Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Bisnis » Pembiayaan UMKM Batam lewat BRK Syariah Capai Rp1,1 Miliar, Plafon hingga Rp20 Juta

Pembiayaan UMKM Batam lewat BRK Syariah Capai Rp1,1 Miliar, Plafon hingga Rp20 Juta

  • account_circle Melly
  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BATAM, — Program pembiayaan subsidi margin kerja sama Pemerintah Kota Batam dan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah mencatat outstanding pembiayaan lebih dari Rp1,1 miliar hingga pertengahan Oktober 2026. Program yang diluncurkan pada Juni lalu itu menyediakan plafon maksimal Rp20 juta bagi setiap pelaku usaha.

Direktur BRK Syariah, Helwin Yunus, mengatakan pembiayaan dengan margin 0 persen bagi penerima program tersebut bertujuan memperluas akses permodalan usaha mikro. Ia berharap semakin banyak pelaku usaha dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kapasitas bisnis.

“Program subsidi margin ini merupakan wujud sinergi Pemko Batam dan BRK Syariah sebagai perantara keuangan berbasis syariah. Kami optimistis akses permodalan ini mampu meningkatkan produktivitas, memperluas lapangan kerja informal, serta memperkuat daya saing produk UMKM lokal,” ujar Helwin.

Program tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Workshop UMKM Penerima Subsidi Margin Kota Batam di Hotel Nagoya Hill, Lubuk Baja, Selasa (20/10/2026). Kegiatan dibuka Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

Amsakar mengingatkan bahwa tambahan modal perlu diikuti kemampuan mengelola usaha. Pelaku UMKM diminta memperhatikan pencatatan dan tata kelola, meningkatkan kualitas produk, serta mencari peluang pemasaran yang lebih luas.

Menurutnya, terdapat lima aspek yang perlu diperkuat, yakni pengelolaan usaha, kemampuan sumber daya manusia, akses modal, mutu produk dan kemasan, serta pemasaran. Penguatan tersebut dibutuhkan agar UMKM dapat bersaing dan terhubung dengan kegiatan industri di Batam.

“Pemberdayaan UMKM adalah jalan utama agar usaha rakyat bisa bangkit dan tumbuh seiring dengan industri besar,” kata Amsakar.

Ia menilai pembangunan daerah juga harus memberikan ruang bagi peningkatan kemampuan masyarakat dan pengembangan usaha rakyat. Pertumbuhan kegiatan ekonomi di Batam diharapkan dapat membuka pasar yang lebih besar bagi produk lokal.

Karena itu, penerima pembiayaan diminta menggunakan modal sesuai kebutuhan usaha dan memenuhi kewajiban angsuran. Amsakar juga mendorong pemanfaatan pemasaran digital untuk menjangkau lebih banyak konsumen, termasuk wisatawan dan kalangan usaha.

Helwin Yunus menjelaskan program pembiayaan UMKM di Hotel Nagoya Hill

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima cenderamata dari perwakilan BRK Syariah dalam Workshop UMKM Penerima Subsidi Margin di Hotel Nagoya Hill, Lubuk Baja, Selasa (20/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Amsakar turut menyerahkan secara simbolis plakat bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaku UMKM penerima program pembiayaan.

Helwin Yunus menjelaskan program pembiayaan UMKM di Hotel Nagoya Hill

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerahkan secara simbolis bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada pelaku UMKM penerima program pembiayaan subsidi margin di Hotel Nagoya Hill, Selasa (20/10/2026).

Melalui dukungan modal, perlindungan ketenagakerjaan, dan pembekalan pengelolaan usaha, Pemko Batam berharap UMKM dapat mengembangkan bisnis secara lebih profesional serta memperluas pasar.

  • Penulis: Melly

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less