Siapkan APBD 2027, Pemkab Brebes Pelajari Pengelolaan PAD Batam
- account_circle Melly
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wali Kota Batam Amsakar Achmad berbincang dengan Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dan rombongan saat kunjungan kerja Pemkab Brebes di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (20/10/2026).
BATAM,
— Pemerintah Kabupaten Brebes mempelajari pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan keuangan daerah Kota Batam sebagai bahan persiapan penyusunan APBD 2027. Kunjungan tersebut juga membuka pembahasan peluang promosi produk unggulan Brebes di Batam.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma beserta jajarannya diterima Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Ruang Presentasi Kantor Wali Kota Batam, Selasa (20/10/2026).

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mempelajari pengelolaan PAD dan keuangan daerah, di Batam, Selasa (20/10/2026).
Paramitha mengatakan, pihaknya ingin mengetahui langkah Pemko Batam dalam mengoptimalkan pendapatan sekaligus mengelola anggaran untuk mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat.
“Kami hadir untuk mempelajari strategi Pak Wali dalam mengoptimalkan PAD dan mengelola fiskal daerah, terlebih dalam menyusun persiapan APBD 2027,” ujar Paramitha.
Ia turut mengapresiasi perkembangan ekonomi dan UMKM Batam di tengah keberagaman penduduknya. Kemampuan Batam menarik wisatawan, terutama dari Singapura dan Malaysia, juga menjadi perhatian rombongan Pemkab Brebes.
Melihat peluang tersebut, Paramitha menyampaikan ketertarikan membuka stan promosi produk unggulan Brebes di Batam. Langkah itu diharapkan dapat memperluas pasar sekaligus mengenalkan potensi daerah kepada warga dan wisatawan.
Dalam pertemuan tersebut, Amsakar memaparkan sejumlah sumber PAD Batam, di antaranya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), serta penerimaan pajak dari sektor hotel dan restoran.
Menurutnya, pengelolaan keuangan daerah perlu berjalan seiring dengan perkembangan kota. Pertumbuhan penduduk membawa kebutuhan yang semakin besar terhadap lahan, air bersih, listrik, dan infrastruktur telekomunikasi.
Amsakar juga menjelaskan arah pembangunan Batam yang bertumpu pada industri, perdagangan, pariwisata, kegiatan pertemuan dan pameran atau MICE, alih kapal, serta logistik. Ia menyebut Batam saat ini didukung 31 kawasan industri.
Di sisi pelayanan masyarakat, Pemko Batam menjalankan 15 program prioritas. Sejumlah program yang dipaparkan meliputi peningkatan layanan air bersih, pembangunan drainase untuk menangani banjir, pengobatan gratis berbasis KTP, serta pinjaman modal tanpa bunga bagi UMKM.
Program lainnya mencakup bantuan seragam sekolah dan perluasan akses beasiswa pendidikan.
Amsakar menyambut baik kesempatan bertukar pengalaman dengan Pemkab Brebes. Menurutnya, komunikasi antardaerah dapat menjadi sarana untuk memperbaiki tata kelola dan pelayanan publik.
“Kunjungan ini merupakan momentum yang sangat baik untuk saling belajar, melengkapi, dan memperkuat tata kelola pemerintahan di daerah masing-masing,” katanya.
Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi antara jajaran organisasi perangkat daerah kedua pemerintah daerah, kemudian ditutup dengan pertukaran cenderamata dan foto bersama.
- Penulis: Melly

Jadikan





Saat ini belum ada komentar