Museum dan Monumen Bahasa Mulai Dibangun di Pulau Penyengat
- account_circle Redaksi
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Visualisasi 3D rencana pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat.
Tanjungpinang,
– Pulau Penyengat kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu simpul penting sejarah bahasa dan kebudayaan Indonesia. Museum dan Monumen Bahasa Nasional segera dibangun di pulau bersejarah tersebut.
Peletakan batu pertama pembangunan dijadwalkan dilakukan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kamis (24/9/2026), setelah upacara peringatan hari lahir Provinsi Kepulauan Riau.
Sehari sebelumnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad meninjau langsung lokasi pembangunan di Pulau Penyengat untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah, persiapan di lapangan sudah oke. Insyaallah besok seusai upacara memperingati hari lahir Provinsi Kepri, Pak Mendagri akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Penyengat,” ujar Ansar.
Proyek yang dikerjakan PT Humindo Cipta Mandiri itu memiliki nilai kontrak sekitar Rp100 miliar. Pembangunan ditargetkan rampung pada Desember 2027 dan direncanakan diresmikan pada 2028, bertepatan dengan peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda.
Lebih dari sekadar bangunan, Museum dan Monumen Bahasa diproyeksikan menjadi penanda sejarah perjalanan bahasa Indonesia. Pulau Penyengat memiliki kaitan erat dengan perkembangan bahasa dan sastra Melayu melalui pemikiran serta karya Raja Ali Haji, pujangga besar yang dikenal melalui Gurindam Dua Belas.
Pembangunan ini sekaligus memperkuat posisi Penyengat sebagai ruang sejarah yang menyimpan jejak penting kebudayaan Melayu dan perkembangan bahasa di Nusantara.
Dukungan terhadap proyek tersebut juga datang dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dengan pembangunan sejumlah infrastruktur penunjang di Pulau Penyengat.
Mulai dari pelabuhan, jalan, pelantar hingga penataan kawasan dan revitalisasi sejumlah cagar budaya terus dilakukan untuk memperkuat wajah Penyengat sebagai kawasan warisan sejarah.
Dengan hadirnya Museum dan Monumen Bahasa, Pulau Penyengat diharapkan bukan hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga ruang untuk mengenang dan merawat jejak perjalanan bahasa yang menjadi bagian dari identitas Indonesia.
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan
Saat ini belum ada komentar