Pemadaman Listrik Berkepanjangan, DPRD Tanjungpinang Tagih Tanggung Jawab PLN
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang mendatangi kantor PLN di Tanjungpinang, Selasa (13/10/2026). (Foto: Basok/Bacadulu.id)
Tanjungpinang,
– Pemadaman listrik berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah di Kepulauan Riau menuai keluhan masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak pada pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.
Merespons persoalan itu, Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang mendatangi kantor PLN di Tanjungpinang, Selasa (13/10/2026). Rombongan yang terdiri dari Setyo Agus Tomo, Indra Satria, dan Dewa Bahagia tersebut meminta penjelasan mengenai penyebab gangguan listrik serta kepastian kapan pemadaman berakhir dan pasokan kembali normal.
Sekretaris Komisi I DPRD Tanjungpinang, Setyo Agus Tomo, menilai masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas dari PLN, terutama ketika gangguan berlangsung lama dan dampaknya dirasakan secara luas.
Menurutnya, persoalan bukan hanya terletak pada terjadinya pemadaman, tetapi juga pada kejelasan informasi yang diterima masyarakat mengenai penyebab dan perkiraan waktu pemulihan.
“Jangan sampai masyarakat dibiarkan bertanya-tanya tanpa mendapatkan kepastian. Kami datang untuk meminta penjelasan, apa sebenarnya yang menyebabkan pemadaman berlangsung begitu lama dan kapan kondisi ini bisa kembali normal,” ucap Setyo, dihubungi
.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu menilai, listrik saat ini telah menjadi kebutuhan mendasar yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat. Ketika pasokan terhenti dalam waktu lama, dampaknya tidak bisa dianggap sepele.
Rumah tangga mengalami gangguan aktivitas, sementara pelaku usaha harus menghadapi risiko kerugian karena operasional mereka tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Bagi pedagang makanan dan minuman, misalnya, pemadaman dapat mengganggu penggunaan peralatan usaha serta penyimpanan bahan baku. Usaha yang mengandalkan mesin, pendingin, perangkat elektronik, hingga layanan berbasis internet juga berpotensi mengalami hambatan. Di sisi lain, masyarakat tetap harus menjalankan kebutuhan rumah tangga di tengah ketidakpastian kapan listrik kembali menyala.
Menurutnya, kondisi seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius PLN. Perusahaan penyedia listrik tersebut tidak cukup hanya melakukan upaya pemulihan teknis, tetapi juga perlu menyampaikan perkembangan penanganan gangguan secara terbuka, berkala, dan mudah dipahami masyarakat.
“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah penjelasan yang terang. Apa penyebabnya, apa yang sedang dikerjakan, dan berapa lama perkiraan pemulihannya. Kalau memang belum bisa dipastikan, sampaikan kendalanya secara terbuka agar masyarakat bisa mengambil langkah antisipasi,” kata Itong sapaan akrab Setyo Agus Tomo.
Itong juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap keandalan sistem kelistrikan, terutama apabila gangguan berdampak luas dan berlangsung dalam waktu lama. PLN perlu menjelaskan apakah pemadaman dipicu kerusakan peralatan, gangguan pada jaringan, persoalan pembangkit, atau faktor teknis lainnya.
Penjelasan tersebut penting agar masyarakat tidak hanya menerima informasi mengenai pemulihan, tetapi juga memahami akar persoalan yang terjadi.
DPRD, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan keluhan masyarakat dan memastikan persoalan pelayanan dasar mendapat perhatian.
Kunjungan ke kantor PLN itu menjadi bagian dari upaya meminta pertanggungjawaban penjelasan kepada pihak yang berwenang, sekaligus mendorong agar penanganan gangguan dilakukan secara serius.
Sebelumnya, Manager Unit PLN Tanjungpinang Kota, Rafki Chandra, mengatakan pihaknya masih menunggu informasi mengenai kendala yang terjadi di Batam sehingga pasokan tegangan ke Bintan dan Tanjungpinang belum tersedia.
“Saat ini Batam masih belum kirim tegangan ke kita di Bintan. Kami masih menunggu info kendala apa yang terjadi di Batam,” ujar Rafki kepada
, Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, kondisi island mode membuat sistem kelistrikan Bintan beroperasi secara mandiri dengan mengaktifkan pembangkit yang tersedia untuk menopang kebutuhan listrik masyarakat.
“Untuk Bintan dalam kondisi island mode, di mana sistem Bintan beroperasi dengan mengaktifkan PLTD Suka Berenang dan PLTD Air Raja,” jelasnya.
Rafki menambahkan, pemulihan pasokan listrik di sejumlah wilayah masih dilakukan secara bertahap. Pihaknya berupaya menyalurkan listrik secara bergiliran agar masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali menikmati layanan kelistrikan.
“Untuk daerah-daerah yang nyala masih bertahap dan kita upayakan bergilir,” katanya.
Sementara itu, PLN Batam terus mengebut pemulihan jaringan, petugas PLN juga turut melakukan pengecekan dan pendampingan terhadap penggunaan generator set (genset) milik pelanggan, terutama pada fasilitas vital dan pusat pelayanan publik.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber listrik cadangan selama pasokan dari jaringan utama belum sepenuhnya pulih. Rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan sejumlah objek vital lainnya menjadi perhatian dalam penanganan gangguan tersebut.
Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, mengatakan perusahaan mengerahkan sumber daya teknis dan operasional untuk mempercepat penormalan sistem kelistrikan. Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan petugas serta keandalan jaringan.
“Prioritas utama kami saat ini adalah percepatan penormalan sistem kelistrikan. Petugas teknis kami difokuskan penuh di lapangan untuk mengembalikan pasokan listrik secara bertahap dan aman. Selain itu, petugas kami juga bergerak mendampingi dan mengecek kesiapan genset pelanggan agar pelayanan publik tetap berjalan,” ujar Rudi.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar