Kinerja Pelabuhan Batam Meningkat, Bongkar Muat Tembus 9,5 Juta Ton dan Penumpang Capai 7,5 Juta Orang
- account_circle Melly
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Volume bongkar muat general cargo mencapai 9,518,956 ton, naik 11 persen, di Batam, Jumat (30/10/2026).
BATAM,
– Aktivitas kepelabuhanan di Batam terus menunjukkan pertumbuhan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Volume bongkar muat barang umum mencapai 9,52 juta ton, sementara pergerakan penumpang domestik dan internasional menembus 7,5 juta orang.
Peningkatan tersebut turut diikuti pertumbuhan arus peti kemas, kunjungan kapal, dan penerimaan jasa kepelabuhanan yang dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, mengatakan kinerja hingga akhir September 2026 memperlihatkan perkembangan positif aktivitas perdagangan dan transportasi laut di kawasan tersebut.
Penerimaan jasa kepelabuhanan tercatat Rp365,56 miliar atau sekitar 75 persen dari target tahun ini sebesar Rp490,15 miliar. Angka tersebut meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan lebih tinggi terlihat pada aktivitas bongkar muat barang umum atau general cargo yang mencapai 9.518.956 ton, naik 11 persen secara tahunan.
Peningkatan terutama ditopang aktivitas kargo domestik yang tumbuh sebesar 20 persen.
“Aktivitas logistik maritim di Batam terus melaju pesat. Volume bongkar muat general cargo tembus 9.518.956 ton atau meningkat 11 persen (YoY), didorong oleh lonjakan kargo domestik sebesar 20 persen,” ujar Benny dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).
Selain barang umum, arus peti kemas mencapai 627.493 TEUs atau meningkat 8 persen dibandingkan Januari–September 2025.
Capaian itu setara sekitar 84 persen dari target tahunan sebanyak 750 ribu TEUs, menunjukkan aktivitas pengiriman barang melalui pelabuhan Batam tetap berkembang.
Kinerja menonjol juga dicatat Terminal Umum Batu Ampar. Hingga September, volume bongkar muat barang umum di terminal tersebut mencapai 1.580.343 ton, melampaui target tahunan sebesar 1,35 juta ton atau setara 117 persen.
Sementara Terminal Umum Curah Cair Kabil membukukan volume 3.255.252 ton, sekitar 93 persen dari sasaran yang ditetapkan sepanjang 2026.
Capaian kedua terminal tersebut memperlihatkan peran pelabuhan komersial Batam dalam melayani kebutuhan industri, perdagangan, dan distribusi barang.
Penumpang Internasional Lebih Banyak
Pertumbuhan juga terjadi pada sektor transportasi penumpang. Sepanjang Januari hingga September 2026, pergerakan penumpang melalui pelabuhan domestik dan internasional mencapai 7.506.730 orang.
Jumlah tersebut meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya serta telah memenuhi sekitar 86 persen dari target tahunan sebanyak 8,75 juta penumpang.
Dari keseluruhan angka itu, sekitar 3,38 juta merupakan pergerakan penumpang domestik yang tumbuh 10 persen, sedangkan penumpang internasional mencapai 4,12 juta orang atau meningkat 6 persen.
Besarnya arus perjalanan internasional menunjukkan pentingnya konektivitas laut dalam mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas perdagangan, dan pariwisata Batam.
Sementara itu, jumlah kunjungan kapal barang dan penumpang mencapai 82.677 ship call, naik 1 persen secara tahunan.
Meski pertumbuhan jumlah kunjungan relatif terbatas, total bobot kotor kapal tercatat meningkat 17,68 persen menjadi 62,38 juta gross tonnage (GT).
Khusus kapal barang, bobot kotor mencapai 47,14 juta GT atau meningkat 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Modernisasi Pelabuhan Jadi Prioritas
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menilai pertumbuhan aktivitas kepelabuhanan perlu diikuti penguatan tata kelola serta optimalisasi fasilitas yang telah dimiliki.
“Realisasi penerimaan yang stabil di 75 persen, melesatnya general cargo di Batu Ampar hingga 117 persen, serta lonjakan bobot tonase kapal barang hingga 21 persen mencerminkan bahwa ekosistem bisnis pelabuhan kita beroperasi makin efisien,” ujar Denny.
Menurutnya, pengelolaan aset pelabuhan secara profesional dan transparan menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai ekonomi kawasan sekaligus mendukung penerimaan negara.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengingatkan bahwa meningkatnya mobilitas penumpang harus diimbangi perbaikan kualitas pelayanan, khususnya kenyamanan terminal, kebersihan dermaga, keselamatan, dan digitalisasi sistem tiket.
“Tembusnya arus penumpang laut di angka 7,5 juta orang hingga September ini menegaskan posisi Batam sebagai salah satu pintu gerbang perlintasan orang tersibuk di Indonesia,” kata Li Claudia.
Ia menegaskan perlunya memperkuat koordinasi dengan instansi kepabeanan, imigrasi, karantina, dan kesehatan pelabuhan untuk memastikan pelayanan berjalan cepat, aman, serta memenuhi standar internasional.
Sementara Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pertumbuhan sektor kepelabuhanan berkaitan erat dengan perkembangan investasi dan kegiatan industri di Batam.
Menurutnya, posisi Batam di jalur perdagangan Selat Malaka memberikan peluang besar untuk memperkuat peran kawasan sebagai pusat distribusi dan transit barang internasional.
“Pelabuhan adalah urat nadi utama Batam. BP Batam akan terus memacu penyempurnaan infrastruktur dermaga, penambahan alat bongkar muat modern, hingga percepatan integrasi logistik digital,” ujar Amsakar.
Ia berharap penguatan infrastruktur dan sistem pelayanan dapat meningkatkan daya saing pelabuhan sekaligus mendukung pengembangan Batam sebagai transshipment hub internasional.
Dengan pertumbuhan arus barang, peti kemas, dan penumpang sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, BP Batam memiliki modal untuk mengejar target kinerja hingga akhir Desember.
- Penulis: Melly

Jadikan





Saat ini belum ada komentar