Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Nasional » Presiden Prabowo Subianto Lantik Pejabat Tinggi Negara di Istana Kepresidenan

Presiden Prabowo Subianto Lantik Pejabat Tinggi Negara di Istana Kepresidenan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jakarta, – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan penataan jajaran pemerintahan dengan melantik sejumlah pejabat tinggi negara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pergantian kali ini menyentuh posisi strategis di lingkungan TNI, kementerian, serta lembaga pemerintah yang menangani kebencanaan dan lingkungan hidup.

Salah satu perubahan penting adalah penunjukan Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menggantikan Letjen TNI Suharyanto.

Presiden Prabowo Subianto melantik pejabat baru di Istana Kepresidenan Jakarta

Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat tinggi negara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Selain itu, Prabowo mengangkat Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), didampingi Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai wakil kepala.

 

Pergantian pimpinan BNPB ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 113/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Sementara itu, pengangkatan dua pimpinan BPGMN mengacu pada Keppres Nomor 43/M Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional.

Kedua keputusan tersebut dibacakan Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti, sebelum Presiden memimpin pengambilan sumpah jabatan.

Dalam prosesi pelantikan, para pejabat menyatakan kesediaan menjalankan amanah negara dengan berpedoman pada Undang-Undang Dasar 1945 dan seluruh ketentuan perundang-undangan.

Setelah pengucapan sumpah, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan. Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kemudian memberikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik.

Penataan pemerintahan kali ini juga diikuti perubahan jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) mendapat penugasan baru sebagai Wakil Panglima TNI. Sementara posisi KSAD dipercayakan kepada Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.

Di jajaran Kementerian Pertahanan, Presiden mengangkat dua wakil menteri dengan pembagian bidang tugas yang berbeda.

Marsekal TNI Yusuf Jauhari dipercaya mengisi jabatan Wakil Menteri Pertahanan yang membidangi logistik, industri pertahanan, dan teknologi. Adapun Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon ditugaskan sebagai Wakil Menteri Pertahanan bidang strategi, doktrin, dan pembangunan kekuatan.

Perubahan juga terjadi pada dua kementerian lainnya. Alim Setiawan Slamet ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pertanian, sedangkan Maulana Bungaran dipercaya menjabat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Pengangkatan jajaran wakil menteri tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 42/M Tahun 2026.

Pergantian Kepala BNPB menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam penataan pejabat pemerintahan tersebut.

Kristomei Sianturi sebelumnya bertugas sebagai Panglima Kodam XXI/Radin Inten. Kini, ia mendapat tanggung jawab memimpin lembaga yang memiliki peran penting dalam koordinasi penanggulangan bencana nasional.

Penugasan baru tersebut menempatkan Kristomei di tengah tantangan penanganan berbagai risiko bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, pelantikan Satyawan Pudyatmoko dan Sriyanto menjadi bagian dari pengisian kepemimpinan BPGMN, lembaga yang menangani pengelolaan kawasan gambut dan mangrove.

Keberadaan lembaga tersebut berkaitan dengan kebutuhan menjaga ekosistem, memperkuat pengelolaan kawasan gambut, serta mendukung perlindungan dan pemulihan hutan mangrove.

Bagi daerah yang memiliki kawasan pesisir dan lahan gambut luas, termasuk sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, kebijakan lembaga tersebut akan menjadi perhatian dalam pengelolaan lingkungan ke depan.

Satyawan Pudyatmoko sebelumnya dikenal sebagai akademisi Universitas Gadjah Mada dan pernah menduduki jabatan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem di Kementerian Kehutanan.

Pelantikan pada 15 Oktober 2026 menambah rangkaian pergantian pejabat pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Penataan kali ini mencakup jabatan dengan tanggung jawab yang beragam, mulai dari pertahanan, kepemimpinan militer, pertanian, keimigrasian, penanggulangan bencana, hingga pengelolaan lingkungan.

Pergantian sejumlah pejabat tersebut sekaligus menandai perubahan komposisi pimpinan di beberapa lembaga strategis pemerintah.

Meski demikian, efektivitas penataan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh pergantian pejabat, tetapi juga kemampuan masing-masing pemimpin baru dalam menjalankan program, memperkuat koordinasi antarlembaga, dan menghasilkan kebijakan yang dapat dirasakan masyarakat.

Rangkaian pelantikan di Istana Negara itu turut dihadiri sejumlah pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, kepala badan, serta undangan lainnya.

Penulis

Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less