Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Kepulauan Riau » Batam » Daeng Syafar Dorong Modernisasi Satpam di Era Dirbinmas Baru Polda Kepri

Daeng Syafar Dorong Modernisasi Satpam di Era Dirbinmas Baru Polda Kepri

  • account_circle A. Ridwan
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Batam, – Ketua Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Kepulauan Riau, Daeng Syafar, berharap pergantian kepemimpinan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Kepri menjadi momentum memperkuat sinergi antara kepolisian dan industri jasa pengamanan, sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme tenaga satuan pengamanan (Satpam).

Harapan itu disampaikan Daeng Syafar saat menghadiri acara kenal pamit Dirbinmas Polda Kepri di Golden Prawn, Batam, Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut menandai pergantian jabatan dari Kombes Pol Dr. Donny Sardo Lumbantoruan kepada Kombes Pol Anton Prasetyo.

Acara turut dihadiri jajaran Ditbinmas Polda Kepri, pengurus Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Kepri, serta sejumlah pengurus APSI.

Dalam kesempatan tersebut, Daeng Syafar menyampaikan apresiasi kepada Kombes Pol Donny Sardo Lumbantoruan atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Ditbinmas Polda Kepri. Ia juga mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban Donny sebagai Dirreskrimsus Polda Banten.

Sementara kepada Kombes Pol Anton Prasetyo, Daeng Syafar menyampaikan selamat datang dan berharap kepemimpinan baru dapat semakin memperkuat pembinaan masyarakat, khususnya kemitraan dengan organisasi profesi Satpam dan pelaku usaha jasa pengamanan.

Menurutnya, Batam memiliki karakteristik sebagai kota industri dan kawasan investasi strategis yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Kondisi tersebut menuntut sistem keamanan yang profesional, adaptif, dan mampu mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif.

Daeng Syafar menyebut jumlah personel Satpam di Batam diperkirakan mencapai 12.000 orang. Dengan sistem kerja bergantian selama 24 jam, keberadaan mereka memiliki peran penting dalam menjaga keamanan kawasan industri, pusat perdagangan, perkantoran, dan berbagai fasilitas publik.

“Kami berharap Dirbinmas Polda Kepri yang baru dapat mendukung perkembangan industri pengamanan di Kepulauan Riau, khususnya mendorong BUJP dan tenaga Satpam agar lebih mengenal serta mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi keamanan di era 4.0,” ujar Daeng Syafar.

Ia menilai besarnya jumlah personel Satpam harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi, kedisiplinan, sertifikasi, serta pemahaman terhadap perkembangan teknologi keamanan modern.

Menurutnya, industri jasa pengamanan tidak lagi cukup hanya mengandalkan tenaga manusia. Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) juga perlu mengembangkan layanan berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Sebagai contoh, penggunaan drone dapat membantu pengawasan kawasan perkebunan maupun area industri yang luas. Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan jarak jauh, dokumentasi kondisi lapangan, hingga deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.

Selain itu, perkembangan robot keamanan di sejumlah fasilitas modern, termasuk Bandara Changi di Singapura, menjadi gambaran bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan petugas keamanan.

Meski demikian, Daeng Syafar menegaskan bahwa modernisasi teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Satpam tetap memerlukan keterampilan, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, APSI, ABUJAPI, dan BUJP dalam membangun sistem pengamanan yang semakin terintegrasi.

Daeng Syafar berharap kepemimpinan baru Ditbinmas Polda Kepri dapat membuka ruang pembinaan dan kerja sama yang lebih luas bagi industri pengamanan, sehingga Satpam tidak hanya berperan menjaga lingkungan kerja, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung stabilitas keamanan dan pertumbuhan investasi di Kepulauan Riau.

Penulis

A. Ridwan adalah seorang jurnalis dan pengamat UMKM yang aktif mengangkat dinamika ekonomi kerakyatan, khususnya di wilayah Kepulauan Riau. Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tingkat Muda pada tahun 2026, ia konsisten menghadirkan karya jurnalistik yang tajam, berimbang, dan berfokus pada pemberdayaan sektor usaha lokal agar mampu naik kelas di kancah nasional.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less