Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Nasional » Antrean Haji Disebut Kini 14 Tahun, Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Tidak Valid

Antrean Haji Disebut Kini 14 Tahun, Kemenhaj Temukan 400 Ribu Data Tidak Valid

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jakarta, – Kabar baru datang bagi masyarakat Indonesia yang tengah menunggu giliran berangkat ke Tanah Suci. Pemerintah menyebut masa tunggu haji secara faktual kini berada di kisaran rata-rata 14 tahun, setelah dilakukan pembenahan besar terhadap data jemaah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, angka tersebut jauh lebih pendek dibandingkan gambaran antrean sebelumnya yang pernah mencapai 49 tahun.

“Jadi dari 49 tahun, kemudian jadi 26 tahun, sekarang antrean faktual haji itu 14 tahun,” kata Dahnil usai rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/9/2026).

Perubahan itu bukan semata-mata karena penambahan kuota. Salah satu faktor pentingnya adalah pembenahan basis data calon jemaah.

Kementerian Haji dan Umrah melakukan validasi terhadap sekitar 5,7 juta data jemaah haji. Hasilnya, ditemukan sekitar 400 ribu data yang dinyatakan tidak valid.

“Kami melakukan validasi terhadap 5,7 juta data jemaah haji yang ada. Dan kami temukan ada 400 ribu data invalid,” ujar Dahnil.

Menurutnya, pembenahan dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto meminta kementerian mencari formula yang dapat memberikan gambaran lebih faktual mengenai panjang antrean haji Indonesia.

Sebelumnya, perubahan formula sempat menghasilkan rata-rata masa tunggu sekitar 26 tahun. Angka tersebut kemudian kembali dievaluasi karena dinilai masih terlalu panjang.

Setelah validasi jutaan data dilakukan, pemerintah memperoleh gambaran baru bahwa rata-rata antrean faktual jemaah yang berangkat berada pada kisaran 14 tahun.

Namun, angka 14 tahun tidak berarti seluruh calon jemaah yang telah mendaftar otomatis akan berangkat dalam waktu 14 tahun.

Masa tunggu masing-masing jemaah tetap dapat berbeda karena berkaitan dengan daerah asal, kuota yang tersedia hingga posisi calon jemaah dalam antrean.

Dahnil menegaskan pembenahan data menjadi bagian penting untuk memastikan sistem antrean lebih akurat sekaligus menghindari data yang tidak lagi relevan ikut memengaruhi perhitungan.

“Setelah kami hitung secara faktual, antrean haji pada dasarnya sekarang sekitar 14 tahun,” katanya.

Pemerintah masih akan melanjutkan pembenahan tata kelola penyelenggaraan haji, termasuk memastikan basis data jemaah semakin valid.

Bagi masyarakat yang telah memiliki nomor porsi, informasi ini menjadi perkembangan penting. Meski demikian, calon jemaah tetap disarankan menjadikan estimasi keberangkatan pada sistem resmi pemerintah sebagai acuan, bukan semata-mata angka rata-rata nasional 14 tahun.

Penulis

Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penghargaan Bapenda Riau atas kolaborasi keselamatan lalu lintas

    Bapenda Riau Raih Penghargaan Polda, Sinergi Keselamatan Lalu Lintas Diperkuat

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pekanbaru, – Keselamatan di jalan tidak hanya lahir dari penegakan aturan, tetapi juga dari administrasi kendaraan yang tertib dan pelayanan publik yang semakin mudah. Semangat itu menjadi bagian dari kolaborasi Bapenda Provinsi Riau bersama Polda Riau dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Atas peran tersebut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau menerima piagam penghargaan dari […]

  • Ketua KPU Riau dan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau menandatangani perjanjian kerja sama

    KPU Riau dan Kejati Riau Perkuat Sinergi, Sepakati Kerja Sama Kelembagaan

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Ketua KPU Riau Rusidi Rusdan dan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau I Dewa Gede Wirajana menandatangani Perjanjian Kerja Sama di Kantor KPU Provinsi Riau pada 29 September 2026, memperkuat koordinasi kelembagaan.

  • BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang

    BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    – Persoalan sampah di Batam mulai diarahkan menjadi peluang sektor energi terbarukan. Badan Pengusahaan (BP) Batam menawarkan konsep waste to energy (WtE) kepada calon mitra di Jepang, dengan potensi pengolahan sekitar 1.205 ton sampah yang dihasilkan Kota Batam setiap hari. Gagasan tersebut disampaikan BP Batam dalam gelaran Asia Pacific Circular Cities (APCC) 2026 di Yokohama, […]

  • Operasi SAR Hari Keempat, Pencarian 5 Jurnalis Speedboat Hilang Kontak Diperluas

    Operasi SAR Hari Keempat, Pencarian 5 Jurnalis Speedboat Hilang Kontak Diperluas

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pandeglang, – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian delapan orang yang hingga kini belum ditemukan setelah speedboat yang mereka tumpangi dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari keempat (H.4), Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten memperluas wilayah pencarian menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus. Total area yang disisir […]

  • Nyaris Meregang Nyawa Karena Berita, Kisah Ketulusan Ady Indra Pawennari untuk Dunia Pers

    Nyaris Meregang Nyawa Karena Berita, Kisah Ketulusan Ady Indra Pawennari untuk Dunia Pers

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Lahir di Wajo, Sulawesi Selatan, 14 April 1973, Ady Indra Pawennari melangkah meninggalkan tanah kelahirannya pada tahun 1994. Saat usianya baru 21 tahun, ia merantau tanpa modal harta, melainkan hanya berbekal tekad kuat dan keberanian. Tanjungpinang, Kota Gurindam yang teduh, menyambut langkah pertamanya. Di kota inilah garis takdirnya terukir kuat. Puluhan tahun berlalu, sebagian besar […]

  • Hotspot Riau Anjlok 73 Persen, Tersisa 12 Titik Setelah Hujan Mengguyur

    Hotspot Riau Anjlok 73 Persen, Tersisa 12 Titik Setelah Hujan Mengguyur

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pekanbaru, – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau turun tajam dalam sehari. Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir turut membantu menekan kemunculan titik panas. Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru pada Minggu (13/9/2026), hotspot di Riau tersisa 12 titik, turun jauh dibandingkan sehari sebelumnya yang masih mencapai 44 titik. Data tersebut juga diberitakan […]

expand_less