Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Tekno » Jutaan Akun Anak Dinonaktifkan, Komdigi Dorong Platform Lebih Aman di Tengah Perkembangan AI

Jutaan Akun Anak Dinonaktifkan, Komdigi Dorong Platform Lebih Aman di Tengah Perkembangan AI

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jakarta, — Penonaktifan jutaan akun anak belum menjadi ukuran tunggal keberhasilan pelindungan anak di ruang digital. Kementerian Komunikasi dan Digital menekankan bahwa pembatasan akses harus diikuti perubahan desain layanan, pengurangan risiko, serta edukasi bagi orang tua.

Hal itu menjadi perhatian dalam evaluasi enam bulan pelaksanaan penundaan akses anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan sejumlah platform mulai melakukan pembenahan, tetapi perkembangan kecerdasan artifisial atau AI menghadirkan tantangan berikutnya.

“Yang kita lihat bukan hanya berapa banyak akun yang dinonaktifkan. Yang lebih penting adalah apakah platformnya berubah menjadi lebih aman bagi anak,” ujar Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah, TikTok telah menonaktifkan sekitar sembilan juta akun pengguna di bawah 16 tahun. Jumlah tersebut meningkat dari pelaporan awal yang mencatat lebih dari empat juta akun.

Sementara itu, Meta melaporkan pemblokiran sekitar 85 ribu akun di Instagram dan 99 ribu akun di Facebook. Sekitar 22,5 juta akun anak juga telah dialihkan ke fitur *Teen Account*.

Meski fitur tersebut sudah diterapkan, pemerintah masih menempatkan Instagram dan Facebook dalam kategori platform berisiko tinggi. Kemkomdigi menilai pengamanan perlu diperkuat untuk menangani risiko terkait kontak, konten, kecanduan, keamanan, konsumen, kondisi fisik dan fisiologis, serta kesehatan mental.

Kemkomdigi bersama tim pakar akan memperjelas indikator penilaian tersebut agar platform memiliki acuan yang lebih konkret dalam memperbaiki layanannya. Pemerintah juga masih menunggu laporan Meta mengenai penanganan akun anak dan mitigasi risiko di Threads.

Selain pembenahan layanan, Meutya menyoroti pentingnya pemahaman orang tua. Fitur pengawasan dinilai tidak akan bekerja optimal apabila keluarga tidak mengetahui keberadaannya atau kesulitan menggunakannya.

“Platform bisa menyediakan fitur pengawasan orang tua, tetapi kalau orang tua tidak mengetahui fitur itu ada atau tidak memahami cara menggunakannya, perlindungannya tidak akan optimal,” jelasnya.

Evaluasi tersebut juga menyoroti kebutuhan pelindungan anak di tengah perkembangan AI. Teknologi ini memunculkan persoalan yang melintasi layanan dan batas negara, termasuk penyalahgunaan untuk membuat *deepfake* serta materi kekerasan seksual terhadap anak.

Indonesia telah bergabung dalam *Global Coalition for Children’s Rights and Protection in the Age of AI*. Koalisi ini melibatkan pemerintah, organisasi internasional, perusahaan teknologi, masyarakat sipil, akademisi, dan pakar pelindungan anak.

Melalui peta jalan 2026–2027, koalisi tersebut mendorong keselamatan dan privasi sejak tahap perancangan teknologi, penguatan akuntabilitas, standar pengujian, serta literasi AI.

Meutya menilai kerja sama internasional diperlukan karena penanganan risiko AI tidak bisa dibebankan kepada satu negara.

“Tidak ada satu pun negara yang bisa melakukannya sendiri,” katanya.

Menurut Meutya, keterlibatan Indonesia melanjutkan prinsip dalam PP TUNAS, yakni menempatkan keselamatan dan hak anak sebagai bagian dari tata kelola teknologi sejak awal.

Dengan sekitar 70 juta anak yang akan tumbuh di lingkungan digital, Indonesia ingin kepentingan mereka mendapat tempat dalam pembahasan aturan AI global. Inovasi perlu berjalan bersama pelindungan privasi, kesehatan mental, dan keselamatan anak.

Kemkomdigi berencana melakukan survei untuk menilai dampak kebijakan di masyarakat. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga akan diperkuat, disertai dialog bersama platform, organisasi pelindungan anak, akademisi, psikolog, tenaga kesehatan, dan pakar teknologi.

Meutya menegaskan, aturan pemerintah dan fitur keamanan platform membutuhkan dukungan keluarga, sekolah, serta masyarakat agar pelaksanaannya memberi manfaat bagi anak.

“Pemerintah bisa membuat aturan dan platform bisa membangun fitur, tetapi pelindungan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak,” tegasnya.

Penulis

Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretaris Daerah Armia berbicara tentang kerja sama air Lingga-Batam

    Lingga Buka Keran Air untuk Batam, Pemkab Minta Rencana Tak Berhenti di Pembahasan

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Sekretaris Daerah Lingga, Armia, menyatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung rencana pemanfaatan sumber air baku Lingga untuk memenuhi kebutuhan air yang terus meningkat di Batam.

  • Bintan Raih Silver Award IMT-GT Green City Award 2026

    Bintan Raih Silver Award IMT-GT Green City Award 2026

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang,  – Kabupaten Bintan kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Kali ini, Bintan berhasil meraih Silver Award dalam ajang 1st IMT-GT Green City Award untuk kategori Circular Economy and Resource Efficiency atau Ekonomi Sirkular dan Efisiensi Sumber Daya. Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Bintan Roby Kurniawan dalam rangkaian Gala Dinner 32nd Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) […]

  • Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri Lagat Siadari berbicara tentang BDR di Batam

    Ombudsman Kepri Dukung Belajar dari Rumah di Batam, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau mendukung kebijakan Belajar dari Rumah bagi pelajar di Batam setelah kualitas udara turun di bawah aman pada Selasa (29/09/2026).

  • Penandatanganan perubahan APBD 2026 oleh Gubernur dan DPRD Kepri

    DPRD dan Pemprov Kepri Sepakati Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp82,19 Miliar

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Arah baru pengelolaan anggaran Kepulauan Riau untuk 2026 resmi mendapat persetujuan legislatif dan eksekutif. DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kepri menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Kesepakatan itu lahir dalam Rapat Paripurna DPRD Kepri di Ruang Sidang Utama, Balairung Raja Khalid Hitam, Senin (21/9/2026). Paripurna dipimpin Ketua […]

  • Wakil Gubernur Nyanyang Pratamura berbicara tentang permukiman Suku Laut

    Pemprov Kepri Dorong Penanganan Terpadu Permukiman Masyarakat Suku Laut

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura: rumah bagi Suku Laut harus disertai sanitasi, pendidikan, dan konektivitas, dalam rapat di Tanjungpinang, 5 Oktober 2026.

  • Oase dari Sang Jenderal di Tengah Badai Fitnah Saudara Kandung

    Oase dari Sang Jenderal di Tengah Badai Fitnah Saudara Kandung

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Ady Indra Pawennari
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Hari itu, sebuah ketulusan yang meruntuhkan air mata mengalir tenang dari ruang kerja Kapolda Kepulauan Riau,Irjen Pol Asep Safrudin. Di tengah badai kecemasan yang sempat berkecamuk hebat di dalam dada, sambutan penuh persahabatan yang ditunjukkan oleh Mantan Wakapolda Kalimantan Barat ini sungguh menjelma menjadi sebuah kejutan yang mengharu biru. Pertemuan di ruangan yang bersahaja itu […]

expand_less