Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Nasional » Blackout Batam Jadi Perhatian Prabowo, Bahlil Ungkap Dugaan Gangguan Petir hingga Hewan Liar

Blackout Batam Jadi Perhatian Prabowo, Bahlil Ungkap Dugaan Gangguan Petir hingga Hewan Liar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jakarta, – Pemadaman listrik berskala luas atau blackout yang melanda Batam dan berdampak hingga Bintan serta Tanjungpinang menjadi salah satu persoalan yang dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bahlil melaporkan perkembangan sektor energi nasional, termasuk gangguan kelistrikan di sejumlah daerah yang dinilai membutuhkan pembenahan lebih serius agar pelayanan kepada masyarakat tidak kembali terganggu.

Bahlil mengungkapkan, berdasarkan laporan awal yang diterimanya, pemadaman listrik di Batam diduga dipicu sejumlah persoalan teknis pada jaringan kelistrikan. Gangguan tersebut antara lain berkaitan dengan jaringan yang terdampak petir serta kemungkinan adanya hewan liar yang mengenai instalasi listrik.

Namun, penjelasan tersebut masih berdasarkan informasi awal yang diterima pemerintah. Penyebab pasti dan rangkaian gangguan yang mengakibatkan pemadaman meluas tetap memerlukan penjelasan teknis lebih lanjut dari pihak PLN.

Bahlil menilai, gangguan kelistrikan yang berdampak luas harus menjadi perhatian serius. Pemerintah perlu memastikan sistem kelistrikan memiliki tingkat keandalan yang memadai agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha tidak terus menghadapi risiko serupa.

“Saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan, apa namanya perbaikan yang lebih intensif lagi, agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat,” ujar Bahlil kepada wartawan seusai pertemuan.

Pemadaman yang terjadi pada Senin (12/10/2026) tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak pada pelayanan publik, distribusi air bersih, serta kegiatan ekonomi di sejumlah wilayah Kepulauan Riau.

Batam sebagai kawasan industri dan investasi memiliki kebutuhan listrik yang besar dan menuntut pasokan energi yang stabil. Gangguan berkepanjangan berpotensi menghambat kegiatan produksi serta menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha.

Karena itu, pembenahan sistem kelistrikan dinilai penting untuk memastikan keandalan pasokan energi sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan industri dan masyarakat.

Selain persoalan teknis, Bahlil juga menanggapi kemungkinan pemberian kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman listrik.

Ia menyatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak PLN untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi teknis serta ketentuan yang berkaitan dengan penanganan dampak gangguan.

“Saya nanti akan bicarakan terlebih dahulu dengan teman-teman dari PLN, karena PLN yang paling tahu secara teknis implementasi di lapangan,” katanya.

Dengan demikian, belum ada keputusan yang disampaikan Bahlil mengenai bentuk maupun besaran kompensasi bagi pelanggan.

Pemerintah juga menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas pelayanan kelistrikan, mengingat pasokan energi merupakan kebutuhan utama yang menopang kegiatan masyarakat serta perekonomian daerah.

Selain gangguan kelistrikan, Bahlil melaporkan perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) kepada Presiden Prabowo.

Pembahasan regulasi tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam memperkuat tata kelola sektor energi nasional.

“Saya melaporkan beberapa perkembangan terkait dengan tadi saya mewakili Bapak Presiden di acara membuka Trade Expo yang ke-41 di Tangerang. Yang kedua, saya melaporkan perkembangan pembahasan RUU Migas kepada Bapak Presiden,” ungkap Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga menyinggung kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Bali.

Ia mengatakan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, telah berada di Bali untuk menangani persoalan tersebut. Bahlil juga berencana menggelar rapat guna mengetahui perkembangan penyaluran BBM di lapangan.

Meski terdapat kendala distribusi, Bahlil memastikan persediaan BBM secara nasional masih berada dalam kondisi aman.

Menurutnya, ketahanan stok BBM nasional berada pada kisaran 16 hingga 18 hari. Dengan demikian, persoalan yang sedang ditangani di Bali berkaitan dengan kelancaran distribusi, bukan kekurangan pasokan nasional.

“Kalau stok nasional itu kita di angka 16-18 hari, jadi masih clear, gak ada masalah secara stok nasional. Jadi distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala, itu yang sebentar saya akan rapat,” jelasnya.

Pemerintah menekankan perlunya pembenahan layanan energi, baik dari sisi keandalan jaringan kelistrikan maupun kelancaran distribusi BBM.

Sementara untuk kasus blackout Batam, penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab teknis serta langkah pencegahan tetap menjadi hal penting agar masyarakat memperoleh kepastian dan peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Penulis

Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less