langkah perlindungan anak di ruang digital dan memastikan penerapan aturan nasional tidak berhenti pada kebijakan di atas kertas. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan tuntutan tersebut saat bertemu Vice President & Head of Global Public Policy Meta, Kevin J. Martin, serta VP & Global Head […]

  • Kenapa Kepri Tetap Ngotot Soal Labuh Jangkar

    Kenapa Kepri Tetap Ngotot Soal Labuh Jangkar

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Suyono Saeran
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Ada ironi yang terus berulang di Kepulauan Riau. Provinsi yang sekitar 96 persen wilayahnya berupa laut, yang berada di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, dan yang lautnya menjadi ruang hidup sekaligus ruang ekonomi ini, justru masih harus berjuang panjang untuk mendapatkan manfaat fiskal yang lebih besar dari aktivitas kemaritiman di wilayahnya sendiri. Salah […]

  • Tim SAR Sisir Selat Sunda Lewat Laut dan Udara

    Tim SAR Sisir Selat Sunda Lewat Laut dan Udara

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pandeglang, – Operasi pencarian delapan orang yang masih dinyatakan dalam pencarian setelah speedboat yang mereka tumpangi hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus diperluas. Memasuki hari keempat, Jumat (11/9/2026), Tim SAR Gabungan mengerahkan kekuatan melalui jalur laut dan udara. Penyisiran dilakukan dengan membagi wilayah operasi ke dalam sejumlah sektor, termasuk kawasan sekitar […]

  • Kapal kayu di pelabuhan Tanjung Sengkuang Batam, dugaan penyelundupan barang

    Jalur Laut Tanjung Sengkuang Disorot, Pengawasan Bea Cukai Dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, – Dugaan aktivitas pemindahan barang melalui jalur laut di kawasan pesisir Tanjung Sengkuang, Batam, kembali menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pengawasan barang yang keluar dari kawasan Free Trade Zone (FTZ). Persoalannya bukan karena soal ada atau tidaknya kapal kayu yang keluar-masuk kawasan pesisir. Pertanyaannya, siapa yang mengawasi barang tersebut, bagaimana status kepabeanannya, serta ke […]

  • Gelar Operasional di Bintan, Kapolda Kepri Minta Jajaran Perkuat Deteksi Dini dan Jaga Iklim Investasi

    Gelar Operasional di Bintan, Kapolda Kepri Minta Jajaran Perkuat Deteksi Dini dan Jaga Iklim Investasi

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol Asep Safrudin meminta seluruh jajaran memperkuat kemampuan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Menurutnya, setiap potensi persoalan harus dapat diidentifikasi dan dimitigasi sejak awal agar tidak berkembang menjadi konflik maupun gangguan yang lebih besar. Penegasan itu disampaikan Asep saat membuka Gelar Operasional […]

  • Upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Pantai Piwang, Natuna dengan prajurit berkumpul

    HUT ke-81 TNI, Daeng Ganda: Natuna Butuh Sinergi Kuat Jaga Kedaulatan

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Upacara HUT ke-81 TNI digelar di Pantai Piwang, Natuna, Senin 5 Oktober 2026, dengan sambutan Daeng Ganda Rahmatullah, S.H., yang menghargai peran prajurit di wilayah perbatasan.

expand_less