ICMI Kepri Bakal Bedah Buku Perspektif Cendekiawan dari Negeri Segantang Lada
- account_circle Ridarman Bay
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Ketua Harian II ICMI Orwil Kepri Ridarman Bay menyatakan rencana menggelar bedah buku 'Perspektif Cendekiawan dari Negeri Segantang Lada' di Tanjungpinang, Selasa (06/10/2026).
Tanjungpinang,
— Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) bakal menggelar bedah buku Perspektif Cendekiawan dari Negeri Segantang Lada pada minggu kedua Oktober 2026.
Buku yang diterbitkan ICMI Orwil Kepri tersebut memuat 18 tulisan opini karya para pengurus ICMI Kepri. Buku setebal sekitar 200 halaman itu menghimpun gagasan para cendekiawan dalam melihat berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Ketika dikonfirmasi, Wakil Ketua Harian II ICMI Orwil Kepri, Ridarman Bay, membenarkan rencana kegiatan tersebut. Menurutnya, bedah buku merupakan bagian dari rangkaian penerbitan buku yang digagas pengurus ICMI Kepri.
“Rencana ICMI mau bedah buku pada minggu kedua Oktober ini,” ujar Ridarman kepada wartawan, Selasa (6/10), di Tanjungpinang.
Ia menjelaskan, gagasan menerbitkan buku tersebut berawal dari keputusan pengurus ICMI Kepri untuk menghimpun pokok-pokok pikiran para cendekiawan yang berhimpun dalam organisasi tersebut.
Menurut Ridarman, selama ini pemikiran para cendekiawan disampaikan melalui berbagai ruang, seperti diskusi, seminar, media massa maupun kegiatan organisasi. Melalui buku, gagasan tersebut dapat dihimpun sekaligus didokumentasikan agar dapat dibaca masyarakat secara lebih luas.
“Pengurus ICMI Kepri memutuskan membuat buku,” katanya.
Dalam proses penyusunannya, ICMI Kepri membentuk tim editor yang terdiri atas Dr. Lamidi, MM dan Dr. Darson, M.Si. Tim editor bertugas mengawal naskah yang ditulis para pengurus sebelum dihimpun menjadi sebuah buku.
Ridarman mengatakan penerbitan buku juga bukan hal baru dalam lingkungan ICMI di daerah. Ketika Lamidi menjadi Ketua ICMI Organisasi Daerah (Orda) Kota Tanjungpinang, kata dia, telah diterbitkan tiga buku, terdiri atas dua buku kumpulan opini dan satu buku pantun.
“Waktu Pak Lamidi jadi Ketua ICMI Orda Kota Tanjungpinang, juga sudah diterbitkan tiga buku, dua kumpulan opini dan satu buku pantun,” ujarnya.
Menurut Ridarman, penerbitan Perspektif Cendekiawan dari Negeri Segantang Lada memiliki arti penting karena gagasan para cendekiawan tidak hanya disampaikan dalam forum internal organisasi, tetapi dihimpun dalam bentuk karya yang dapat menjadi bahan bacaan dan diskusi publik.
Apalagi, dinamika masyarakat terus berubah seiring perkembangan teknologi, ekonomi, pendidikan dan kehidupan sosial. Kondisi tersebut membutuhkan gagasan yang tidak hanya mampu membaca persoalan, tetapi juga menawarkan perspektif terhadap berbagai perubahan yang berlangsung.
Dalam konteks itu, buku kumpulan opini dapat menjadi rekaman pemikiran para cendekiawan dalam membaca persoalan zamannya. Terlebih Kepri memiliki karakter sebagai wilayah kepulauan, daerah perbatasan dan kawasan yang berhadapan langsung dengan perubahan regional.
Karena itu, bedah buku tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial setelah sebuah buku diterbitkan. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menguji gagasan yang dituangkan para penulis melalui dialog, tanggapan dan kritik dari peserta.
Ridarman mengatakan, kegiatan bedah buku juga merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat atas gagasan yang telah dihimpun dalam buku tersebut.
“Sebagai rasa pertanggungjawaban kepada masyarakat, maka akan diadakan bedah buku,” tutupnya.(red)
- Penulis: Ridarman Bay

Jadikan





Saat ini belum ada komentar