Bahas Air Bersih hingga Sampah, Amsakar Ajak Warga Kawal Pembangunan Batam
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak warga dan tokoh masyarakat membahas air bersih, legalisasi lahan, dan sampah di Ballroom Hotel AP Premier, Jumat (16/10/2026).
Batam,
— Persoalan air bersih, legalisasi lahan Kampung Tua, dan pengangkutan sampah menjadi sejumlah isu yang dibahas Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Lubuk Baja.
Dalam silaturahmi di Ballroom Hotel AP Premier, Jumat (16/10/2026) malam, Amsakar mengajak masyarakat dan pemerintah mencari jalan keluar yang nyata. Ia meminta kritik terhadap persoalan warga disertai gagasan dan langkah penyelesaian.
“Batam tidak membutuhkan orang yang sekadar pandai mencari kekurangan atau kesalahan orang lain. Yang kita butuhkan saat ini adalah orang-orang yang mampu menawarkan alternatif dan solusi konkret untuk menyelesaikan masalah,” kata Amsakar.
Ia juga meminta camat dan lurah lebih aktif berkomunikasi dengan RT, RW, LPM, serta tokoh masyarakat. Dengan rutin turun ke lapangan, perangkat daerah diharapkan dapat memahami kondisi warga dan memastikan aspirasi mereka ditindaklanjuti.
Dalam pertemuan tersebut, Amsakar menyampaikan bahwa 1.450 sertifikat tanah Kampung Tua telah diselesaikan. Pemko Batam juga terus mengupayakan kepastian hukum lahan di Tanjung Uma, termasuk melalui penyusunan peraturan daerah khusus tentang Kampung Tua.
Untuk mengatasi persoalan air bersih di Tanjung Uma, pemerintah menargetkan program percepatan rampung pada akhir 2026. Pekerjaan yang direncanakan mencakup interkoneksi pipa dari Sungai Ladi menuju Bukit Permata dan pengembangan jaringan di dalam kawasan.
Pemko Batam juga mengoptimalkan pemulihan pasokan air di Baloi Centre setelah gangguan kelistrikan. Selain memetakan 18 titik rawan pada jaringan distribusi, pemerintah menjajaki pengembangan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yang mengolah air laut menjadi air tawar.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam merencanakan proyek percontohan penguatan armada sampah melalui kerja sama dengan pihak swasta. Program dalam APBD Perubahan 2026 itu direncanakan berjalan di Kecamatan Sagulung, Batu Aji, dan Sekupang. Armada pemerintah diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendukung pelayanan di wilayah lain, termasuk Lubuk Baja.
Perwakilan tokoh masyarakat Lubuk Baja menyampaikan apresiasi kepada Amsakar dan Wakil Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, atas upaya menangani persoalan air bersih, titik banjir, legalisasi lahan di Tanjung Uma, dan sampah. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap program pembangunan serta berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Amsakar menyampaikan salam dari Li Claudia Chandra, yang disebutnya terus mengawal penanganan teknis pemerintahan secara terintegrasi. Ia turut mengapresiasi peran RT dan RW dalam pelayanan publik karena berhubungan langsung dengan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan Kota Batam adalah hasil kerja kolektif kita bersama. Mari kita satukan hati dan rapatkan barisan untuk membuat Batam semakin hebat dan sejahtera ke depan,” tutupnya.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar