Istri dan Anak Yudhistiro Pranoto Tabur Bunga di Lokasi Hilangnya Speed Boat Arupadatu 1
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 22 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anak dari Yudhistiro Pranoto menaburkan bunga di lokasi hilangnya speed boat Arupadatu 1, Selat Sunda, Cilegon, Banten, Jumat (18/9/2026),
Cilegon,
– Isak haru mengiringi langkah istri dan anak Yudhistiro Pranoto, jurnalis iNews, saat menuju perairan Selat Sunda untuk menaburkan bunga di lokasi terakhir speed boat Arupadatu 1 dilaporkan hilang kontak.
Bersama sejumlah rekan media, keluarga Yudhistiro berangkat menggunakan KN SAR Tetuka dari Pelabuhan Pelindo 3 Ciwandan, Kota Cilegon, Jumat (18/9/2026). Mereka menuju titik koordinat terakhir kapal yang membawa delapan orang tersebut sebelum kehilangan kontak.
Setelah menempuh perjalanan menuju lokasi, KN SAR Tetuka tiba di sekitar titik koordinat yang menjadi fokus pencarian Tim SAR Gabungan. Di tengah hamparan laut Selat Sunda, istri dan anak Yudhistiro kemudian melakukan tabur bunga.
Bunga dilepaskan ke laut sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa bagi Yudhistiro dan seluruh penumpang Arupadatu 1 yang hingga kini masih dalam pencarian.
Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh haru. Tidak banyak kata yang terucap, selain doa dan harapan agar pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan segera membuahkan hasil.
Keberadaan keluarga di lokasi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi seluruh personel yang masih bekerja melakukan pencarian di tengah kondisi perairan Selat Sunda.
Sejumlah rekan media yang ikut dalam perjalanan turut memberikan dukungan kepada keluarga Yudhistiro. Mereka juga menyaksikan langsung proses pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan di sejumlah sektor perairan.
Hingga kini, operasi pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai unsur dan sarana untuk menyisir wilayah perairan, termasuk melalui pencarian laut serta dukungan pemantauan dari udara.
Bagi keluarga Yudhistiro, tabur bunga di tengah luasnya Selat Sunda bukan sekadar ritual. Ada cinta, doa, dan harapan yang mereka titipkan di atas laut agar Yudhistiro bersama seluruh penumpang Arupadatu 1 segera ditemukan dan keluarga memperoleh kepastian.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan
Saat ini belum ada komentar