Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Bisnis » KNTI Bintan Susun Peta Wilayah Tangkap, Perjuangkan Perlindungan Ruang Hidup Nelayan Kecil

KNTI Bintan Susun Peta Wilayah Tangkap, Perjuangkan Perlindungan Ruang Hidup Nelayan Kecil

  • account_circle A. Ridwan
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Bintan, — Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Bintan terus memperkuat perjuangan dalam melindungi hak-hak nelayan tradisional melalui kegiatan pemetaan partisipatif. Kegiatan yang melibatkan 50 perwakilan nelayan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bintan ini bertujuan menghimpun data lapangan mengenai wilayah tangkap, potensi perikanan, kondisi lingkungan laut, hingga kawasan yang berpotensi menimbulkan konflik pemanfaatan ruang laut (4/10/2026)

Kegiatan yang digagas KNTI Bintan tersebut turut melibatkan kalangan akademisi dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang sebagai fasilitator teknis. Melalui proses ini, nelayan didorong untuk terlibat langsung dalam mengidentifikasi kondisi wilayah pesisir berdasarkan pengalaman, pengetahuan lokal, dan aktivitas mereka sehari-hari di laut.

Ketua DPD KNTI Bintan, Buyung Adly, menegaskan bahwa pemetaan partisipatif merupakan langkah penting untuk memastikan suara nelayan kecil menjadi bagian dari proses perencanaan dan pengambilan kebijakan pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan tata ruang laut dan perlindungan kawasan perikanan tradisional.

“Peta ini bukan sekadar dokumen yang disusun di atas meja kantor, tetapi lahir dari pengalaman, pengetahuan, dan perjuangan nelayan yang setiap hari berhadapan langsung dengan kondisi laut. Mereka paling memahami wilayah tangkap, perubahan lingkungan, serta berbagai persoalan yang terjadi di lapangan,” tegas Buyung Adly.

Menurutnya, keberadaan peta yang disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Data tersebut juga diharapkan mampu memperlihatkan persoalan yang selama ini dihadapi nelayan kecil, terutama ketika aktivitas pembangunan, industri, dan pertambangan berpotensi memengaruhi ruang hidup serta akses mereka terhadap sumber daya laut.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pembekalan teknis penggunaan GPS untuk menentukan titik koordinat, sekaligus melakukan identifikasi wilayah tangkap, jenis ikan dan musim penangkapannya, serta alat tangkap tradisional yang digunakan oleh nelayan di masing-masing kawasan.

Pemetaan tersebut juga mencakup wilayah yang diduga mengalami pencemaran akibat limbah industri maupun aktivitas pertambangan, serta kawasan yang berpotensi memicu konflik antara nelayan kecil, nelayan berskala besar, dan pihak perusahaan atau investor.

Buyung Adly menilai, data yang dihimpun langsung dari masyarakat nelayan dapat menjadi landasan untuk memperkuat advokasi dan mendorong penyelesaian persoalan secara lebih terukur. Dengan informasi yang terdokumentasi, pemerintah dan instansi terkait diharapkan dapat melihat secara lebih jelas kondisi wilayah pesisir beserta berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat nelayan.

“Dengan data yang kuat, kita bisa menunjukkan mana wilayah tangkap nelayan, mana kawasan yang mengalami pencemaran, dan mana wilayah yang berpotensi menimbulkan konflik. Harapannya, persoalan nelayan tidak lagi diabaikan karena semua dapat dijelaskan berdasarkan temuan dan kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.

KNTI Bintan berkomitmen untuk menyampaikan hasil pemetaan partisipatif tersebut kepada Bupati Bintan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, serta instansi terkait lainnya. Hasil pemetaan diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan tata ruang laut, pengelolaan wilayah pesisir, dan perlindungan akses nelayan kecil terhadap sumber daya perikanan.

Melalui langkah ini, KNTI Bintan ingin memastikan bahwa pembangunan di kawasan pesisir tidak hanya berorientasi pada investasi dan kepentingan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan laut serta hak masyarakat nelayan yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya pesisir.

Pemetaan partisipatif tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat posisi nelayan tradisional dalam proses pengambilan keputusan. Sebab, bagi masyarakat pesisir, laut bukan sekadar ruang ekonomi, melainkan sumber penghidupan yang harus dijaga agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Penulis

A. Ridwan adalah seorang jurnalis dan pengamat UMKM yang aktif mengangkat dinamika ekonomi kerakyatan, khususnya di wilayah Kepulauan Riau. Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tingkat Muda pada tahun 2026, ia konsisten menghadirkan karya jurnalistik yang tajam, berimbang, dan berfokus pada pemberdayaan sektor usaha lokal agar mampu naik kelas di kancah nasional.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penandatanganan kontrak Fuel Delivery System di Jakarta

    BP Batam dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Sistem Bahan Bakar Penerbangan Hang Nadim

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, – Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Pertamina Patra Niaga memperkuat kerja sama untuk menjaga keandalan pasokan energi bagi aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Kontrak Perjanjian Sewa Fuel Delivery System (FDS) di Hotel Sheraton Grand Jakarta, Jumat (18/9/2026). Perjanjian diteken Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny […]

  • Kasal Muhammad Ali memimpin pembinaan teritorial di Dekranasda Kepri

    Pembinaan Teritorial Terintegrasi, Kepri Perkuat Sinergi Pertahanan dan Potensi Maritim

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Laut bukan sekadar bentang pemisah antarpulau bagi Kepulauan Riau. Di wilayah perbatasan ini, laut adalah ruang kehidupan, penggerak ekonomi, identitas budaya sekaligus bagian penting dari pertahanan dan kedaulatan negara. Konteks tersebut mengemuka dalam kegiatan Pembinaan Teritorial Terintegrasi di wilayah kerja Kodaeral IV yang digelar di Pelataran Gedung Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (19/9/2026). […]

  • Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah memimpin rapat DPRD di ruang rapat

    Perubahan APBD Tanjungpinang Disepakati, Lis Dorong Fiskal Daerah Lebih Kuat

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menegaskan pentingnya efisiensi dan inovasi dalam APBD 2026, menuntut perangkat daerah fokus pada manfaat bagi masyarakat.

  • Wahyu Wahyudin mengajukan pertanyaan tentang pengawasan Bea Cukai di Tanjung Sengkuang

    Krisis Air Batam, DPRD Kepri Dorong Pembenahan IPAL Industri dan Rumah Sakit

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    BATAM, — Di tengah tekanan ketersediaan air baku di Kota Batam, pengelolaan air limbah industri dan rumah sakit kembali menjadi perhatian DPRD Kepulauan Riau. Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, mendorong agar sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di kawasan industri maupun fasilitas pelayanan kesehatan dibenahi dan disesuaikan dengan regulasi terbaru Kementerian Lingkungan Hidup/Badan […]

  • Simfoni Ketulusan Ady Indra Pawennari Bersama KJK Menjaga Taji dan Martabat Pers

    Simfoni Ketulusan Ady Indra Pawennari Bersama KJK Menjaga Taji dan Martabat Pers

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Ridarman Bay (Wartawan Senior Kepri)
    • visibility 78
    • 0Komentar

    – Tiga puluh dua tahun melakoni profesi sebagai kuli tinta, saya pikir saya sudah kenyang melihat pasang surutnya organisasi pers. Baik di Kota Pekanbaru maupun di Kota Tanjungpinang, polanya kerap serupa dan berulang: riuh rendah saat ada momentum politik, lalu hening dan sunyi setelah pesta usai. Lambat laun, ruang redaksi yang dulunya hangat berubah menjadi […]

  • Sentuhan Hati KJK Buat Sahabat

    Sentuhan Hati KJK Buat Sahabat

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Suyono Saeran
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Gang di samping SPBU Batu Hitam Kota Tanjungpinang itu terasa lengang. Jam menunjukkan 13.30 WIB. Matahari masih terasa menyengat di atas kepala. Kami berlima (Saya, Ady Indra Pawennari, Bang Ridarman Bay, Amril dan Ambok Akok) dengan jalan kaki menyusuri gang itu untuk menemui salah seorang sahabat yang begitu lama tidak pernah jumpa. Dulu dia seorang […]

expand_less