Nyeri Leher dan Pundak: Gejala, Penyebab, dan Tips Mengatasinya
- account_circle Redaksi
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi menggosok leher.
Nyeri pada leher dan pundak merupakan keluhan yang cukup sering dialami. Rasa sakitnya dapat berupa pegal, kaku, tegang, atau nyeri ketika kepala digerakkan. Pada sebagian orang, keluhan juga dapat menjalar ke bagian belakang kepala, bahu, bahkan lengan.
Penyebabnya beragam. Aktivitas sehari-hari seperti terlalu lama menatap layar komputer atau ponsel dapat membuat otot leher bekerja dalam posisi yang sama selama berjam-jam. Namun, nyeri di area ini juga dapat berkaitan dengan cedera maupun gangguan pada tulang, sendi, dan saraf.
Leher sendiri memiliki struktur yang cukup kompleks. Di dalamnya terdapat tulang belakang, otot, ligamen, saraf, serta pembuluh darah yang bekerja bersama untuk menopang kepala sekaligus memungkinkan kepala bergerak ke berbagai arah. Gangguan pada salah satu bagian tersebut dapat memunculkan rasa sakit atau ketidaknyamanan.
Penyebab Nyeri Leher dan Pundak
Berikut beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab munculnya rasa sakit pada leher dan pundak.
1. Otot leher tegang
Ketegangan otot merupakan salah satu penyebab yang paling umum. Kondisi ini dapat muncul setelah terlalu lama menunduk saat menggunakan ponsel, bekerja di depan komputer dengan posisi yang kurang ergonomis, membaca sambil berbaring, atau tidur dengan posisi kepala yang kurang tepat.
Gerakan tertentu yang dilakukan berulang kali juga dapat membuat otot leher dan bahu bekerja berlebihan sehingga terasa kaku dan nyeri.
2. Cedera pada leher
Benturan atau gerakan kepala secara tiba-tiba dapat mencederai jaringan di sekitar leher.
Salah satu contohnya adalah *whiplash*, yaitu kondisi ketika kepala bergerak atau tersentak dengan cepat ke depan dan belakang. Cedera seperti ini antara lain dapat terjadi dalam kecelakaan kendaraan.
Akibatnya, otot, ligamen, sendi, atau jaringan lain di sekitar leher dapat mengalami cedera dan menimbulkan nyeri.
3. Gangguan pada sendi dan tulang leher
Seiring bertambahnya usia, struktur tulang belakang dapat mengalami perubahan atau keausan. Salah satunya adalah osteoarthritis yang dapat memengaruhi persendian di daerah leher.
Perubahan degeneratif pada tulang belakang leher juga dapat menimbulkan spondilosis servikal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit dan kekakuan, terutama ketika menggerakkan kepala.
Kelainan pada struktur tulang belakang juga dapat berkontribusi terhadap munculnya keluhan di area leher dan pundak.
4. Saraf tertekan atau terjepit
Gangguan pada tulang belakang leher terkadang dapat memberikan tekanan pada saraf.
Berbeda dengan pegal otot biasa, gangguan saraf dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar dari leher menuju bahu atau lengan. Keluhan juga dapat disertai kesemutan, kebas, atau kelemahan pada bagian tubuh tertentu.
Gejala seperti ini sebaiknya tidak diabaikan, terutama apabila terus berlangsung atau semakin berat.
5. Kondisi medis tertentu
Meskipun banyak kasus nyeri leher berasal dari gangguan otot dan postur tubuh, beberapa penyakit juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Radang sendi, infeksi seperti meningitis, maupun kondisi tertentu di sekitar tulang belakang dan leher dapat menimbulkan rasa sakit. Pada kondisi tertentu, nyeri yang terasa pada leher, bahu, atau lengan juga dapat berkaitan dengan gangguan jantung.
Karena itu, penting memperhatikan gejala lain yang muncul bersamaan dengan nyeri.
Cara Membantu Meredakan Nyeri Leher dan Pundak
Untuk nyeri ringan yang kemungkinan berasal dari ketegangan otot, beberapa langkah berikut dapat dilakukan di rumah.
Kompres area yang nyeri
Pada cedera atau nyeri yang baru terjadi, kompres dingin dapat membantu mengurangi rasa sakit. Es sebaiknya dibungkus dengan kain atau handuk dan tidak ditempelkan langsung pada kulit.
Kompres dapat dilakukan sekitar 15–20 menit dalam satu sesi.
Setelah fase awal, kompres hangat dapat membantu membuat otot yang tegang menjadi lebih rileks. Hindari penggunaan suhu yang terlalu panas agar tidak menyebabkan cedera pada kulit.
Lakukan peregangan ringan
Leher yang terasa kaku tidak selalu harus dibiarkan tanpa bergerak. Jika tidak terdapat cedera serius, gerakan ringan dapat membantu menjaga kelenturan otot.
Cobalah menoleh perlahan ke kanan dan kiri, menggerakkan bahu, serta menundukkan dan mengangkat kepala secara perlahan.
Jangan memaksakan gerakan apabila menimbulkan rasa sakit yang tajam atau membuat keluhan semakin berat.
Perhatikan posisi tidur
Bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat membuat posisi leher tidak alami selama tidur. Pilih bantal yang mampu menopang kepala dan mempertahankan posisi leher tetap nyaman.
Posisi tidur telentang atau menyamping umumnya dapat digunakan selama kepala dan leher mendapatkan penyangga yang baik.
Pijat dengan hati-hati
Pijatan ringan dapat membantu merilekskan otot yang tegang. Namun, pemijatan sebaiknya tidak dilakukan secara keras, terutama jika nyeri muncul setelah cedera atau disertai gejala seperti kebas, kesemutan, atau kelemahan anggota tubuh.
Jika membutuhkan terapi pijat untuk keluhan tertentu, pertimbangkan tenaga yang memang memiliki kompetensi di bidangnya.
Obat pereda nyeri
Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol, dapat digunakan pada sebagian orang untuk membantu mengurangi keluhan.
Penggunaan obat tetap perlu mengikuti aturan dosis pada kemasan dan memperhatikan kondisi kesehatan serta obat lain yang sedang dikonsumsi.
Jika nyeri berat, terus berulang, atau tidak membaik, pemeriksaan dokter lebih tepat daripada terus mengandalkan obat pereda nyeri. Dokter juga dapat mempertimbangkan fisioterapi atau penanganan lainnya sesuai penyebab keluhan.
Cara Mencegah Leher dan Pundak Mudah Pegal
Kebiasaan sehari-hari mempunyai peran besar terhadap kesehatan leher. Terutama bagi orang yang bekerja berjam-jam di depan komputer atau sering menggunakan ponsel.
Usahakan posisi kepala tidak terus-menerus menunduk. Atur layar komputer mendekati ketinggian pandangan, gunakan kursi yang mendukung postur tubuh, dan berikan kesempatan kepada tubuh untuk bergerak secara berkala.
Saat bekerja atau melakukan perjalanan panjang, luangkan waktu untuk mengubah posisi dan melakukan peregangan ringan. Hindari pula membawa beban berat hanya pada satu sisi bahu dalam waktu lama.
Aktivitas fisik secara rutin juga dapat membantu mempertahankan kekuatan serta fleksibilitas otot tubuh.
Kebiasaan sederhana ini sering kali lebih efektif daripada menunggu leher terasa seperti “engsel yang lupa diberi oli” baru mulai memperhatikan postur.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Sebagian besar nyeri leher akibat ketegangan otot dapat membaik dengan perawatan sederhana. Namun, pemeriksaan medis diperlukan apabila rasa sakit sangat berat, berlangsung lama, sering berulang, atau muncul setelah cedera yang cukup keras.
Segera cari pertolongan medis apabila nyeri leher disertai kelemahan atau mati rasa pada tangan maupun kaki, kesulitan berjalan, sakit kepala hebat, demam dan leher sangat kaku, nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, atau gejala lain yang terasa tidak biasa.
Nyeri yang menjalar dari leher ke bahu dan lengan, terutama bila disertai kesemutan atau kelemahan, juga sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan pada saraf.
Mengetahui penyebab nyeri leher dan pundak menjadi langkah penting sebelum menentukan penanganannya. Bila keluhan hanya disebabkan oleh otot yang tegang, perubahan postur, istirahat, peregangan, dan perawatan sederhana mungkin sudah cukup. Sebaliknya, keluhan yang menetap atau disertai tanda bahaya membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut agar penyebabnya dapat ditangani dengan tepat.
Sumber referensi: Alodokter.com
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan 




Saat ini belum ada komentar