Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Opini » Simfoni Ketulusan Ady Indra Pawennari Bersama KJK Menjaga Taji dan Martabat Pers

Simfoni Ketulusan Ady Indra Pawennari Bersama KJK Menjaga Taji dan Martabat Pers

  • account_circle Ridarman Bay (Wartawan Senior Kepri)
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tiga puluh dua tahun melakoni profesi sebagai kuli tinta, saya pikir saya sudah kenyang melihat pasang surutnya organisasi pers. Baik di Kota Pekanbaru maupun di Kota Tanjungpinang, polanya kerap serupa dan berulang: riuh rendah saat ada momentum politik, lalu hening dan sunyi setelah pesta usai. Lambat laun, ruang redaksi yang dulunya hangat berubah menjadi dingin, dan idealisme sering kali terbentur oleh kerasnya realitas hidup.

Namun, skeptisisme yang bertahun-tahun membeku di dalam dada saya runtuh seketika ketika saya melihat Komunitas Jurnalis Kepri (KJK). Di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Tanjungpinang, paguyuban ini hadir bukan sebagai pajangan formalitas, melainkan menjadi rumah yang benar-benar teduh. Sebuah payung yang tulus melindungi, merangkul, dan membersamai langkah para jurnalis yang kerap kali berjuang sendirian di garis depan.

KJK tidak sekadar menumpang nama di atas kertas. Mereka berdiri tegak dengan harga diri, memiliki markas sendiri—sebuah gedung representatif yang tertata rapi bak instansi resmi.

Di dalamnya, denyut nadi perjuangan itu terasa nyata. Ruang kerja dan ruang rapat yang sejuk sengaja disediakan agar para anggotanya bisa mengetik berita dengan nyaman, tanpa harus kebingungan mencari tempat bernaung saat hujan atau terik menyengat.

Letaknya pun sangat strategis di pusat keramaian, berdampingan dengan kehangatan warung kopi dan aroma rumah makan ikan bakar yang selalu terbuka menjadi tempat melepas penat setelah seharian mengejar berita.

Apakah organisasi ini hanya sibuk memoles diri dan mengurus internal wartawan?

Ternyata tidak. Air mata dan rasa haru saya membuncah saat melihat bagaimana KJK justru kerap melebur dan meluruh bersama masyarakat lewat aksi-aksi nyata. Mereka hadir dalam tetesan darah yang didonorkan untuk nyawa yang sekarat, dalam peluh yang bercucuran saat membersihkan lingkungan pantai, hingga dalam tawa anak-anak yatim piatu saat menerima uluran sembako.

Bahkan saat memperingati Hari Pers Nasional, KJK memilih jalan yang sunyi namun mendalam: menanam mangrove demi masa depan bumi dan merajut kebersamaan dengan masyarakat lokal lewat lomba domino.

Di momen bulan Ramadhan, KJK aktif menggelar acara buka puasa bersama dan menyalurkan bingkisan lebaran kepada wartawan dan anak-anak panti asuhan. KJK telah melampaui batasnya, mereka tidak hanya menulis tentang kemanusiaan, mereka menjadi kemanusiaan itu sendiri.

Jika dipikir secara logis, urusan profesi wartawan sejatinya sudah diwadahi oleh organisasi pers arus utama seperti PWI atau AJI, begitu pula dengan perkumpulan perusahaan media seperti JMSI, SMSI, dan AMSI.

Namun, KJK tampaknya menolak untuk tinggal diam melihat mandeknya peningkatan kapasitas jurnalis di daerah—sebuah pengakuan atas kompetensi dan profesionalisme yang sangat didambakan, namun sering kali tak terjangkau oleh kantong para pekerja pers.

Gebrakannya sungguh membuat dada ini bergetar. Baru-baru ini, KJK sukses menggelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) dengan menggandeng Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) dari UPN Veteran Yogyakarta.

Langkah besar ini diambil demi mendongkrak mutu dan kehormatan pewarta di Kepri. Dan di sinilah letak ketulusan yang menguras emosi: seluruh biaya operasional ditanggung penuh oleh organisasi.

Peserta tidak dipungut biaya sepeser pun. Gratis. Mereka bahkan difasilitasi dengan baju kaus cuma-cuma, hingga rekan panitia dari Batam pun disediakan transportasi dan akomodasi yang sangat layak.

Di tengah mahalnya biaya sertifikasi profesi saat ini—di mana seorang wartawan sering kali harus mengubur impian kompetensinya karena keterbatasan ekonomi—KJK hadir memberikan kemewahan itu secara cuma-cuma.

Prosesi pembukaannya pun berlangsung sempurna dan khidmat. Tidak ada kesan formalitas yang dipaksakan. MC dan pembaca doa dihadirkan dari kalangan profesional, memberikan rasa hormat yang tinggi pada profesi ini.

Bahkan, acara tersebut dihadiri oleh narasumber jenderal bintang dua, Irjen Pol Andry Wibowo dari Lemdiklat Polri. Sebuah pemandangan yang membuat siapapun yang hadir akan merasa bangga menjadi seorang jurnalis.

Pertanyaan besarnya: dari mana amunisi dana KJK berasal hingga mampu seberkelimpahan ini dalam memberi? Jawabannya bermuara pada satu sosok: Ady Indra Pawennari, sang Ketua Umum.

Di dunia luar, Ady dikenal sebagai pengusaha sukses yang menggurita di berbagai sektor—mulai dari perdagangan sabut kelapa, pertambangan, kontraktor, hingga budidaya karbon mangrove.

Posisinya di jagat usaha pun mentereng; ia menjabat sebagai Ketua Umum HIPKI, Wakomtap Kadin Indonesia, Wakil Ketua Umum Gapensi Kepri, serta menakhodai KKSS Kepri.

Namun, di balik jas necis seorang pebisnis besar, dada Ady sesungguhnya menyimpan jantung seorang jurnalis sejati yang telah aktif memegang pena sejak tahun 1996.

Lika-liku hitam-putih dan pahit-getirnya kehidupan pers sudah khatam ia jalani. Mulai dari kantor yang diobrak-abrik, dikeroyok preman bandar judi, hingga malam kelam saat rumahnya dilempar bom molotov ketika keluarganya sedang terlelap tidur.

Trauma dan ancaman maut itu tidak membuat hatinya menciut. Sebaliknya, peristiwa-peristiwa itu justru mengikat jiwanya selamanya dengan denyut kehidupan kuli tinta.

Itulah mengapa dalam kesehariannya, Ady justru lebih sering menghabiskan waktu, tertawa, dan bertukar pikiran di warung kopi bersama rekan-rekan wartawan ketimbang berkumpul di hotel mewah dengan sesama pengusaha.

Kepedulian Ady terhadap masa depan wartawan bukan lagi sekadar patut diacungi dua jempol, melainkan sebuah teladan yang langka. Sepanjang karier jurnalisme saya, belum pernah saya menemukan figur atau lembaga yang begitu intens, begitu tulus menyokong program pengembangan kapasitas wartawan secara mandiri seperti ini.

Memang ada pihak lain yang peduli, namun kontribusinya acap kali bersifat sporadis, sesaat, dan sering kali harus mengemis proposal ke pemerintah atau BUMN. KJK tidak demikian. Mereka memberi dari hati, dengan mandiri.

Lebih indahnya lagi, KJK tidak pernah memberi sekat. Mereka tidak peduli dari organisasi mana wartawan itu berasal. Di bawah atap KJK, semua adalah saudara satu pena. KJK adalah aset berharga bagi ekosistem pers di Kepri yang wajib kita jaga bersama dengan seluruh jiwa dan raga.

Sejarah mencatat bahwa gerilya pers di tanah Riau dan Kepri telah disulut api idealismenya oleh Raja Ali Kelana sejak tahun 1896. Kini, 130 tahun telah berlalu. Dan lewat wadah yang penuh cinta serta dedikasi seperti KJK, kita memiliki alasan kuat untuk menatap masa depan dengan kepala tegak.

Kita patut optimistis bahwa dunia kewartawanan di Kepulauan Riau tidak akan pernah mati, tidak sekadar bertahan untuk eksis, tetapi akan tetap berdiri mandiri, menjaga kehormatan, bertaji dan tetap bermartabat!

  • Penulis: Ridarman Bay (Wartawan Senior Kepri)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia – Australia Akan Berkolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik di Pedesaan

    Indonesia – Australia Akan Berkolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik di Pedesaan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Bacadulu.id, Jakarta – Indonesian dan Australia berencana mengembangkan tekhnologi Recirculating Aquaculture System (RAS). Melalui siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), RAS bertujuan mendukung program budidaya darat tematik. Hal itu disejalankan dengan ratusan desa perikanan yang potensial di Indonesia. “Saya sudah melihat langsung bagaimana sistem RAS ini berjalan di Tasmania untuk meningkatkan produktivitas perikanan budidaya […]

  • Diikuti 500 Peserta Lintas Daerah, Lomba Jong Bintan Jadi Magnet Wisata Budaya Melayu

    Diikuti 500 Peserta Lintas Daerah, Lomba Jong Bintan Jadi Magnet Wisata Budaya Melayu

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    BINTAN, BacaDulu.id — Desa Sebong Pereh kembali menggelar Festival Pantai Wan Seri Beni yang ke-4 dengan menghadirkan perlombaan perahu jong di Pantai Wan Seri Beni, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Sabtu (29/8/2026). Perhelatan tahunan ini difokuskan untuk melestarikan permainan tradisional maritim masyarakat Melayu berupa miniatur perahu layar tanpa awak yang memanfaatkan tenaga angin. Perlombaan jong […]

  • Amsakar Achmad Tinjau Warga Terdampak, Proyek Penguatan Air Bersih Batam Dikebut Rampung Akhir Tahun

    Amsakar Achmad Tinjau Warga Terdampak, Proyek Penguatan Air Bersih Batam Dikebut Rampung Akhir Tahun

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Batam, BacaDulu.id – Akselerasi pemulihan serta penguatan layanan air bersih di Kota Batam terus digenjot oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABHi). Menyusul rampungnya relokasi pipa transmisi berdiameter 800 milimeter di Muka Kuning, aliran air di sebagian besar wilayah berangsur normal, meski tantangan baru kini bergeser ke kawasan ujung jaringan (end […]

  • Rakernis SDM Polda Kepri 2026, Kapolda Tekankan Pembinaan Personel hingga Tantangan Wilayah Perbatasan

    Rakernis SDM Polda Kepri 2026, Kapolda Tekankan Pembinaan Personel hingga Tantangan Wilayah Perbatasan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 10
    • 0Komentar

    BATAM, BacaDulu.id – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan fungsi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan kepolisian tidak boleh berhenti pada urusan administrasi. Pembinaan personel harus dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, termasuk memperhatikan tantangan geografis di wilayah perbatasan seperti Natuna dan Anambas. Penegasan tersebut disampaikan Asep saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) SDM […]

  • Mutu Terjamin, Ikan Tuna Asal Sulteng  Eksis di Pasar Amerika Serikat

    Mutu Terjamin, Ikan Tuna Asal Sulteng Eksis di Pasar Amerika Serikat

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    JAKARTA, Baca dulu.id – Dua tahun terakhir Ikan tuna asal Sulawesi Tengah sukses menembus pasar ekspor. Kesuksesan itu seiring dengan penerapan sertifikasi mutu berstandar global oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Melalui siaran pers KKP, Kamis 3 September 2026, sertifikasi itu menjamin pengelolaan tuna dari mulai penangkapan, cara penanganan di atas kapal, hingga pengolahan dilakukan […]

  • Nyaris Meregang Nyawa Karena Berita, Kisah Ketulusan Ady Indra Pawennari untuk Dunia Pers

    Nyaris Meregang Nyawa Karena Berita, Kisah Ketulusan Ady Indra Pawennari untuk Dunia Pers

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Lahir di Wajo, Sulawesi Selatan, 14 April 1973, Ady Indra Pawennari melangkah meninggalkan tanah kelahirannya pada tahun 1994. Saat usianya baru 21 tahun, ia merantau tanpa modal harta, melainkan hanya berbekal tekad kuat dan keberanian. Tanjungpinang, Kota Gurindam yang teduh, menyambut langkah pertamanya. Di kota inilah garis takdirnya terukir kuat. Puluhan tahun berlalu, sebagian besar […]

expand_less