Ekonomi Kepri Tumbuh 7,52 Persen, Amsakar Dorong Dampaknya Terasa hingga Lapangan Kerja
- account_circle Melly
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad menekankan pentingnya memastikan peningkatan aktivitas ekonomi memberikan manfaat yang lebih luas di Batam, Jumat (06/11/2026).
BATAM,
— Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau sebesar 7,52 persen pada Triwulan III 2026 diharapkan memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya memastikan peningkatan aktivitas ekonomi memberikan manfaat yang lebih luas.
Dalam siaran pers BP Batam tertanggal 6 November 2026, pertumbuhan tahunan Kepri tersebut disebut menjadi yang tertinggi di Sumatera dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.
Amsakar menyambut baik capaian itu. Namun, ia mengingatkan bahwa penguatan ekonomi perlu terus diikuti investasi yang berkualitas dan pengembangan industri bernilai tambah.
“Ke depan, kita ingin pertumbuhan ini tidak hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga mampu mendorong masuknya investasi berkualitas, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, memperkuat industri bernilai tambah dan bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Amsakar.
Batam memiliki posisi penting dalam struktur perekonomian Kepri. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan BP Batam, rata-rata kontribusi Batam terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri pada Triwulan I dan II 2026 mencapai 66,63 persen.
Angka tersebut menggambarkan besarnya porsi ekonomi Batam dalam perekonomian provinsi pada dua triwulan awal 2026. Sementara itu, pertumbuhan 7,52 persen merupakan capaian ekonomi Kepri pada Triwulan III 2026.
Menurut Amsakar, aktivitas industri, investasi, perdagangan, dan jasa di Batam perlu terus diperkuat agar dapat memberikan dampak ekonomi bagi wilayah sekitarnya.
“Pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,52 persen tentu patut kita syukuri. Terlebih, Batam memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian provinsi,” katanya.
Merujuk data BPS Kepri yang dikutip dalam siaran pers tersebut, nilai PDRB Kepri pada Triwulan III 2026 mencapai Rp107,15 triliun atas dasar harga berlaku. Adapun atas dasar harga konstan, nilainya sebesar Rp59,86 triliun.
Industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan pangsa 40,34 persen terhadap PDRB dan andil pertumbuhan 3,18 poin persentase. Sektor konstruksi menyusul dengan pangsa 20,20 persen serta andil 1,25 poin persentase.
Sementara itu, pertambangan dan penggalian memiliki pangsa 11,15 persen dengan andil pertumbuhan 0,73 poin persentase. Ketiga sektor tersebut menyumbang total 5,16 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri.
Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memiliki pangsa terbesar, yakni 45,87 persen, dengan andil pertumbuhan 2,38 poin persentase. Konsumsi rumah tangga menyumbang 40,29 persen dengan andil 1,60 poin persentase, sedangkan net ekspor memiliki pangsa 8,44 persen dan andil 1,18 poin persentase.
Komposisi tersebut memperlihatkan peran investasi, belanja masyarakat, dan perdagangan dalam menopang aktivitas ekonomi Kepri.
Amsakar mengatakan, sinergi BP Batam dan Pemerintah Kota Batam akan terus diarahkan pada perbaikan pelayanan, penyediaan infrastruktur, serta penguatan iklim usaha. Kolaborasi dengan pelaku usaha dan masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga daya saing kawasan.
“Kita ingin Batam terus tumbuh dan semakin maju. Bukan hanya menjadi penggerak ekonomi Kepri, tetapi juga semakin diperhitungkan sebagai kawasan investasi yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
- Penulis: Melly

Jadikan





Saat ini belum ada komentar