Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Bisnis » Perdagangan Riau Surplus US$12,37 Miliar, Ekspor Tembus US$14,62 Miliar

Perdagangan Riau Surplus US$12,37 Miliar, Ekspor Tembus US$14,62 Miliar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pekanbaru, — Neraca perdagangan Provinsi Riau mencatat surplus US$12,37 miliar sepanjang Januari–Agustus 2026. Capaian tersebut ditopang kuat sektor nonmigas yang menyumbang surplus US$12,05 miliar, sementara sektor migas mencatat surplus US$322,46 juta.

Data BPS Riau menunjukkan nilai ekspor selama delapan bulan pertama 2026 mencapai US$14,62 miliar, tumbuh 2,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ekspor nonmigas menjadi penopang utama dengan nilai US$14,19 miliar atau meningkat 5,72 persen.

Di sisi lain, impor Riau mencapai US$2,24 miliar, naik 103,07 persen secara tahunan. Meski pertumbuhannya cukup tinggi, nilainya masih jauh di bawah ekspor sehingga neraca perdagangan tetap mencatat surplus.

Statistisi Ahli Madya BPS Riau, Fitri Hariyanti, mengatakan surplus tersebut berasal dari kinerja perdagangan kedua sektor.

“Neraca perdagangan Riau Januari–Agustus 2026 mengalami surplus US$12,37 miliar yang dipicu oleh surplus pada sektor nonmigas US$12,05 miliar dan sektor migas US$322,46 juta,” kata Fitri, Kamis (1/10/2026).

Pada Agustus 2026 saja, Riau membukukan surplus perdagangan US$2,05 miliar. Rinciannya, surplus nonmigas mencapai US$2,01 miliar dan migas US$40,89 juta.

Nilai ekspor pada bulan tersebut mencapai US$2,22 miliar, naik 5,57 persen dibandingkan Agustus 2025. Ekspor nonmigas menyumbang US$2,17 miliar atau tumbuh 10,09 persen, sedangkan ekspor migas sebesar US$49,52 juta atau turun 62,26 persen.

Sepanjang Januari–Agustus, komoditas lemak dan minyak hewan/nabati mencatat kenaikan nilai ekspor terbesar, yakni US$498,15 juta atau 6,37 persen. Sebaliknya, ekspor bubur kayu atau pulp turun US$158,42 juta atau 12,24 persen.

Dari sisi pasar, Tiongkok menjadi tujuan ekspor nonmigas terbesar Riau dengan nilai US$2,66 miliar. Berikutnya India US$1,26 miliar dan Malaysia US$1,10 miliar. Ketiga negara tersebut menyumbang 35,42 persen dari total ekspor nonmigas Riau.

Sementara ekspor nonmigas Riau ke kawasan ASEAN mencapai US$2,51 miliar dan ke Uni Eropa US$1,58 miliar.

Meski nilai impor masih lebih kecil dibandingkan ekspor, kenaikannya cukup signifikan. Impor nonmigas mencapai US$2,14 miliar atau naik 108,56 persen, sedangkan impor migas sebesar US$101,82 juta atau meningkat 30,75 persen.

Lonjakan terbesar berdasarkan komoditas terjadi pada kapal terbang dan bagiannya, dengan kenaikan nilai US$773,81 juta atau mencapai 11.003,81 persen.

Berdasarkan penggunaan barang, impor barang modal meningkat 1.102,21 persen menjadi US$960,01 juta. Impor bahan baku/penolong naik 25,15 persen menjadi US$1,28 miliar, sementara barang konsumsi meningkat 30,85 persen menjadi US$5,53 juta.

Dengan ekspor US$14,62 miliar dan impor US$2,24 miliar, perdagangan Riau sepanjang Januari–Agustus 2026 menghasilkan surplus US$12,37 miliar.

Penulis

Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less