Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Wisata » Pemprov Kepri Ajak Pelaku Wisata Yakinkan Pengunjung, Kepri Tetap Jadi Destinasi Pilihan

Pemprov Kepri Ajak Pelaku Wisata Yakinkan Pengunjung, Kepri Tetap Jadi Destinasi Pilihan

  • account_circle Melly
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Batam, – Industri pariwisata Kepulauan Riau menghadapi tantangan di tengah munculnya kabut asap dan gangguan kelistrikan yang sempat terjadi di sejumlah wilayah. Pemerintah Provinsi Kepri meminta seluruh pelaku usaha pariwisata menjaga kualitas pelayanan agar kondisi tersebut tidak mengurangi kepercayaan wisatawan untuk berkunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan, menegaskan bahwa kenyamanan dan keselamatan wisatawan harus menjadi perhatian utama, terutama bagi daerah yang mengandalkan kunjungan wisatawan mancanegara sebagai salah satu penggerak perekonomian.

Pesan itu disampaikannya saat membuka kegiatan Batam Travel Mart yang diselenggarakan Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepri di Mega Mall Batam Centre.

Hasan mengingatkan, posisi geografis Kepri yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia merupakan keunggulan sekaligus tantangan karena perkembangan kondisi lingkungan dan pelayanan publik dapat memengaruhi pengalaman wisatawan.

“Kami mengajak seluruh pelaku industri pariwisata di Kepulauan Riau untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Keramahan, keamanan, dan kenyamanan harus menjadi prioritas agar Kepri tetap menjadi destinasi pilihan wisatawan mancanegara maupun nusantara,” ujar Hasan.

Menurutnya, Kepri memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dari berbagai negara, bukan hanya Singapura dan Malaysia, tetapi juga India, Tiongkok, Korea Selatan, serta Jepang.

Keunggulan tersebut didukung akses transportasi internasional, pilihan akomodasi, wisata bahari, pusat perbelanjaan, hingga kuliner yang tersebar di Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang, dan kabupaten lainnya.

Namun, Hasan mengingatkan bahwa daya tarik destinasi saja tidak cukup apabila tidak dibarengi pelayanan yang konsisten dan informasi yang jelas kepada pengunjung.

Hasan turut menyinggung gangguan kelistrikan yang sebelumnya terjadi di wilayah Batam dan sekitarnya. Menurutnya, kondisi kelistrikan telah kembali normal setelah dilakukan penanganan oleh pihak terkait.

Pemerintah Provinsi Kepri mengapresiasi koordinasi PLN Batam, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam memulihkan pasokan listrik sehingga kegiatan masyarakat, termasuk sektor pariwisata, dapat kembali berjalan.

Di sisi lain, persoalan kabut asap atau jerebu yang memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah Kepri masih memerlukan perhatian.

Hasan menyebut kabut asap tersebut berasal dari luar wilayah Kepulauan Riau. Meski demikian, asal dan sebaran pencemaran udara tetap perlu merujuk pada hasil pemantauan instansi berwenang.

Ia berharap hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah dapat membantu memperbaiki kondisi udara, sehingga kegiatan pariwisata tidak terganggu lebih lama.

Hasan meminta pengelola hotel, agen perjalanan, pemandu wisata, serta penyedia transportasi memberikan informasi terkini kepada wisatawan mengenai kondisi lingkungan dan pilihan aktivitas yang tersedia.

Menurutnya, informasi yang terbuka dan proporsional menjadi penting agar wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan aman dan nyaman.

Di tengah kondisi kabut asap, Dinas Pariwisata Kepri juga mendorong pelaku usaha menawarkan kegiatan wisata yang dapat disesuaikan dengan situasi lingkungan.

Selain mengandalkan pantai dan wisata bahari, Kepri memiliki berbagai pilihan kegiatan dalam ruangan, seperti pusat perbelanjaan, wisata kuliner, kegiatan pertemuan dan pameran atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), serta layanan wisata kebugaran atau wellness tourism.

“Kami berharap wisatawan tetap dapat menikmati beragam pilihan wisata di Kepulauan Riau. Selain wisata alam dan bahari, tersedia pula pilihan wisata dalam ruangan seperti MICE, wellness, pusat perbelanjaan, dan kuliner. Namun, wisatawan tetap perlu memperhatikan informasi kondisi terkini dan menjaga kesehatan selama beraktivitas,” jelas Hasan.

Ia menilai keberagaman pilihan destinasi dan aktivitas menjadi salah satu kekuatan Kepri dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca maupun lingkungan.

Wisatawan yang telah merencanakan kunjungan dapat menyesuaikan kegiatan dengan kondisi kualitas udara, termasuk mengurangi aktivitas luar ruangan apabila tingkat pencemaran meningkat.

Pelaku industri pariwisata juga diharapkan memahami kebutuhan pengunjung, khususnya anak-anak, lanjut usia, dan wisatawan dengan gangguan pernapasan yang lebih rentan terhadap paparan polusi.

Hasan menegaskan bahwa menjaga citra pariwisata Kepri bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan wisatawan.

Mulai dari petugas di pelabuhan dan bandara, pengelola hotel, biro perjalanan, pemandu wisata, hingga penyedia transportasi memiliki peran dalam membentuk kesan wisatawan terhadap daerah yang dikunjungi.

Menurutnya, pelayanan yang ramah, kepastian informasi, keamanan perjalanan, serta kenyamanan selama berada di destinasi menjadi faktor penting untuk mendorong wisatawan kembali berkunjung.

“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Kami mengapresiasi dukungan CIQP, ASITA, PHRI, HPI, pramuwisata, serta penyedia jasa transportasi pariwisata,” kata Hasan.

“Kami berharap koordinasi dan kualitas pelayanan terus diperkuat agar setiap wisatawan yang datang ke Kepri merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman berwisata yang baik,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi peran unsur Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority (CIQP), asosiasi usaha perjalanan wisata, perhotelan, dan pemandu wisata yang selama ini mendukung pelayanan bagi wisatawan.

Melalui Batam Travel Mart, pemerintah berharap kerja sama antarpelaku industri semakin kuat dalam memasarkan potensi pariwisata Kepri sekaligus menjaga mutu pelayanan.

Bagi Hasan, tantangan yang muncul akibat gangguan lingkungan maupun layanan publik perlu dihadapi melalui koordinasi dan kesiapan bersama, bukan dengan mengurangi standar pelayanan kepada wisatawan.

Dengan menjaga kenyamanan, keselamatan, dan keterbukaan informasi, Pemprov Kepri berharap daerah ini tetap menjadi salah satu pilihan perjalanan wisatawan domestik maupun mancanegara.

  • Penulis: Melly

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less