Bintan Raih Silver Award IMT-GT Green City Award 2026
- account_circle Amril Agin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bintan berhasil meraih Silver Award dalam ajang 1st IMT-GT Green City Award untuk kategori Circular Economy and Resource Efficiency atau Ekonomi Sirkular dan Efisiensi Sumber Daya.
Tanjungpinang,
– Kabupaten Bintan kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Kali ini, Bintan berhasil meraih Silver Award dalam ajang 1st IMT-GT Green City Award untuk kategori Circular Economy and Resource Efficiency atau Ekonomi Sirkular dan Efisiensi Sumber Daya.
Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Bintan Roby Kurniawan dalam rangkaian Gala Dinner 32nd Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Ministerial Meeting di Ballroom JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara, Rabu malam (9/9/2026).
Penghargaan IMT-GT Green City Award diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah, wilayah, maupun berbagai inisiatif yang dinilai berhasil menerapkan praktik pembangunan hijau dan berkelanjutan di kawasan kerja sama Indonesia, Malaysia dan Thailand.
Capaian tersebut sekaligus menempatkan Bintan sebagai salah satu daerah yang dinilai memiliki komitmen dalam mendorong pengelolaan sumber daya secara lebih efisien serta penerapan konsep ekonomi sirkular dalam pembangunan.
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki pengelolaan lingkungan dan sumber daya.
“Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Bintan, sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berbuat. Ekonomi sirkular dan efisiensi sumber daya memerlukan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Roby seusai menerima penghargaan.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia M. Tito Karnavian.
Dalam kesempatan itu, Tito menekankan pentingnya IMT-GT tidak berhenti sebagai forum pertemuan antarnegara. Kerja sama yang telah berjalan sejak 1993 tersebut, menurutnya, harus mampu melahirkan program nyata yang memberikan dampak terhadap masyarakat.
“IMT-GT tidak boleh hanya menjadi forum untuk berdialog dan berdiskusi, tetapi harus menjadi sebuah platform yang menghasilkan program dan proyek yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Tito.
IMT-GT sendiri dibentuk pada 20 Juli 1993 di Langkawi, Malaysia. Kerja sama tersebut menjadi salah satu wadah penting bagi Indonesia, Malaysia dan Thailand dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi subregional, termasuk perdagangan, investasi, pariwisata serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain Bintan, momentum tersebut juga mempertemukan sejumlah pejabat tinggi dari tiga negara. Di antaranya Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah bin Mohd. Nasir, serta Vice Minister for Office of the Prime Minister Kingdom of Thailand H.E. Thanadit Raktabut.
Turut hadir Director General Southeast Asia Department of Asian Development Bank Nianshan Zhang, Deputy Secretary General of ASEAN (ASEC) Nararya S. Soeprapto, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi yang mewakili Menko Perekonomian Edi Prio Pambudi, Chief Minister of Perlis sekaligus Head of CMGF Malaysia Abu Bakar bin Hamzah, serta Governor of Trang Province sekaligus Head of CMGF Thailand H.E. Mr. Songklod Sawanwong.
Penulis Amril Agin
Amril Agin memulai perjalanan karier jurnalistiknya sejak tahun 2002 melalui berbagai media, seperti Harian Sijori Mandiri, Koran Peduli, serta portal berita daring mediakepri.com, sijorikepri.com, dan radarbintan.com. Berbekal pengalaman panjang di dunia pers, ia kini dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal Komunitas Jurnalis Kepri (KJK).

Jadikan
Saat ini belum ada komentar