Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Kesehatan » Pekerja Luar Ruangan Rentan Terpapar Kabut Asap, Li Claudia Ajak Warga Batam Jaga Kesehatan

Pekerja Luar Ruangan Rentan Terpapar Kabut Asap, Li Claudia Ajak Warga Batam Jaga Kesehatan

  • account_circle Basok Ridwan
  • calendar_month 58 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Batam, – Kabut asap yang memengaruhi kualitas udara Kota Batam menjadi ancaman tersendiri bagi masyarakat yang setiap hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas di luar ruangan. Pengendara, pekerja lapangan, hingga pedagang kaki lima berpotensi terpapar polusi udara selama menjalankan kegiatan sehari-hari.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, yang turun langsung membagikan masker kepada masyarakat di kawasan Bundaran BP Batam, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan itu merupakan langkah pencegahan sekaligus ajakan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak pencemaran udara, terutama gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat paparan partikel asap.

Li Claudia mengatakan, perlindungan kesehatan perlu menjadi perhatian bersama karena tidak semua masyarakat memiliki pilihan untuk menghentikan aktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk.

“Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk melindungi diri, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” ujar Li Claudia.

Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano, serta Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum Ariastuty Sirait.

Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Batam diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah Sumatera dan Kalimantan.
Pergerakan angin berpotensi membawa partikel asap melintasi wilayah geografis yang luas, termasuk kawasan Kepulauan Riau. Namun, sumber sebaran asap yang memengaruhi Batam masih perlu dipastikan melalui hasil pemantauan instansi berwenang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pencemaran udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta penderita penyakit paru dan jantung perlu meningkatkan kewaspadaan apabila kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

Sementara itu, masyarakat yang bekerja di luar ruangan menghadapi risiko paparan lebih lama karena aktivitas mereka berlangsung langsung di lingkungan terbuka.

Penggunaan masker dengan kemampuan menyaring partikel halus, seperti N95 atau KN95, dapat membantu mengurangi paparan ketika aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari.

Selain menggunakan perlindungan pernapasan, masyarakat juga dianjurkan mengurangi kegiatan luar ruangan yang tidak mendesak serta memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi.

Melalui pembagian masker tersebut, BP Batam berupaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan gangguan kesehatan akibat polusi udara.

Li Claudia menilai kewaspadaan harus dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk memperhatikan kondisi lingkungan sebelum beraktivitas serta mengambil langkah perlindungan sesuai tingkat pencemaran udara.

Kegiatan di kawasan Bundaran BP Batam juga menyasar masyarakat yang tengah menjalankan aktivitas sehari-hari dan berpotensi terpapar kabut asap selama berada di jalan.

BP Batam berharap masyarakat semakin memahami bahwa paparan polusi udara tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele, terutama apabila berlangsung dalam waktu lama.

Kesadaran menjaga kesehatan menjadi semakin penting ketika perubahan kondisi lingkungan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, baik dalam bekerja, bersekolah, maupun menjalankan kegiatan rumah tangga.

Di sisi lain, penanganan dampak kabut asap juga membutuhkan pemantauan kualitas udara secara berkala agar masyarakat memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan dan langkah pencegahan yang diperlukan.

BP Batam mengajak masyarakat tetap memperhatikan kesehatan diri dan keluarga selama kabut asap masih memengaruhi kondisi udara di Kota Batam.

Bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan, seperti batuk berkepanjangan atau sesak napas, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan menjadi langkah penting untuk memperoleh penanganan yang sesuai.

Pembagian masker tersebut diharapkan membantu meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengingatkan bahwa kesehatan masyarakat harus tetap menjadi perhatian ketika kondisi lingkungan mengalami penurunan kualitas.

Penulis

Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less