Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Headline » Singapura Siapkan Opsi Hukum, Malaysia Dorong Tekanan ASEAN atas Kabut Asap Indonesia

Singapura Siapkan Opsi Hukum, Malaysia Dorong Tekanan ASEAN atas Kabut Asap Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jakarta, – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kini menjadi persoalan serius di kawasan Asia Tenggara. Singapura mulai mempertimbangkan langkah hukum terhadap perusahaan yang bertanggung jawab atas pencemaran lintas batas, sementara Malaysia mendorong tekanan diplomatik bersama melalui ASEAN.

Kebakaran yang melanda sejumlah kawasan Sumatera dan Kalimantan telah menyebabkan penyebaran asap hingga ke negara tetangga. Kualitas udara yang memburuk tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu kegiatan pendidikan, transportasi, dan aktivitas ekonomi.

Situasi tersebut memunculkan desakan agar pemerintah Indonesia mempercepat pemadaman sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan yang diduga terkait dengan kebakaran hutan dan lahan.

Laporan Reuters pada 15 Oktober 2026 menyebutkan kondisi kemarau ekstrem yang dipengaruhi fenomena El Niño memperburuk kebakaran, terutama di kawasan gambut yang sulit dipadamkan karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah.

Singapura Kumpulkan Bukti untuk Langkah Hukum

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, menyatakan pemerintahnya tidak menutup kemungkinan mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan yang terbukti menyebabkan atau berkontribusi terhadap pencemaran kabut asap lintas negara.

Singapura saat ini tengah mengumpulkan informasi dan mempelajari bukti yang diperlukan sebelum menentukan langkah hukum berdasarkan Transboundary Haze Pollution Act.

“Kami sedang mengumpulkan data dan akan memeriksanya secara saksama,” ujar Grace Fu kepada wartawan di Singapura, Rabu (14/10/2026), sebagaimana dilaporkan The Business Times.

Grace menegaskan pemerintah Singapura masih membuka berbagai pilihan tindakan, termasuk kemungkinan proses hukum apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban.

“Kami tetap membuka berbagai opsi dan akan mempertimbangkan data yang sedang dikumpulkan,” katanya.

Menurutnya, kondisi cuaca tahun ini turut memperumit upaya penanggulangan kebakaran di Indonesia. Singapura berharap pemerintah Indonesia dapat segera mengendalikan api agar pencemaran udara tidak semakin meluas.

Pemerintah Singapura juga meningkatkan langkah perlindungan kesehatan masyarakat, termasuk pembagian masker N95 bagi kelompok rentan dan penyediaan fasilitas perlindungan dari kabut asap.

Selain mempertimbangkan jalur hukum, Singapura telah menyatakan kesediaannya memberikan bantuan untuk mendukung operasi pemadaman di Indonesia.

Syed Saddiq Desak Sanksi Finansial

Di Malaysia, tekanan terhadap penanganan karhutla Indonesia mengemuka dalam pembahasan anggaran di Dewan Rakyat, Selasa (13/10/2026).

Anggota Parlemen Malaysia dari Muar, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, menyerukan agar negara-negara ASEAN tidak hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi juga mempertimbangkan langkah diplomatik dan finansial terhadap perusahaan yang terbukti terlibat dalam pembakaran lahan.

“Kita perlu menekan mereka pada bagian yang paling berdampak,” kata Syed Saddiq, sebagaimana dikutip Malaysiakini.

Ia mengusulkan agar lembaga keuangan di kawasan, termasuk perbankan Malaysia dan Singapura, tidak memberikan dukungan pembiayaan kepada perusahaan yang terbukti terkait praktik pembakaran lahan.

Menurutnya, persoalan kabut asap yang terus berulang menunjukkan bahwa seruan dan teguran saja belum cukup untuk menghasilkan perubahan.

Syed Saddiq juga meminta Malaysia tidak bersikap pilih kasih apabila perusahaan asal negaranya sendiri terbukti terlibat dalam aktivitas yang menyebabkan kebakaran.

“Kita tidak boleh munafik. Jika perusahaan kita terlibat, jangan takut mengambil tindakan,” tegasnya.

Ia turut mengusulkan agar negara-negara ASEAN menyampaikan sikap diplomatik bersama terhadap persoalan kabut asap lintas batas.

Meski demikian, usulan pembatasan pembiayaan tersebut masih merupakan pandangan seorang anggota parlemen dan belum menjadi kebijakan resmi Pemerintah Malaysia maupun keputusan ASEAN.

Malaysia Akan Bawa Kabut Asap ke Forum ASEAN

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, memastikan persoalan kabut asap lintas batas akan dibahas dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN menjelang Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-49 di Manila, Filipina, November mendatang.

Malaysia menilai mekanisme kerja sama regional perlu diperkuat karena kabut asap memiliki karakteristik berbeda dari bencana alam pada umumnya.

“Kita sudah memiliki mekanisme ASEAN untuk bencana alam, tetapi kabut asap tidak termasuk dalam klasifikasi tersebut,” ujar Mohamad Hasan, sebagaimana diberitakan Bernama pada Senin (12/10/2026).

Ia menegaskan persoalan itu akan menjadi salah satu agenda yang secara khusus disampaikannya kepada para menteri luar negeri negara anggota ASEAN.

Mohamad juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir, mengenai perkembangan penanggulangan kebakaran.

Dalam komunikasi tersebut, Indonesia menjelaskan adanya kendala pemadaman melalui udara akibat jarak pandang yang sangat terbatas di sejumlah lokasi kebakaran.

Prabowo Setujui Bantuan Negara Tetangga

Di tengah meningkatnya perhatian regional, Presiden Prabowo Subianto menyetujui penerimaan bantuan dari negara-negara tetangga untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan tawaran bantuan tersebut telah dibahas pemerintah dan kini memasuki tahap pembahasan teknis bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya,” ujar Arrmanatha di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/10/2026), sebagaimana dikutip detikNews.

Menurutnya, persoalan karhutla mendapat perhatian langsung Presiden karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah kebakaran, tetapi juga meluas hingga negara-negara tetangga.

Malaysia sebelumnya menawarkan dukungan berupa helikopter, pesawat, dan personel, sedangkan Singapura menyatakan kesiapan memberikan bantuan pemadaman.

Pemerintah Indonesia telah mengerahkan personel gabungan dan sarana pemadaman melalui darat maupun udara. Namun, operasi menghadapi tantangan akibat luasnya wilayah terdampak, kondisi cuaca kering, serta karakteristik kebakaran lahan gambut.

Persetujuan menerima bantuan internasional menjadi bagian dari penguatan kerja sama regional, meskipun pelaksanaan dan jenis bantuan yang akan digunakan masih memerlukan koordinasi teknis.

Di tengah persoalan kabut asap, pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, mengenai kontribusi hutan Indonesia terhadap ketersediaan oksigen di kawasan turut menuai polemik.

Syahganda sebelumnya menyampaikan bahwa Indonesia tidak hanya menghasilkan asap yang melintasi perbatasan, tetapi juga memiliki kawasan hutan yang berkontribusi terhadap lingkungan regional.

“Kita tidak hanya mengirim asap. Ketika tidak ada asap, kita mengirim oksigen,” ujar Syahganda, kepada wartawan pada 12 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut mendapat beragam tanggapan dari masyarakat Malaysia, termasuk kritik di media sosial karena disampaikan ketika negara-negara tetangga tengah menghadapi gangguan kualitas udara.

Bakom RI kemudian memberikan penjelasan bahwa pernyataan tersebut dimaksudkan untuk menekankan kontribusi ekologis hutan Indonesia serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Namun, polemik itu memperlihatkan pentingnya komunikasi publik yang terukur ketika persoalan lingkungan telah berdampak terhadap hubungan antarnegara.

Kabut asap lintas batas kembali menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani hanya melalui pendekatan domestik apabila dampaknya telah menjangkau negara lain.

Pencegahan kebakaran, pengawasan kegiatan perusahaan, pertukaran informasi titik panas, dan koordinasi pemadaman menjadi bagian penting dalam kerja sama ASEAN.

Langkah hukum yang tengah dipertimbangkan Singapura serta usulan tekanan finansial dari parlemen Malaysia juga menegaskan meningkatnya perhatian terhadap pertanggungjawaban pihak-pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran.

Sementara bagi Indonesia, pemadaman kebakaran dan penguatan pencegahan perlu berjalan bersama dengan keterbukaan informasi mengenai perkembangan penanganan di lapangan.

Penyelesaian persoalan kabut asap tidak cukup hanya menunggu datangnya hujan. Pengelolaan lahan gambut, pengawasan kawasan rawan terbakar, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran menjadi langkah penting agar bencana serupa tidak terus berulang.

Di tengah sorotan negara-negara tetangga, kerja sama regional dan perlindungan kesehatan masyarakat menjadi kepentingan bersama yang membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar pertukaran pernyataan diplomatik.

Penulis

Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kwin Fo berbicara tentang kesiapan listrik Batam untuk data center di Singapura

    Batam Bersiap Jadi Magnet Data Center, PLN Pastikan Listrik Siap Mengikuti Pertumbuhan

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, sampaikan komitmen pasokan listrik andal bagi data center pada Data Centre World Asia, Singapura, 30/09/2026.

  • Penandatanganan perubahan APBD 2026 oleh Gubernur dan DPRD Kepri

    DPRD dan Pemprov Kepri Sepakati Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Naik Rp82,19 Miliar

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Arah baru pengelolaan anggaran Kepulauan Riau untuk 2026 resmi mendapat persetujuan legislatif dan eksekutif. DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kepri menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Kesepakatan itu lahir dalam Rapat Paripurna DPRD Kepri di Ruang Sidang Utama, Balairung Raja Khalid Hitam, Senin (21/9/2026). Paripurna dipimpin Ketua […]

  • Ridarman Bay berbicara tentang rencana bedah buku ICMI di Tanjungpinang

    ICMI Kepri Bakal Bedah Buku Perspektif Cendekiawan dari Negeri Segantang Lada

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Ridarman Bay
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Harian II ICMI Orwil Kepri, Ridarman Bay, mengonfirmasi rencana bedah buku ‘Perspektif Cendekiawan dari Negeri Segantang Lada’ pada minggu kedua Oktober 2026 di Tanjungpinang.

  • Prabowo Perintahkan TNI AL Cari 8 Orang Hilang Saat Liputan Anak Krakatau

    Prabowo Perintahkan TNI AL Cari 8 Orang Hilang Saat Liputan Anak Krakatau

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta, BacaDulu id – Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan TNI Angkatan Laut (TNI AL) melakukan operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau. Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal. Laporan hilang kontak diterima pada Senin malam, dan Presiden Prabowo disebut langsung meminta […]

  • Acara GMP 2026 menampilkan UMKM dan budaya Melayu di Batam

    GMP 2026 Dorong UMKM Kepri Naik Kelas, Budaya Melayu Jadi Kekuatan Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, — Warisan budaya Melayu tidak hanya menjadi bagian dari identitas masyarakat Kepulauan Riau, tetapi juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah. Semangat tersebut mengemuka dalam Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 yang digelar di K Square, Kamis (17/9/2026). Mengusung tema “Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”, kegiatan […]

  • Gandeng 50 Pelaku Usaha, Pemko Batam Potong Rantai Pasok Sembako Lewat Operasi Pasar Murah

    Gandeng 50 Pelaku Usaha, Pemko Batam Potong Rantai Pasok Sembako Lewat Operasi Pasar Murah

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, — Pemerintah Kota (Pemko) Batam menempuh strategi kolaboratif guna mengamankan daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Pemko Batam resmi menggandeng sedikitnya 50 pelaku usaha lintas sektor untuk menggelar Operasi Pasar Murah secara maraton pada 15–17 September 2026. Langkah taktis ini diambil sebagai respons cepat setelah Badan Pusat […]

expand_less