Hotspot Sumatera Capai 1.685 Titik, Riau dan Kepri Berpotensi Hujan Lebat
- account_circle Redaksi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

BMKG Pekanbaru memantau 1.685 hotspot di Sumatera, termasuk tiga di Riau dan dua di Kepri, Minggu (20/9/2026).
Pekanbaru,
– Sebanyak 1.685 titik panas atau hotspot masih terdeteksi di Pulau Sumatera pada Minggu (20/9/2026). Dari jumlah tersebut, Riau tercatat tiga hotspot, sementara Kepulauan Riau (Kepri) terpantau dua titik.
Data tersebut disampaikan BMKG berdasarkan pemantauan hotspot di wilayah Sumatera. Di Riau, tiga titik panas masing-masing berada di Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Indragiri Hulu. Sementara hotspot di Kepri tercatat dua titik.
Forecaster BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan meski jumlah hotspot di Riau relatif rendah, peluang hujan masih terdapat di sejumlah wilayah.
“Di Riau, selain sebaran hotspot yang rendah, potensi hujan juga masih muncul di sejumlah wilayah sepanjang Minggu,” ujarnya.
Pada pagi hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Pelalawan.
Memasuki siang hingga sore, hujan berpotensi turun di Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan dan Dumai.
Sementara pada malam hari, hujan ringan berpeluang terjadi di sebagian Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Dumai.
Adapun pada dini hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, Bengkalis, Kampar, Siak dan Dumai.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak dan Pekanbaru, terutama pada pagi serta malam hingga dini hari.
Elisa juga menjelaskan kondisi udara di Riau yang masih perlu diperhatikan.
“Untuk kondisi udara, BMKG memprakirakan udara kabur hingga berawan pada pagi, malam dan dini hari. Sementara siang hingga sore hari diprakirakan kabur hingga cerah berawan,” jelasnya.
Suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 23–33 derajat Celsius, dengan kelembapan 50–100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Tinggi gelombang di wilayah perairan Riau diprakirakan 0,5–1,25 meter dan masih berada dalam kategori rendah.
Kondisi serupa juga perlu diwaspadai masyarakat di Kepulauan Riau.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam memprakirakan cuaca Kepri pada Minggu (20/9/2026) secara umum didominasi berawan hingga berawan tebal. Namun, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah pada pagi dan siang hari.
BMKG menyebut kondisi tersebut dipengaruhi adanya belokan angin atau shearline di sekitar Kepri yang menyebabkan penumpukan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan hujan.
Dalam peringatan dininya, BMKG mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada pagi hingga siang hari di:
* Kota Batam
* Kabupaten Bintan
* Kabupaten Karimun
* Kabupaten Natuna
* Kabupaten Kepulauan Anambas
Untuk Tanjungpinang, BMKG memprakirakan hujan pada pagi hari, kemudian berawan tebal pada siang hari. Suhu berada pada kisaran 26–32 derajat Celsius.
Di Batam, hujan diprakirakan terjadi pada pagi hari sebelum kondisi berubah berawan. Bintan juga berpotensi hujan pada pagi hari, sedangkan Karimun berpeluang mengalami hujan petir.
Di Natuna, kondisi diprakirakan berawan tebal pada pagi hari dan hujan pada siang hari. Sementara Anambas berpotensi mengalami hujan ringan pada pagi hari.
Selain cuaca hujan, BMKG juga mengingatkan masyarakat Kepri terhadap potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
“Waspada potensi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kepulauan Riau yang dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan,” demikian peringatan BMKG.
Peringatan tersebut menjadi perhatian karena di tengah potensi hujan, sejumlah wilayah Kepri masih menghadapi risiko kabut asap akibat karhutla.
Secara keseluruhan, hotspot Sumatera masih didominasi Sumatera Selatan dengan 1.204 titik, disusul Bangka Belitung 219 titik, Jambi 175 titik, dan Lampung 76 titik.
Hotspot lainnya terpantau di Bengkulu sebanyak tiga titik, Kepri dua titik, serta Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing satu titik. (Media Center Riau)
Dengan kondisi tersebut, masyarakat Riau dan Kepri diimbau tetap mengikuti pembaruan informasi BMKG, terutama terkait potensi hujan lebat, petir, angin kencang, hotspot dan kabut asap.
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan
Saat ini belum ada komentar