Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, 130 Orang Masih Dicari
- account_circle Ambok Akok
- calendar_month 53 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, bersama unsur gabungan saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di posko SAR nasional, Minggu (12/09/2026).
Banjarmasin,
– Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, terus dilakukan. Hingga Minggu (13/9/2026) sore, data operasi mencatat 107 orang selamat, enam meninggal dunia, dan 130 orang masih dalam pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan seluruh unsur yang terlibat terus dioptimalkan untuk mencari korban yang belum ditemukan.

KMP Virgo Transport 8 merupakan kapal jenis Ro-Ro Ferry yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin. Kapal dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA setelah menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan.
Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan kejadian dari pihak agen kapal sekitar pukul 04.10 WITA. Posisi terakhir kapal berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
“Kami telah menerima laporan terkait hilang kontaknya kapal Virgo Transport 8 dan segera mengerahkan personel serta KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi perkiraan posisi terakhir,” kata I Putu Sudayana.
Berdasarkan data manifes yang diperbarui, kapal membawa 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru.
Perkembangan operasi menunjukkan jumlah korban yang berhasil dievakuasi terus bertambah. Dalam laporan awal hingga pukul 12.00 WITA, Sudayana menyebut 103 orang telah dievakuasi, dengan satu orang meninggal dunia.
“Total penumpang yang berhasil dievakuasi hingga pukul 12.00 WITA sebanyak 103 penumpang,” ujar Sudayana.
Namun, berdasarkan pemutakhiran laporan operasi hingga pukul 14.56 WITA, jumlah korban selamat menjadi 107 orang, sementara korban meninggal dunia tercatat enam orang.
Dengan demikian, 130 orang masih dalam pencarian.
Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi turut memberikan pertolongan. TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang, terdiri atas 15 selamat dan satu meninggal dunia. TB Transcoal Pacific 205 mengevakuasi enam orang, dengan satu selamat dan lima meninggal dunia.
Sementara itu, MV Haida menyelamatkan 69 orang dan KM Cahaya Bahari Jaya mengevakuasi 22 orang.
Kapal-kapal tersebut turut membantu proses evakuasi sekaligus membawa para penyintas menuju lokasi yang telah ditentukan tim SAR.
Untuk memperluas pencarian, Basarnas mengerahkan KN SAR Laksmana 241, KN SAR Permadi 249, KN SAR Wisanggeni, KN SAR Kamajaya dan RIB Palangkaraya.
Pencarian juga diperkuat helikopter HR-3601 Dauphin AS 365 N3+ dari Wing Udara 2 Skuadron 400 Lanudal Juanda.
Dari unsur TNI AL, operasi melibatkan KRI NAL-363, KRI PFN-731, KRI Canopus-936, KAL Kumai Lanal Banjarmasin, serta pesawat CN-235 P-8301.
Sudayana sebelumnya mengatakan dukungan udara diperlukan untuk memperluas jangkauan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
“Dari Basarnas Pusat juga mem-backup kami dengan menggerakkan satu unit helikopter dari Surabaya, dan saat ini sedang melaksanakan proses searching di lokasi kejadian,” ujar Sudayana.
Sebanyak sekitar 280 personel dari berbagai unsur dilibatkan dalam operasi. Mereka terdiri atas Basarnas, TNI AL, KSOP, Distrik Navigasi, Polairud, Pelindo, BPBD, Damkar, PMI, PSC hingga potensi SAR masyarakat.
Pencarian dilakukan berdasarkan titik terakhir kapal, lokasi kejadian atau titik tenggelam, serta informasi dari para penyintas yang telah berhasil dievakuasi.
Kondisi laut juga menjadi perhatian tim. Saat kejadian, gelombang dilaporkan sekitar 1,5–2 meter, dengan angin tenggara 15–20 knot.
Sementara kondisi terkini berawan, dengan angin tenggara 15–20 knot, arus barat daya hingga barat laut 0,4–0,9 knot dan gelombang mencapai 1,25–2,5 meter.
Sudayana menegaskan pencarian terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh unsur yang tersedia, sementara data korban masih dapat berubah seiring proses evakuasi dan identifikasi.
“Sampai dengan pukul 12.00, upaya pencarian korban telah kami laksanakan dengan maksimal,” kata Sudayana.
Operasi SAR masih berlangsung dengan prioritas utama menemukan 130 orang yang belum diketahui keberadaannya, sekaligus melakukan evakuasi dan identifikasi terhadap korban yang ditemukan.
Penulis Ambok Akok
Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama sejak 2018 dan Juara III Lomba Menulis Kemaritiman yang ditaja UPN Veteran Yogyakarta dan Dubes Konsulat Amerika Serikat di Medan pada tahun 2021.

Jadikan
Saat ini belum ada komentar