Kebutuhan Listrik Batam Melonjak 15 Persen, PLN Siapkan Pembangkit Baru dan Baterai Raksasa
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo menyampaikan rencana penambahan pembangkit listrik besar dan teknologi baterai untuk memperkuat sistem kelistrikan Batam-Bintan, Kantor PLN Batam, Minggu (18/10/2026). (Dok. BacaDulu.id)
BATAM,
– PT PLN Batam menyiapkan penambahan pembangkit listrik berkapasitas besar dan teknologi penyimpanan energi berbasis baterai untuk memperkuat sistem kelistrikan Batam-Bintan. Langkah ini dilakukan menyusul pertumbuhan kebutuhan listrik Batam yang telah melampaui 15 persen.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan lonjakan konsumsi listrik di Batam jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kelistrikan nasional yang berada pada kisaran 3 hingga 4 persen.
Kondisi tersebut menuntut penambahan kapasitas pembangkit sekaligus penguatan cadangan daya agar sistem kelistrikan tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.
“Pertumbuhan kelistrikan di Kota Batam ini sudah di atas 15 persen. Oleh karena itu, kita akan membangun pembangkit-pembangkit besar sebagai tambahan,” ujar Kwin Fo dalam konferensi pers di Kantor PLN Batam, Minggu (18/10/2026).
Menurutnya, penambahan pembangkit diperlukan untuk menjaga reserve margin atau cadangan daya, terutama ketika terjadi lonjakan permintaan maupun gangguan pada salah satu unit pembangkit.
Selain pembangkit baru, PLN Batam berencana menggunakan teknologi Battery Energy Storage System (BESS), yakni sistem baterai yang mampu menyimpan dan melepaskan energi listrik dengan respons sangat cepat.
Kwin Fo menjelaskan, teknologi tersebut dapat membantu menjaga kestabilan pasokan ketika terjadi gangguan. Pasalnya, pembangkit konvensional membutuhkan waktu untuk kembali beroperasi, sedangkan baterai mampu merespons perubahan kebutuhan daya dalam hitungan milidetik.
“Baterai ini sangat berguna untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Batam-Bintan,” katanya.
Penguatan sistem kelistrikan juga menjadi perhatian setelah gangguan pasokan listrik yang sebelumnya berdampak pada wilayah Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.
Kwin Fo menegaskan, kelistrikan memiliki peran vital karena gangguannya tidak hanya memengaruhi rumah tangga dan industri, tetapi juga dapat menghambat distribusi air bersih, layanan publik, hingga akses internet.
Karena itu, ia mengingatkan pengelola fasilitas umum, hotel, dan penyedia layanan air bersih agar memastikan kesiapan sumber listrik cadangan untuk menghadapi kemungkinan pemadaman.
Sementara itu, PLN Batam bersama Polda Kepri dan Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan teknis terhadap sejumlah peralatan di Gardu Induk Sungai Harapan.
Pengujian meliputi pemutus tenaga 150 kV dan 20 kV, sistem baterai, serta perangkat catu daya arus searah. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang disampaikan PLN, peralatan tersebut berfungsi normal saat proses pengujian dan normalisasi.
Meski demikian, hasil pengujian tersebut belum dengan sendirinya menjelaskan penyebab gangguan listrik yang sebelumnya terjadi.
PLN Batam berharap penambahan kapasitas pembangkit, pemanfaatan teknologi baterai, dan evaluasi infrastruktur dapat memperkuat keandalan pasokan listrik seiring berkembangnya aktivitas ekonomi dan industri di Batam-Bintan.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar