Kasus ISPA di Riau Tembus 11.370, Kabut Asap Jadi Perhatian
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 55 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau.
Pekanbaru,
– Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang 1–14 September 2026. Kenaikan kasus tersebut terjadi ketika sejumlah wilayah Riau dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengatakan kondisi kualitas udara menjadi salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap meningkatnya gangguan pernapasan masyarakat.
“Total penderita ISPA di Riau selama periode 1-14 September tercatat sebanyak 11.370 kasus,” kata Zulkifli, Kamis (17/9/2026).
Meski jumlah kasus meningkat, Zulkifli menyebut fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak masih mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap, Dinkes Riau memperkuat langkah pencegahan, antara lain melalui pembagian masker dan edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan diri dari polusi udara.
Pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah dukungan bagi kelompok rentan. Bantuan makanan tambahan diberikan kepada ibu hamil dan balita yang terdampak, sementara oksigen konsentrator disiagakan di sejumlah puskesmas.
Tim medis darurat (Emergency Medical Team) di tingkat puskesmas juga diaktifkan untuk mengantisipasi apabila terjadi peningkatan jumlah pasien secara tiba-tiba.
Di tingkat provinsi, Dinkes Riau menyiapkan tenda posko darurat yang dilengkapi fasilitas rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk menangani pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Distribusi masker juga dilakukan dengan melibatkan akademisi perguruan tinggi dan organisasi profesi kesehatan, terutama untuk masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Dinkes Riau meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul selama kondisi udara memburuk. Warga yang mengalami keluhan pernapasan maupun gejala lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan oleh polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia,” ujar Zulkifli.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker yang mampu memberikan perlindungan terhadap paparan polusi udara, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Selain upaya pencegahan, pemantauan kasus di fasilitas kesehatan juga diperkuat. Tenaga kesehatan diminta melaporkan perkembangan penyakit yang diduga berkaitan dengan paparan asap kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota.
“Kita minta tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota,” kata Zulkifli.
Peningkatan kasus ISPA tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi karhutla dan kualitas udara di sejumlah wilayah Riau. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, meningkatkan kewaspadaan selama paparan asap masih terjadi.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan
Saat ini belum ada komentar