Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Kesehatan » Wakil Kepala BGN Sidak Dua Dapur MBG di Batam, Ingatkan Sanksi Tegas bagi Pelanggar

Wakil Kepala BGN Sidak Dua Dapur MBG di Batam, Ingatkan Sanksi Tegas bagi Pelanggar

  • account_circle Basok Ridwan
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Batam, – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen Trenggono, mengingatkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak mengabaikan standar keamanan pangan dan prosedur operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dipastikan dapat berujung pada sanksi tegas.

Peringatan itu disampaikan Trenggono saat meninjau dua dapur MBG di Kota Batam, Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura.

Dua lokasi yang menjadi sasaran monitoring dan evaluasi adalah SPPG Batu Aji Tanjung Uncang dan SPPG Sekupang Tanjung Riau 2.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pengelolaan makanan pada kedua fasilitas tersebut berjalan sesuai petunjuk teknis dan standar operasional yang ditetapkan BGN.

Trenggono menegaskan, seluruh kepala SPPG, mitra, dan yayasan penyelenggara memiliki tanggung jawab memastikan setiap tahapan penyediaan makanan dilaksanakan sesuai ketentuan, mulai dari pengolahan hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.

Menurutnya, kepatuhan terhadap prosedur menjadi faktor penting untuk mencegah persoalan keamanan pangan yang dapat membahayakan kesehatan penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah.

“Dengan ketaatan terhadap pedoman operasional oleh semua pihak, kita berharap tidak ada lagi permasalahan dalam pelaksanaan program MBG di lapangan sehingga tujuan Presiden Prabowo dalam menjalankan program MBG ini benar-benar bisa tercapai dan dirasakan secara nyata oleh para penerima manfaat,” ujar Trenggono.

Ia juga meminta pengawasan diperkuat, baik oleh pengelola secara internal maupun melalui pengawasan pihak luar. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk memastikan pelaksanaan program berlangsung secara transparan dan sesuai aturan.

Trenggono mengingatkan bahwa pelaksanaan program berskala nasional tersebut membutuhkan kedisiplinan seluruh pihak. Setiap penyimpangan dari ketentuan harus mendapat penanganan agar kualitas pelayanan tetap terjaga.

“Jika ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan program, tentu akan ada sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan Program MBG menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat pemenuhan gizi anak sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, kecukupan asupan gizi memiliki peran penting dalam menunjang pertumbuhan, kesehatan, dan kemampuan belajar anak. Karena itu, pelaksanaan program harus diimbangi dengan pengawasan kualitas makanan yang diberikan.

Nyanyang menilai MBG tidak semestinya hanya berorientasi pada jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga harus memastikan kandungan gizi dan keamanan pangan benar-benar memenuhi kebutuhan penerima manfaat.

“Program ini bukan hanya sekadar soal makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Nyanyang.

Ia berharap seluruh penyelenggara SPPG di Kepulauan Riau menjadikan ketentuan BGN sebagai pedoman utama dalam menjalankan kegiatan operasional sehari-hari.

Pengawasan yang konsisten diperlukan agar tujuan program dalam mendukung perbaikan gizi masyarakat dan pencegahan stunting dapat tercapai.

Berdasarkan data hingga 31 Maret 2026, pelaksanaan Program MBG di Provinsi Kepulauan Riau telah menjangkau 579.270 penerima manfaat.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 85,26 persen dari target sebanyak 679.402 penerima manfaat di wilayah Kepri.

Capaian itu menunjukkan luasnya jangkauan program, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kualitas pengelolaan makanan seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat.

Melalui peninjauan langsung ke dua dapur MBG di Batam, BGN berharap seluruh pengelola SPPG semakin disiplin dalam menerapkan standar pelayanan, sementara pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dan pengawasan.

Dengan pengelolaan yang baik, program MBG diharapkan tidak hanya menjangkau lebih banyak masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat gizi secara aman dan berkelanjutan.

Penulis

Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less