Catatan Emas di Gerbang Batas, Warisan Gemilang dan Jiwa Humanis Irjen Pol Asep Safrudin
- account_circle Ady Indra Pawennari
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Umum KJK Ady Indra Pawennari berfoto bersama Irjen Pol Asep Safrudin saat masih menjabat sebagai Kapolda Kepulauan Riau.
Tanjungpinang,
– Waktu terus bergulir, namun jejak ketegasan dan dedikasi yang ditinggalkan Irjen Pol Asep Safrudin di kursi Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) akan selalu abadi. Di bawah langit perbatasan yang penuh tantangan, ia tak sekadar memimpin dengan tongkat komando, melainkan dengan hati yang senantiasa terbuka.
Kini, angin amanah membawanya terbang lebih tinggi ke Mabes Polri, mengemban tugas baru yang tak kalah mulia sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Bagi masyarakat Kepri dan para kuli tinta yang setiap hari mengabadikan momentum, Asep Safrudin adalah sosok pemimpin yang karismatik namun bersahaja. Pintu ruangannya tak pernah benar-benar tertutup bagi jurnalis.
Baginya, pers bukanlah sekadar pelapor berita, melainkan sahabat karib, pilar transparansi, dan mata kedua kepolisian dalam membaca denyut nadi masyarakat.
Dalam setiap gurauan hangat di sela konferensi pers hingga diskusi mendalam saat menerima Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), ia selalu menempatkan jurnalis sebagai mitra sejajar yang ikut mengawal kedamaian tanah Kepulauan Riau.

Irjen Pol Asep Safrudin mengemban tugas baru sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri di Mabes Polri.
Dari kedekatan yang humanis itulah, lahir narasi-narasi besar penegakan hukum yang bergaung hingga ke pelosok negeri. Di bawah kepemimpinannya, Kepri menjelma menjadi benteng kokoh yang menolak tunduk pada kejahatan lintas batas.
Laut Kepri yang luas menawan menyimpan kerawanan, namun di tangan dingin Asep, ombak itu menjadi saksi ketangguhan. Sinergi dan kolaborasi antarlembaga ia rajut bagai jaring yang rapat.
Puncaknya, deburan ombak di jalur Malaka hingga Natuna menjadi saksi bisu saat aparat gabungan mengandaskan penyelundupan raksasa 2 ton sabu.
“Kami tidak pernah berhenti menjaga perbatasan agar tidak menjadi pintu masuk kehancuran,” ucapnya kala itu, sebuah komitmen suci demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa dari jerat gelap narkotika.
Bahkan ketika genderang mutasi telah bertalu dan masa jabatannya menghitung hari, langkah sang jenderal tak mengendur barang selangkah pun. Sehari sebelum telegram Kapolri turun, kado perpisahan terindah untuk hukum Kepri diumumkan.
Melalui Ditreskrimsus Polda Kepri, skandal impor ilegal tiga mesin pesawat turbo senilai Rp30 miliar dari Singapura berhasil dibongkar di Batu Ampar.
Empat tersangka ditetapkan, dan manipulasi dokumen yang telah tersimpan rapi selama tujuh bulan berhasil diurai dengan ketelitian tingkat tinggi. Sebuah bukti nyata bahwa dedikasi tidak mengenal kata santai, bahkan di ujung masa bakti.
Jejak emas Asep juga tertoreh dalam komitmennya memberantas korupsi. Revitalisasi Kolam Dermaga Utara Terminal Batu Ampar yang dinodai penyimpangan anggaran senilai Rp30,6 miliar, berhasil dibongkar. Tujuh tersangka dipaksa mempertanggungjawabkan perbuatannya demi memulihkan kerugian negara.
Bagi Asep, hukum bukanlah alat pemukul, melainkan payung pelindung ekonomi masyarakat. Melalui visi indahnya, “Secure Kepri for Secure Investment,” ia membuktikan bahwa keamanan adalah mata uang utama bagi kesejahteraan.
“Keamanan menciptakan kepercayaan. Kepercayaan mendorong investasi. Dan investasi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Asep.
Kini, estafet kepemimpinan Kapolda Kepri telah diserahkan kepada Irjen Pol Suhendri. Irjen Pol Asep Safrudin berjalan tegak menuju Mabes Polri membawa pangkat Komisaris Jenderal yang segera bersinar di pundaknya.
Bagi para wartawan Kepri, ia pergi bukan untuk menjauh, melainkan untuk menjaga Indonesia dalam skala yang lebih luas. Selamat bertugas, Jenderal Bintang Tiga. Dedikasimu di tanah perbatasan akan selalu hidup dalam goresan tinta para jurnalis dan sanubari masyarakat Kepulauan Riau.
Penulis Ady Indra Pawennari
Memulai karier jurnalistiknya sejak tahun 1996 di SKM GeNTA, Suara Riau, Sijori Mandiri hingga mendirikan bintanpos.com, media siber pertama di Kepulauan Riau tahun 2001. Kini, Ia menjabat sebagai Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK).

Jadikan




Saat ini belum ada komentar