Kapolda Kepri dan PLN Perkuat Pengamanan Listrik, Keandalan Pasokan Batam–Bintan Jadi Perhatian
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Suhendri memperkuat koordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk menjaga keamanan infrastruktur kelistrikan, Batam, Rabu (14/10/2026).
Batam,
– Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol Suhendri, memperkuat koordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk menjaga keamanan infrastruktur kelistrikan sekaligus mengantisipasi gangguan pasokan listrik yang berpotensi menghambat aktivitas masyarakat dan dunia usaha di wilayah Kepulauan Riau.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Kapolda Kepri dan jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau di ruang kerja Kapolda Kepri, Batam, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan itu turut dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo, Dirintelkam Polda Kepri, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei, serta Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri.
Dalam pertemuan tersebut, Suhendri menegaskan bahwa keberadaan PLN memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas ekonomi, pelayanan publik, dan keberlangsungan investasi di Kepulauan Riau.
Menurutnya, keandalan pasokan listrik tidak hanya menyangkut kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berkaitan langsung dengan aktivitas industri dan dunia usaha yang membutuhkan kepastian pelayanan energi.
Karena itu, Polda Kepri menyatakan kesiapan untuk mendukung pengamanan infrastruktur maupun operasional PLN sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Koordinasi antarlembaga juga dinilai penting agar setiap gangguan kelistrikan dapat ditangani secara cepat sebelum berdampak lebih luas terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Sugeng Hidayat, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan di Bintan memiliki ketergantungan cukup besar terhadap pasokan dari Batam.
Ia mengungkapkan, hampir seluruh kebutuhan listrik Bintan dipenuhi melalui sistem kelistrikan Batam, dengan cadangan daya sekitar 30 megawatt (MW) dari kebutuhan kurang lebih 100 MW.
Adapun pengelolaan operasional sistem kelistrikan Batam–Bintan berada di bawah PLN Batam.
Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya menjaga keandalan jaringan kelistrikan yang menghubungkan kedua wilayah, mengingat gangguan pada sistem berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat maupun sektor industri.
Dalam kesempatan yang sama, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo menekankan pentingnya investigasi teknis secara menyeluruh apabila terjadi gangguan pasokan listrik.
Menurutnya, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab gangguan sekaligus mengidentifikasi potensi kerentanan sistem agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara tepat.
Setiap kemungkinan penyebab gangguan, lanjutnya, harus dikaji berdasarkan hasil pemeriksaan teknis sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang justru dapat mengaburkan persoalan sebenarnya.
Penguatan keandalan pasokan listrik juga dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik dan kepercayaan investor terhadap Kepulauan Riau.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei menyoroti pentingnya komunikasi yang cepat dan terkoordinasi antara PLN dan kepolisian, khususnya ketika terjadi gangguan kelistrikan.
Ia menilai jalur komunikasi khusus diperlukan agar informasi mengenai gangguan, penanganan, hingga perkembangan pemulihan pasokan dapat disampaikan secara akurat kepada masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus untuk mencegah beredarnya informasi yang belum terverifikasi, termasuk hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Melalui pertemuan ini, Polda Kepri dan PLN sepakat memperkuat koordinasi pengamanan infrastruktur kelistrikan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi gangguan, serta menjaga stabilitas keamanan yang mendukung pelayanan publik dan iklim investasi di Kepulauan Riau.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar