Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Kepulauan Riau » Batam » Blackout Batam-Bintan, PLN Janji Penuhi Hak Kompensasi Pelanggan, CCTV Gardu Induk Jadi Sorotan

Blackout Batam-Bintan, PLN Janji Penuhi Hak Kompensasi Pelanggan, CCTV Gardu Induk Jadi Sorotan

  • account_circle Basok Ridwan
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BATAM, – PT PLN Batam memastikan pelanggan yang terdampak pemadaman listrik meluas pada 12 Oktober 2026 akan memperoleh hak kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku. Di sisi lain, perusahaan mengungkap sejumlah temuan dalam penelusuran gangguan, termasuk kamera CCTV yang berubah arah dan pagar pengaman listrik yang tidak aktif di Gardu Induk Sei Harapan.

Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Kantor Korporat PLN Batam, Minggu (18/10/2026), sekaligus menjelaskan hasil evaluasi awal atas gangguan yang menyebabkan pemadaman meluas di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan dan masyarakat. Sejak awal kejadian, seluruh tim PLN Batam bekerja siang dan malam dengan fokus utama memulihkan sistem kelistrikan Batam-Bintan,” ujar Kwin Fo.

Kwin Fo, Direktur Utama PLN Batam, berbicara di konferensi pers Kantor PLN

Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo menyampaikan janji kompensasi hak pelanggan terdampak pemadaman listrik di Kantor Korporat PLN Batam, Minggu (18/10/2026).

Menurutnya, pemberian kompensasi akan mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) dan biaya terkait penyaluran tenaga listrik PLN Batam.

Besaran serta mekanisme kompensasi akan ditentukan berdasarkan evaluasi indikator pelayanan yang diatur dalam ketentuan tersebut. PLN belum merinci nilai kompensasi maupun jadwal pemberiannya kepada pelanggan.

Dalam penelusuran awal, PLN Batam menemukan sejumlah kondisi yang menjadi perhatian. Salah satunya, arah kamera CCTV di Gardu Induk Sei Harapan diketahui berubah pada Minggu (11/10/2026) pukul 18.43 WIB, sehingga tidak lagi menghadap transformator yang kemudian mengalami gangguan.

Selain itu, pagar pengaman bertegangan listrik dilaporkan tidak aktif saat kejadian. PLN juga mendalami dugaan hewan liar sebagai pemicu loncatan listrik atau flashover, meskipun dugaan tersebut belum dapat dipastikan.

Kwin Fo menjelaskan, gangguan bermula dari transformator di Gardu Induk Sei Harapan. Pemutus tenaga atau circuit breaker yang seharusnya mengisolasi gangguan disebut tidak membuka sebagaimana mestinya, sehingga gangguan merambat ke jaringan transmisi 150 kilovolt.

Akibatnya, pembangkit Tanjung Uncang dengan pasokan sekitar 220 megawatt terlepas dari sistem, disusul pembangkit lainnya hingga terjadi pemadaman meluas pada pukul 06.37 WIB.

Namun, hasil pengujian lanjutan terhadap sejumlah peralatan proteksi justru menunjukkan fungsi normal. Perbedaan antara kondisi saat gangguan dan hasil pengujian tersebut masih memerlukan pendalaman.

PLN Batam menyatakan pemeriksaan turut melibatkan Polda Kepri dan Bareskrim Polri.

“Untuk hal-hal di luar aspek teknis, kami menyerahkan proses pendalaman kepada pihak berwajib agar penyebab kejadian dapat diketahui secara menyeluruh,” tegas Kwin Fo.

PLN Batam menjelaskan, pemulihan listrik dilakukan secara bertahap setelah gangguan berhasil diisolasi.

Pada Senin (12/10/2026) pukul 22.00 WIB, sekitar 60 persen pelanggan Batam telah kembali memperoleh pasokan listrik. Selasa (13/10/2026) pukul 01.00 WIB, hampir seluruh pelanggan Batam kembali menyala.

Sementara itu, pasokan listrik ke Bintan baru pulih sepenuhnya pada Rabu (14/10/2026) pukul 18.30 WIB.

Kwin Fo membantah anggapan bahwa perbedaan waktu pemulihan tersebut disebabkan prioritas pelayanan yang tidak merata.

“Pemulihan ke Bintan dilakukan murni berdasarkan pertimbangan teknis, bukan karena perbedaan prioritas pelayanan. Kami harus memastikan sistem Batam cukup stabil sebelum melakukan transfer daya agar tidak memicu gangguan meluas kembali,” jelasnya.

PLN Batam juga membantah dugaan yang mengaitkan pemadaman dengan pengoperasian proyek pusat data atau data center baru. Menurut perusahaan, proyek yang dimaksud belum beroperasi secara komersial menggunakan kapasitas listrik yang direncanakan.

Kwin Fo memastikan evaluasi sistem proteksi, pembangkit, dan jaringan akan terus dilakukan untuk mencegah gangguan serupa.

“Kejadian ini menjadi perhatian serius dan bahan evaluasi bagi kami. PLN Batam berkomitmen untuk terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat dan dunia usaha,” pungkasnya.

Meski pasokan telah dipulihkan, penyebab pasti perubahan arah CCTV, tidak aktifnya pagar pengaman, serta kegagalan pemutus tenaga saat gangguan masih menjadi persoalan yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Begitu pula hak kompensasi pelanggan, yang kini menunggu kepastian mengenai besaran, persyaratan, dan mekanisme pelaksanaannya.

Penulis

Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less