Kenali Penyebab Kanker Otak, Faktor Risiko hingga Gejala yang Perlu Diwaspadai
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kanker otak merupakan penyakit serius yang terjadi ketika sel-sel abnormal berkembang secara tidak terkendali di otak, Tanjungpinang.
TANJUNGPINANG,
– Kanker otak merupakan penyakit serius yang terjadi ketika sel-sel abnormal berkembang secara tidak terkendali di otak. Meski penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini.
Menurut American Cancer Society, sebagian besar tumor otak muncul akibat perubahan genetik pada sel yang mengatur pertumbuhan dan pembelahan. Perubahan tersebut umumnya terjadi selama kehidupan seseorang dan tidak selalu diwariskan dari orang tua.
Perlu diketahui, tidak semua tumor otak merupakan kanker. Tumor dapat bersifat jinak maupun ganas, tetapi keduanya tetap dapat menimbulkan gangguan apabila menekan jaringan otak.
Jenis Kanker Otak
Berdasarkan asalnya, kanker yang ditemukan di otak dibedakan menjadi dua jenis.
Kanker otak primer berasal dari sel atau jaringan di dalam otak. Salah satu contohnya adalah glioma, yakni tumor yang berkembang dari sel glia. Jenis tertentu, seperti glioblastoma, tergolong ganas.
Kanker otak sekunder terjadi ketika sel kanker dari organ tubuh lain menyebar ke otak. Kondisi ini dikenal sebagai metastasis otak dan dapat berasal dari kanker paru-paru, payudara, ginjal, maupun melanoma.
Faktor Risiko yang Perlu Diketahui
Beberapa faktor yang berkaitan dengan risiko tumor otak antara lain:
- Faktor genetik. Sindrom keturunan tertentu, seperti Li-Fraumeni, neurofibromatosis, dan tuberous sclerosis, dapat meningkatkan risiko beberapa jenis tumor otak.
- Paparan radiasi pengion. Paparan radiasi dosis tinggi, terutama radioterapi pada area kepala, merupakan faktor lingkungan yang paling jelas diketahui meningkatkan risiko tumor otak.
- Paparan bahan kimia tertentu. Sejumlah penelitian menemukan kemungkinan hubungan antara bahan kimia industri dan tumor otak, tetapi hasilnya belum konsisten.
- Gangguan sistem kekebalan tubuh. Kondisi tertentu yang melemahkan sistem imun dapat meningkatkan risiko limfoma sistem saraf pusat.
- Usia. Risiko beberapa jenis tumor otak berbeda menurut kelompok usia. Ada jenis yang lebih sering ditemukan pada anak-anak, sementara jenis lainnya lebih banyak terjadi pada orang dewasa dan lansia.
Sementara itu, penggunaan ponsel belum terbukti secara meyakinkan menyebabkan kanker otak. Merokok memang meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, tetapi belum terbukti sebagai faktor risiko langsung tumor otak primer.
Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan
Gejala tumor otak dapat berbeda-beda, tergantung lokasi, ukuran, dan jenis tumor. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi sakit kepala yang semakin berat atau menetap, kejang yang baru pertama kali terjadi, gangguan penglihatan, kelemahan anggota tubuh, perubahan perilaku, serta kesulitan menjaga keseimbangan.
Namun, gejala tersebut tidak otomatis menandakan kanker otak karena dapat disebabkan berbagai penyakit lain.
Jika keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin memburuk, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang sesuai. Kejang pertama kali, kelemahan tubuh mendadak, atau gangguan kesadaran memerlukan pertolongan medis segera.
Menjaga kesehatan secara umum, menghindari rokok, dan membatasi paparan zat berbahaya tetap penting, meskipun belum ada cara yang terbukti dapat mencegah seluruh jenis kanker otak.
Sumber : Alodokter
Penulis Redaksi
Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar