Secangkir Cerita Bersama Andi Azwan di Plaza Senayan
- account_circle Ady Indra Pawennari
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dari kiri: Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, Andi Azwan, Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri, Ady Indra Pawennari dan Ketua Umum Pro Jurnalismedia Siber, Mahmud Marhaba.
Jakarta,
– Nama Andi Azwan belakangan ini kian akrab di telinga dan mata publik. Sebagai Ketua Umum Militan Gibran 08 Nusantara, wajahnya kerap berseliweran di berbagai stasiun televisi nasional. Ia tampil lugas, berani, dan konsisten sebagai pembela garis keras mantan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Namun, panggung politik dan sorotan media selalu membawa konsekuensi. Di berbagai platform media sosial, riuh tudingan miring menerpanya. Salah satu yang paling santer adalah keraguan publik atas asal-usulnya; ia dituding bukan orang Bugis asli.
Menghadapi riak-riak tersebut, pria yang darah Bone, Sulawesi Selatan-nya mengalir kental dari sang ayah ini, memilih tidak bergeming. Baginya, identitas bukan sekadar komoditas untuk diperdebatkan di ruang digital, dan integritas jauh lebih berharga daripada meladeni sinisme publik.
“Bagi saya, memperjuangkan kebenaran jauh lebih penting daripada sibuk menanggapi sensasi murahan,” tegasnya filosofis.
Hari ini, Minggu (11/10/2026), di tengah riuhnya ibu kota, kami berkesempatan bertemu dan bersantai di sebuah kafe di kawasan Plaza Senayan, Jakarta.
Di balik ketegasannya saat berdebat di layar kaca, Andi Azwan adalah sosok hangat yang kaya akan gagasan. Banyak hal penting dan strategis yang kami diskusikan sore itu, mulai dari dinamika politik nasional hingga komitmennya mengawal pemerintahan.
Namun, di sela-sela obrolan berbobot tersebut, ada rona bahagia yang tidak bisa ia sembunyikan sebagai seorang ayah. Akhir bulan ini, Andi Azwan bersiap menunaikan hajat besar keluarga, mengantarkan anak pertamanya melangkah ke pelaminan.
Pertemuan sore itu menjadi bukti bahwa di balik sosoknya yang militan di jalur politik, Andi Azwan tetaplah seorang putra Bugis yang memegang teguh prinsip, serta seorang ayah yang penuh kasih bagi keluarganya.
Penulis Ady Indra Pawennari
Memulai karier jurnalistiknya sejak tahun 1996 di SKM GeNTA, Suara Riau, Sijori Mandiri hingga mendirikan bintanpos.com, media siber pertama di Kepulauan Riau tahun 2001. Kini, Ia menjabat sebagai Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK).

Jadikan





Saat ini belum ada komentar