Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Tekno » Jutaan Akun Anak Dinonaktifkan, Komdigi Dorong Platform Lebih Aman di Tengah Perkembangan AI

Jutaan Akun Anak Dinonaktifkan, Komdigi Dorong Platform Lebih Aman di Tengah Perkembangan AI

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jakarta, — Penonaktifan jutaan akun anak belum menjadi ukuran tunggal keberhasilan pelindungan anak di ruang digital. Kementerian Komunikasi dan Digital menekankan bahwa pembatasan akses harus diikuti perubahan desain layanan, pengurangan risiko, serta edukasi bagi orang tua.

Hal itu menjadi perhatian dalam evaluasi enam bulan pelaksanaan penundaan akses anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan sejumlah platform mulai melakukan pembenahan, tetapi perkembangan kecerdasan artifisial atau AI menghadirkan tantangan berikutnya.

“Yang kita lihat bukan hanya berapa banyak akun yang dinonaktifkan. Yang lebih penting adalah apakah platformnya berubah menjadi lebih aman bagi anak,” ujar Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah, TikTok telah menonaktifkan sekitar sembilan juta akun pengguna di bawah 16 tahun. Jumlah tersebut meningkat dari pelaporan awal yang mencatat lebih dari empat juta akun.

Sementara itu, Meta melaporkan pemblokiran sekitar 85 ribu akun di Instagram dan 99 ribu akun di Facebook. Sekitar 22,5 juta akun anak juga telah dialihkan ke fitur *Teen Account*.

Meski fitur tersebut sudah diterapkan, pemerintah masih menempatkan Instagram dan Facebook dalam kategori platform berisiko tinggi. Kemkomdigi menilai pengamanan perlu diperkuat untuk menangani risiko terkait kontak, konten, kecanduan, keamanan, konsumen, kondisi fisik dan fisiologis, serta kesehatan mental.

Kemkomdigi bersama tim pakar akan memperjelas indikator penilaian tersebut agar platform memiliki acuan yang lebih konkret dalam memperbaiki layanannya. Pemerintah juga masih menunggu laporan Meta mengenai penanganan akun anak dan mitigasi risiko di Threads.

Selain pembenahan layanan, Meutya menyoroti pentingnya pemahaman orang tua. Fitur pengawasan dinilai tidak akan bekerja optimal apabila keluarga tidak mengetahui keberadaannya atau kesulitan menggunakannya.

“Platform bisa menyediakan fitur pengawasan orang tua, tetapi kalau orang tua tidak mengetahui fitur itu ada atau tidak memahami cara menggunakannya, perlindungannya tidak akan optimal,” jelasnya.

Evaluasi tersebut juga menyoroti kebutuhan pelindungan anak di tengah perkembangan AI. Teknologi ini memunculkan persoalan yang melintasi layanan dan batas negara, termasuk penyalahgunaan untuk membuat *deepfake* serta materi kekerasan seksual terhadap anak.

Indonesia telah bergabung dalam *Global Coalition for Children’s Rights and Protection in the Age of AI*. Koalisi ini melibatkan pemerintah, organisasi internasional, perusahaan teknologi, masyarakat sipil, akademisi, dan pakar pelindungan anak.

Melalui peta jalan 2026–2027, koalisi tersebut mendorong keselamatan dan privasi sejak tahap perancangan teknologi, penguatan akuntabilitas, standar pengujian, serta literasi AI.

Meutya menilai kerja sama internasional diperlukan karena penanganan risiko AI tidak bisa dibebankan kepada satu negara.

“Tidak ada satu pun negara yang bisa melakukannya sendiri,” katanya.

Menurut Meutya, keterlibatan Indonesia melanjutkan prinsip dalam PP TUNAS, yakni menempatkan keselamatan dan hak anak sebagai bagian dari tata kelola teknologi sejak awal.

Dengan sekitar 70 juta anak yang akan tumbuh di lingkungan digital, Indonesia ingin kepentingan mereka mendapat tempat dalam pembahasan aturan AI global. Inovasi perlu berjalan bersama pelindungan privasi, kesehatan mental, dan keselamatan anak.

Kemkomdigi berencana melakukan survei untuk menilai dampak kebijakan di masyarakat. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga akan diperkuat, disertai dialog bersama platform, organisasi pelindungan anak, akademisi, psikolog, tenaga kesehatan, dan pakar teknologi.

Meutya menegaskan, aturan pemerintah dan fitur keamanan platform membutuhkan dukungan keluarga, sekolah, serta masyarakat agar pelaksanaannya memberi manfaat bagi anak.

“Pemerintah bisa membuat aturan dan platform bisa membangun fitur, tetapi pelindungan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak,” tegasnya.

Penulis

Tim Redaksi BacaDulu.id berkomitmen menyajikan informasi aktual, tajam, dan tepercaya. Menyuguhkan ragam berita pilihan seputar dinamika ekonomi, perkembangan bisnis, tren wisata, hingga isu-isu strategis nasional dan global untuk memenuhi kebutuhan referensi pembaca cerdas.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akankah Cristiano Ronaldo Tampil Malam Ini di Laga Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League? 12.39 Play Button

    Akankah Cristiano Ronaldo Tampil Malam Ini di Laga Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League?

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Al-Nassr masih berambisi memperkuat posisi mereka di papan atas Saudi Pro League 2024-25 di tengah ketatnya persaingan memperebutkan gelar juara. Di bawah komando pelatih Stefano Pioli, performa lini serang tim berjuluk Knights Najd ini terbilang tajam, meski mereka sempat tertinggal dari rival berat seperti Al-Hilal dan Al-Ittihad akibat awal musim yang kurang mulus. Strategi Rotasi […]

  • Kuota Ekspor Pisang dan Nanas Indonesia ke Jepang Naik, Eksportir Diminta Cermati Aturan Baru

    Kuota Ekspor Pisang dan Nanas Indonesia ke Jepang Naik, Eksportir Diminta Cermati Aturan Baru

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Ambok Akok
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Jakarta, – Peluang ekspor komoditas hortikultura Indonesia ke Jepang semakin terbuka. Pemerintah menaikkan kuota ekspor pisang dan nanas melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 21 Tahun 2026. Dalam aturan terbaru tersebut, kuota ekspor pisang ke Jepang meningkat dari sebelumnya 1.000 ton menjadi 4.000 ton per tahun. Sementara kuota nanas bertambah dari 300 ton menjadi 800 […]

  • Konstruksi Museum dan Monumen Bahasa baru di Pulau Penyengat, Riau

    Tetap Berjalan Beriringan

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Suyono Saeran
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat telah resmi dimulai, menandai langkah penting dalam pelestarian sejarah bahasa Indonesia.

  • Nyanyang Haris Pratamura menyambut dokter internasional di hotel Batam

    Wagub Kepri Sambut Praktisi Medis Internasional, Dorong Kolaborasi Kesehatan Lintas Negara

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menyambut para praktisi medis internasional dalam jamuan makan malam di Harris Hotel Batam Center, menekankan pentingnya kerja sama kesehatan lintas negara.

  • Tim SAR Sisir Selat Sunda Lewat Laut dan Udara

    Tim SAR Sisir Selat Sunda Lewat Laut dan Udara

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pandeglang, – Operasi pencarian delapan orang yang masih dinyatakan dalam pencarian setelah speedboat yang mereka tumpangi hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus diperluas. Memasuki hari keempat, Jumat (11/9/2026), Tim SAR Gabungan mengerahkan kekuatan melalui jalur laut dan udara. Penyisiran dilakukan dengan membagi wilayah operasi ke dalam sejumlah sektor, termasuk kawasan sekitar […]

  • Maulid Nabi 1448 H, KISS Kepri Perkuat Silaturahmi dan Teladani Akhlak Rasulullah

    Maulid Nabi 1448 H, KISS Kepri Perkuat Silaturahmi dan Teladani Akhlak Rasulullah

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Kerukunan Ibu-Ibu Sulawesi Selatan (KISS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Warung Endang Gesek, Jalan Raja Haji Fisabilillah, Batu 5 Atas, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, Jumat (11/9/2026) sore. Kegiatan berlangsung dalam suasana religius dan penuh kekeluargaan dengan mengangkat tema “Memperkuat Ukhuwah Islamiyah dengan Meneladani Akhlak Rasulullah […]

expand_less