Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Nasional » Simulasi Feri Meledak di Selat Malaka, Indonesia–Malaysia Uji Koordinasi SAR

Simulasi Feri Meledak di Selat Malaka, Indonesia–Malaysia Uji Koordinasi SAR

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

PEKANBARU, — Indonesia dan Malaysia menguji koordinasi penanganan kecelakaan kapal lintas batas melalui Search and Rescue Exercise (SAREX) Malindo 2026, Rabu (21/10/2026). Latihan menggunakan skenario kapal feri berisi 150 penumpang dan awak mengalami ledakan di ruang mesin saat melintasi Selat Malaka.

Dalam simulasi itu, kapal berbendera Malaysia bernama MV Nusantara Express digambarkan kehilangan daya listrik dan kendali kemudi. Kapal juga mengalami kebocoran hingga hanyut melewati batas maritim kedua negara.

Skenario tersebut menuntut otoritas SAR Indonesia dan Malaysia menyelaraskan penanganan, mulai dari menerima laporan darurat, bertukar informasi, hingga menyiapkan operasi pencarian dan pertolongan bersama.

Excon Indonesia, Andriansyah, mengatakan latihan ini berfokus pada kesiapan komunikasi dan koordinasi ketika kecelakaan membutuhkan keterlibatan kedua negara.

“SAREX Malindo bertujuan menguji kesiapan komunikasi dan memperkuat koordinasi operasi SAR Indonesia-Malaysia, terutama dalam menghadapi insiden di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Latihan dimulai pukul 09.00 WIB setelah tim pengendali atau Exercise Control (EXCON) mengaktifkan skenario. Pusat koordinasi dan subpusat pertolongan kemudian menjalankan langkah awal dengan menyampaikan laporan serta bertukar informasi mengenai posisi dan kondisi kapal.

Informasi tersebut menjadi dasar penyusunan rencana operasi bersama yang mencakup penggunaan unsur laut dan udara. Kedua pihak juga menguji pengurusan izin diplomatik untuk mendukung pergerakan unsur SAR lintas negara.

Koordinasi dilakukan melalui sejumlah saluran, termasuk telepon, faksimile, surat elektronik, dan Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN).

Dari Indonesia, latihan melibatkan JRCC Indonesia dan RSC Pekanbaru dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru. Sementara Malaysia melibatkan MRCC Putrajaya serta MRSC Johor Bahru.

Tim pengendali Indonesia dipimpin Andriansyah dan Ipuk, sedangkan tim Malaysia dipimpin Kdr (M) Mohd Ardi dan Lt Kdr (M) Ahmad Zamri. Koordinasi misi SAR di RSC Pekanbaru dipimpin Kepala Seksi Sumber Daya, Ibnu Putra Dewantoro.

Rangkaian latihan diakhiri dengan penyusunan laporan situasi dan laporan akhir untuk mengevaluasi jalannya penanganan. Hasilnya menjadi bahan untuk memperbaiki komunikasi serta kesesuaian prosedur operasi kedua negara.

“Koordinasi yang cepat dan terpadu diharapkan dapat mendukung efektivitas operasi pencarian dan pertolongan serta meningkatkan peluang keselamatan korban dalam keadaan darurat,” kata Andriansyah.

Penulis

Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less