Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Opini » Simfoni Ketulusan Ady Indra Pawennari Bersama KJK Menjaga Taji dan Martabat Pers

Simfoni Ketulusan Ady Indra Pawennari Bersama KJK Menjaga Taji dan Martabat Pers

  • account_circle Ridarman Bay (Wartawan Senior Kepri)
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tiga puluh dua tahun melakoni profesi sebagai kuli tinta, saya pikir saya sudah kenyang melihat pasang surutnya organisasi pers. Baik di Kota Pekanbaru maupun di Kota Tanjungpinang, polanya kerap serupa dan berulang: riuh rendah saat ada momentum politik, lalu hening dan sunyi setelah pesta usai. Lambat laun, ruang redaksi yang dulunya hangat berubah menjadi dingin, dan idealisme sering kali terbentur oleh kerasnya realitas hidup.

Namun, skeptisisme yang bertahun-tahun membeku di dalam dada saya runtuh seketika ketika saya melihat Komunitas Jurnalis Kepri (KJK). Di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Tanjungpinang, paguyuban ini hadir bukan sebagai pajangan formalitas, melainkan menjadi rumah yang benar-benar teduh. Sebuah payung yang tulus melindungi, merangkul, dan membersamai langkah para jurnalis yang kerap kali berjuang sendirian di garis depan.

KJK tidak sekadar menumpang nama di atas kertas. Mereka berdiri tegak dengan harga diri, memiliki markas sendiri—sebuah gedung representatif yang tertata rapi bak instansi resmi.

Di dalamnya, denyut nadi perjuangan itu terasa nyata. Ruang kerja dan ruang rapat yang sejuk sengaja disediakan agar para anggotanya bisa mengetik berita dengan nyaman, tanpa harus kebingungan mencari tempat bernaung saat hujan atau terik menyengat.

Letaknya pun sangat strategis di pusat keramaian, berdampingan dengan kehangatan warung kopi dan aroma rumah makan ikan bakar yang selalu terbuka menjadi tempat melepas penat setelah seharian mengejar berita.

Apakah organisasi ini hanya sibuk memoles diri dan mengurus internal wartawan?

Ternyata tidak. Air mata dan rasa haru saya membuncah saat melihat bagaimana KJK justru kerap melebur dan meluruh bersama masyarakat lewat aksi-aksi nyata. Mereka hadir dalam tetesan darah yang didonorkan untuk nyawa yang sekarat, dalam peluh yang bercucuran saat membersihkan lingkungan pantai, hingga dalam tawa anak-anak yatim piatu saat menerima uluran sembako.

Bahkan saat memperingati Hari Pers Nasional, KJK memilih jalan yang sunyi namun mendalam: menanam mangrove demi masa depan bumi dan merajut kebersamaan dengan masyarakat lokal lewat lomba domino.

Di momen bulan Ramadhan, KJK aktif menggelar acara buka puasa bersama dan menyalurkan bingkisan lebaran kepada wartawan dan anak-anak panti asuhan. KJK telah melampaui batasnya, mereka tidak hanya menulis tentang kemanusiaan, mereka menjadi kemanusiaan itu sendiri.

Jika dipikir secara logis, urusan profesi wartawan sejatinya sudah diwadahi oleh organisasi pers arus utama seperti PWI atau AJI, begitu pula dengan perkumpulan perusahaan media seperti JMSI, SMSI, dan AMSI.

Namun, KJK tampaknya menolak untuk tinggal diam melihat mandeknya peningkatan kapasitas jurnalis di daerah—sebuah pengakuan atas kompetensi dan profesionalisme yang sangat didambakan, namun sering kali tak terjangkau oleh kantong para pekerja pers.

Gebrakannya sungguh membuat dada ini bergetar. Baru-baru ini, KJK sukses menggelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) dengan menggandeng Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) dari UPN Veteran Yogyakarta.

Langkah besar ini diambil demi mendongkrak mutu dan kehormatan pewarta di Kepri. Dan di sinilah letak ketulusan yang menguras emosi: seluruh biaya operasional ditanggung penuh oleh organisasi.

Peserta tidak dipungut biaya sepeser pun. Gratis. Mereka bahkan difasilitasi dengan baju kaus cuma-cuma, hingga rekan panitia dari Batam pun disediakan transportasi dan akomodasi yang sangat layak.

Di tengah mahalnya biaya sertifikasi profesi saat ini—di mana seorang wartawan sering kali harus mengubur impian kompetensinya karena keterbatasan ekonomi—KJK hadir memberikan kemewahan itu secara cuma-cuma.

Prosesi pembukaannya pun berlangsung sempurna dan khidmat. Tidak ada kesan formalitas yang dipaksakan. MC dan pembaca doa dihadirkan dari kalangan profesional, memberikan rasa hormat yang tinggi pada profesi ini.

Bahkan, acara tersebut dihadiri oleh narasumber jenderal bintang dua, Irjen Pol Andry Wibowo dari Lemdiklat Polri. Sebuah pemandangan yang membuat siapapun yang hadir akan merasa bangga menjadi seorang jurnalis.

Pertanyaan besarnya: dari mana amunisi dana KJK berasal hingga mampu seberkelimpahan ini dalam memberi? Jawabannya bermuara pada satu sosok: Ady Indra Pawennari, sang Ketua Umum.

Di dunia luar, Ady dikenal sebagai pengusaha sukses yang menggurita di berbagai sektor—mulai dari perdagangan sabut kelapa, pertambangan, kontraktor, hingga budidaya karbon mangrove.

Posisinya di jagat usaha pun mentereng; ia menjabat sebagai Ketua Umum HIPKI, Wakomtap Kadin Indonesia, Wakil Ketua Umum Gapensi Kepri, serta menakhodai KKSS Kepri.

Namun, di balik jas necis seorang pebisnis besar, dada Ady sesungguhnya menyimpan jantung seorang jurnalis sejati yang telah aktif memegang pena sejak tahun 1996.

Lika-liku hitam-putih dan pahit-getirnya kehidupan pers sudah khatam ia jalani. Mulai dari kantor yang diobrak-abrik, dikeroyok preman bandar judi, hingga malam kelam saat rumahnya dilempar bom molotov ketika keluarganya sedang terlelap tidur.

Trauma dan ancaman maut itu tidak membuat hatinya menciut. Sebaliknya, peristiwa-peristiwa itu justru mengikat jiwanya selamanya dengan denyut kehidupan kuli tinta.

Itulah mengapa dalam kesehariannya, Ady justru lebih sering menghabiskan waktu, tertawa, dan bertukar pikiran di warung kopi bersama rekan-rekan wartawan ketimbang berkumpul di hotel mewah dengan sesama pengusaha.

Kepedulian Ady terhadap masa depan wartawan bukan lagi sekadar patut diacungi dua jempol, melainkan sebuah teladan yang langka. Sepanjang karier jurnalisme saya, belum pernah saya menemukan figur atau lembaga yang begitu intens, begitu tulus menyokong program pengembangan kapasitas wartawan secara mandiri seperti ini.

Memang ada pihak lain yang peduli, namun kontribusinya acap kali bersifat sporadis, sesaat, dan sering kali harus mengemis proposal ke pemerintah atau BUMN. KJK tidak demikian. Mereka memberi dari hati, dengan mandiri.

Lebih indahnya lagi, KJK tidak pernah memberi sekat. Mereka tidak peduli dari organisasi mana wartawan itu berasal. Di bawah atap KJK, semua adalah saudara satu pena. KJK adalah aset berharga bagi ekosistem pers di Kepri yang wajib kita jaga bersama dengan seluruh jiwa dan raga.

Sejarah mencatat bahwa gerilya pers di tanah Riau dan Kepri telah disulut api idealismenya oleh Raja Ali Kelana sejak tahun 1896. Kini, 130 tahun telah berlalu. Dan lewat wadah yang penuh cinta serta dedikasi seperti KJK, kita memiliki alasan kuat untuk menatap masa depan dengan kepala tegak.

Kita patut optimistis bahwa dunia kewartawanan di Kepulauan Riau tidak akan pernah mati, tidak sekadar bertahan untuk eksis, tetapi akan tetap berdiri mandiri, menjaga kehormatan, bertaji dan tetap bermartabat!

  • Penulis: Ridarman Bay (Wartawan Senior Kepri)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketum KJK Ady Indra Pawennari: Jurnalis Harus Jadi Suara Rakyat yang Tak Terdengar

    Ketum KJK Ady Indra Pawennari: Jurnalis Harus Jadi Suara Rakyat yang Tak Terdengar

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 8
    • 0Komentar

    TANJUNGPINANG, BacaDulu.id — Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Ady Indra Pawennari, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh KJK bekerja sama dengan UPN “Veteran” Yogyakarta di Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu hingga Minggu (29–30/8/2026). Pelatihan dan sertifikasi pers angkatan pertama tahun 2026 ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepri […]

  • Perangkat Produktivitas Terbaik untuk Mendukung Kerja Jarak Jauh

    Perangkat Produktivitas Terbaik untuk Mendukung Kerja Jarak Jauh

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Dunia kerja modern telah mengalami pergeseran masif, di mana produktivitas tidak lagi terikat oleh empat dinding kantor fisik. Kehadiran berbagai inovasi teknologi dan perangkat pintar memungkinkan para pekerja jarak jauh untuk tetap terhubung, terorganisir, dan bekerja secara efisien dari mana saja. Solusi dan Tren Alat Produktivitas Digital Asisten Virtual Berbasis AI: Membantu mengotomatisasi tugas administratif, […]

  • Presiden Prabowo di EEF ke-11 Rusia: Samudra Pasifik Adalah Jembatan Ekonomi Bilateral

    Presiden Prabowo di EEF ke-11 Rusia: Samudra Pasifik Adalah Jembatan Ekonomi Bilateral

    • calendar_month 13 jam yang lalu
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Kepala Negara Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memenuhi undangan khusus dari Presiden Vladimir Putin untuk hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) edisi ke-11. Konferensi tingkat tinggi yang dihelat di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, ini berlangsung dari tanggal 1 hingga 4 September 2026. Kehadiran delegasi tingkat tinggi Indonesia disambut dalam […]

  • Tak Sekadar Transaksi, Digitalisasi Keuangan Didorong Buka Akses Ekonomi Masyarakat Kepri

    Tak Sekadar Transaksi, Digitalisasi Keuangan Didorong Buka Akses Ekonomi Masyarakat Kepri

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 18
    • 0Komentar

    BATAM, BacaDulu.id — Jarak geografis antarpulau di Kepulauan Riau tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan akses terhadap layanan keuangan dan peluang ekonomi. Pemanfaatan teknologi sektor keuangan dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas usaha di wilayah kepulauan. Pesan tersebut mengemuka dalam Forum Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah melalui Pemanfaatan […]

  • Komunitas Jurnalis Kepri Dorong Tradisi Literasi Lewat Bedah Buku Karya Wartawan Senior

    Komunitas Jurnalis Kepri Dorong Tradisi Literasi Lewat Bedah Buku Karya Wartawan Senior

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Ady Indra Pawennari
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, BacaDulu.id – Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) mengambil langkah progresif untuk menghidupkan kembali tradisi menulis dan literasi di kalangan pers lokal. Organisasi wartawan ini bersiap menggelar acara bedah buku berjudul “Menjaga Nurani: Suara di Simpang Zaman” karya wartawan senior Ridarman Bay, yang dijadwalkan berlangsung di Sekretariat KJK, Batu 11, Kota Tanjungpinang, pada Sabtu (12/9/2026). Ketua […]

  • Indonesia – Australia Akan Berkolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik di Pedesaan

    Indonesia – Australia Akan Berkolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik di Pedesaan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Bacadulu.id, Jakarta – Indonesian dan Australia berencana mengembangkan tekhnologi Recirculating Aquaculture System (RAS). Melalui siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), RAS bertujuan mendukung program budidaya darat tematik. Hal itu disejalankan dengan ratusan desa perikanan yang potensial di Indonesia. “Saya sudah melihat langsung bagaimana sistem RAS ini berjalan di Tasmania untuk meningkatkan produktivitas perikanan budidaya […]

expand_less