Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Pendidikan » Bismar Arianto: Wartawan Harus Punya Karya, Bukan Hanya Menulis Berita

Bismar Arianto: Wartawan Harus Punya Karya, Bukan Hanya Menulis Berita

  • account_circle Basok Ridwan
  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tanjungpinang, – Akademisi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Dr. Bismar Arianto, memberikan catatan menarik saat membedah buku Menjaga Nurani: Suara di Simpang Laman karya wartawan senior Ridarman Bay.

Menurut Bismar, sebuah tulisan yang awalnya mungkin dianggap sederhana atau bahkan “ecek-ecek”, pada suatu masa bisa memiliki nilai penting karena merekam fenomena sosial dan pemikiran pada zamannya.

Karena itu, ia menilai buku memiliki fungsi lebih jauh daripada sekadar menjadi kumpulan tulisan. Buku dapat menjadi dokumentasi pemikiran yang memungkinkan gagasan seseorang dibaca kembali oleh generasi berikutnya.

“Kadang-kadang kita menganggap sesuatu yang tidak serius, ternyata punya makna. Bisa jadi hari ini dianggap fenomena sosial biasa, tetapi ketika dituliskan, justru menjadi catatan penting,” demikian inti pemikiran Bismar dalam forum tersebut.

Bismar juga menyoroti pentingnya mendokumentasikan pemikiran lokal agar tidak berhenti hanya di ruang publik daerah.

Ia bahkan mengaitkannya dengan keberadaan buku karya Ridarman Bay di Perpustakaan Nasional. Menurutnya, ketika sebuah karya masuk dalam ekosistem perpustakaan, pemikiran yang lahir dari daerah memiliki kesempatan untuk dibaca lebih luas.

Bagi Bismar, menjadi penulis dari daerah bukan berarti pemikirannya hanya untuk konsumsi masyarakat daerah.

Justru, persoalan yang muncul di Tanjungpinang, Kepri atau daerah lain dapat menjadi bagian dari rekam sosial Indonesia apabila ditulis dan didokumentasikan dengan baik.

“Walaupun kita orang kampung, tetapi pemikiran kita bisa dibaca dan diketahui orang lain,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan Bismar.

Menurutnya, inilah salah satu alasan mengapa tradisi menulis perlu terus dipelihara. Namun, di balik apresiasinya terhadap karya Ridarman Bay, Bismar juga menyampaikan sebuah kegelisahan.

Ia menilai Kepri saat ini mulai kehilangan tradisi kolumnis yang dahulu cukup mewarnai media massa lokal.

Menurut Bismar, pada masa lalu terdapat penulis atau kolumnis yang secara rutin mengupas persoalan daerah melalui tulisan yang lebih mendalam. Mereka tidak sekadar menyampaikan berita, tetapi memberikan perspektif, analisis dan kritik terhadap berbagai persoalan yang terjadi.

Tradisi tersebut, menurutnya, kini semakin jarang ditemukan. Perkembangan media digital membuat ruang publik semakin ramai, tetapi belum tentu diikuti dengan hadirnya tulisan-tulisan panjang yang mampu membedah persoalan secara mendalam.

Padahal, keberadaan kolumnis dinilai penting untuk menjaga tradisi kritik konstruktif di tengah masyarakat.

“Ini mungkin menjadi tantangan kita bersama. Kita membutuhkan kolumnis yang setiap minggu mengupas isu secara lebih mendalam,” demikian inti pandangan Bismar.

Bismar menekankan, kritik yang dibutuhkan bukanlah kritik yang sekadar mencari kesalahan atau menjatuhkan seseorang.

Kritik harus dibangun berdasarkan informasi yang memadai, argumentasi dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, ruang kritik yang sehat justru diperlukan untuk mengingatkan pemerintah, lembaga maupun masyarakat ketika terdapat persoalan yang perlu diperbaiki.

Tanpa kritik yang konstruktif, ruang publik berpotensi kehilangan salah satu fungsi pentingnya sebagai tempat menguji kebijakan dan gagasan.

Namun, kritik juga harus disampaikan secara bertanggung jawab. Seorang penulis, kata Bismar, perlu memiliki bekal informasi yang cukup sebelum menyampaikan pendapatnya kepada publik.

Artinya, proses menulis tidak boleh hanya berangkat dari asumsi atau informasi yang belum teruji.

Membaca, mencari informasi dan melakukan verifikasi menjadi bagian penting sebelum sebuah gagasan dituangkan menjadi tulisan.

Bismar juga memberikan catatan terhadap buku Menjaga Nurani. Ia melihat karya Ridarman Bay sebagai kumpulan tulisan opini dan refleksi yang lahir dari berbagai momentum serta pengalaman penulis.

Namun, menurutnya, tantangan berikutnya adalah bagaimana karya-karya semacam itu dapat dikembangkan menjadi tulisan yang lebih fokus terhadap suatu isu.

Misalnya, sebuah tulisan tidak hanya berhenti pada fenomena yang terjadi, tetapi dilanjutkan dengan pertanyaan: apa persoalannya, mengapa terjadi, apa dampaknya dan apa yang seharusnya dilakukan?

Dengan pendekatan tersebut, menurut Bismar, sebuah karya akan memiliki kedalaman analisis yang lebih kuat.

Catatan tersebut bukan untuk mengurangi nilai buku Menjaga Nurani, melainkan menjadi masukan agar tradisi menulis di Kepri dapat terus berkembang.

Dalam pandangan Bismar, wartawan memiliki posisi strategis dalam membangun tradisi literasi dan pemikiran di daerah.

Sebab, wartawan setiap hari berhadapan dengan berbagai peristiwa. Dari peristiwa tersebut sebenarnya terdapat banyak persoalan yang dapat dikembangkan menjadi tulisan analitis maupun karya buku.

Karena itu, ia mendorong agar pengalaman jurnalistik tidak berhenti ketika berita diterbitkan. Berita dapat menjadi catatan awal. Dari sana, seorang wartawan dapat menggali lebih dalam, mengumpulkan data, membaca berbagai perspektif, kemudian melahirkan tulisan yang memiliki nilai lebih panjang.

Dari sinilah seorang wartawan dapat berkembang menjadi kolumnis atau penulis yang memiliki karakter.

Bismar menilai kegiatan bedah buku seperti yang dilakukan KJK menjadi salah satu ruang penting untuk menghidupkan kembali tradisi membaca, menulis dan berdiskusi.

Menurutnya, daerah membutuhkan lebih banyak ruang yang mempertemukan wartawan, akademisi, praktisi, penyelenggara negara dan masyarakat untuk membicarakan persoalan secara terbuka.

Buku Menjaga Nurani, kata dia, setidaknya telah membuka ruang tersebut. Dari satu buku, muncul pembicaraan tentang jurnalistik, fenomena sosial, kritik, literasi, media hingga masa depan tradisi menulis di Kepri.

Dan bagi Bismar, tantangan ke depan bukan sekadar memperbanyak jumlah buku yang diterbitkan. Tapi lebih penting adalah bagaimana Kepri kembali melahirkan penulis dan kolumnis yang berani berpikir, berani mengkritik, tetapi tetap bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya.

Penulis

Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peta hotspot Sumatera dengan tiga titik di Riau dan dua di Kepri

    Hotspot Sumatera Capai 1.685 Titik, Riau dan Kepri Berpotensi Hujan Lebat

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pekanbaru, – Sebanyak 1.685 titik panas atau hotspot masih terdeteksi di Pulau Sumatera pada Minggu (20/9/2026). Dari jumlah tersebut, Riau tercatat tiga hotspot, sementara Kepulauan Riau (Kepri) terpantau dua titik. Data tersebut disampaikan BMKG berdasarkan pemantauan hotspot di wilayah Sumatera. Di Riau, tiga titik panas masing-masing berada di Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten […]

  • Jalan Sehat KAHMI Batam Jadi Ruang Konsolidasi, Amsakar Ajak Semua Elemen Bergerak Bersama

    Jalan Sehat KAHMI Batam Jadi Ruang Konsolidasi, Amsakar Ajak Semua Elemen Bergerak Bersama

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, – Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah. Pesan itu disampaikan Amsakar saat menghadiri KAHMI Forever Jalan Sehat (KFJS) yang digelar KAHMI Kota Batam di Lapangan SP Plaza, Minggu (13/9/2026). Bagi Amsakar, kegiatan jalan sehat tidak sekadar […]

  • Timnas Indonesia mengangkat trofi ASEAN Cup 2026 di SUGBK setelah adu penalti

    Drama 120 Menit dan Adu Penalti, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Timnas Indonesia mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (05/10/2026).

  • Kapolda Kepri berbicara tentang perlindungan pekerja migran di Batam

    Mereka Pergi Membawa Mimpi, Kapolda Kepri Menjaga Harapan untuk Pulang

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, — Setiap keberangkatan selalu membawa harapan. Ada mimpi tentang kehidupan yang lebih baik, ada keluarga yang menunggu, dan ada masa depan yang ingin diperjuangkan. Semangat itulah yang mengemuka dalam Seminar Internasional dan Misa Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026 yang digelar di Grand Ballroom Pacific Palace Hotel Batam, Minggu (20/9/2026). Kapolda Kepulauan Riau Irjen […]

  • Kebakaran Lahan Gambut Meluas di Batang Tuaka, Tim Gabungan Dikerahkan

    Kebakaran Lahan Gambut Meluas di Batang Tuaka, Tim Gabungan Dikerahkan

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tembilahan, – Kebakaran melanda areal perkebunan kelapa di Dusun Sungai Cakah, Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Minggu (13/9/2026). Api yang diperkirakan muncul sekitar pukul 13.00 WIB tersebut dengan cepat menjalar di kawasan perkebunan. Kondisi lahan yang didominasi gambut kering membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit. Penanganan kebakaran melibatkan personel gabungan […]

  • Roy Huffington Harahap menerima penghargaan Jaksa Komunikatif di hotel Laguna

    Roy Huffington Harahap Raih Penghargaan “Jaksa Komunikatif” dari AMSI Kepri

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Roy Huffington Harahap, S.H., M.H. menerima penghargaan “Jaksa Komunikatif” pada Malam Apresiasi HUT ke-5 AMSI Kepri di Nite & Day Hotel Laguna, Tanjungpinang, Sabtu 26/09/2026.

expand_less