Breaking News
light_mode
TRENDING
Beranda » Berita » Hukum & Kriminal » Selat Malaka Jadi Jalur Rawan, Polda Kepri–PDRM Perkuat “Benteng” Maritim Lawan TPPO dan Narkoba

Selat Malaka Jadi Jalur Rawan, Polda Kepri–PDRM Perkuat “Benteng” Maritim Lawan TPPO dan Narkoba

  • account_circle Ambok Akok
  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Batam, – Perairan bukan sekadar jalur pelayaran dan penghubung antarnegara. Di balik aktivitas kapal yang hilir-mudik di Selat Malaka hingga Laut Cina Selatan, terdapat ancaman kejahatan lintas negara yang terus mencari celah.

Mulai dari penyelundupan manusia, perdagangan orang hingga peredaran narkotika, jaringan kejahatan memanfaatkan luasnya wilayah perairan dan batas yurisdiksi antarnegara.

Ancaman inilah yang menjadi perhatian Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Polis Diraja Malaysia (PDRM) Kontingen Johor dan Melaka dalam Rapat Bilateral Keamanan Perbatasan yang digelar di Johor Bahru, Malaysia, 7–8 September 2026.

Pertemuan tersebut diikuti Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., bersama Dirreskrimum, Dirresnarkoba dan Dirpolairud Polda Kepri.

Dalam forum bilateral itu, Polda Kepri mengungkap berbagai modus yang digunakan jaringan kejahatan untuk memanfaatkan jalur laut.

Kapal-kapal kecil digunakan untuk menghindari pengawasan. Metode ship-to-ship dimanfaatkan untuk memindahkan barang di tengah laut. Bahkan, pengambilan narkotika dapat dilakukan berdasarkan koordinat tertentu yang telah ditentukan jaringan.

Modus tersebut semakin sulit dilacak karena didukung teknologi. Identitas palsu, komunikasi terenkripsi, dompet digital hingga aset kripto digunakan untuk menyamarkan aktivitas jaringan.

Artinya, pengamanan perbatasan laut tidak lagi cukup hanya mengandalkan patroli kapal. Informasi, intelijen, teknologi pelacakan kapal dan kecepatan komunikasi antarpenegak hukum menjadi bagian penting dalam menghadapi kejahatan maritim modern.

Ancaman tersebut tercermin dari data perkara narkotika yang disampaikan Polda Kepri.

Pada 2024 tercatat 432 perkara, kemudian meningkat menjadi 595 perkara pada 2025. Hingga Agustus 2026, sebanyak 440 perkara telah ditangani.

Sejumlah pengungkapan bahkan melibatkan barang bukti dalam jumlah besar, antara lain sekitar 1,3 ton ketamin, 2,6 ton liquid methamphetamine dan 800 kilogram ketamin.

Bagi Kepri yang berada di jalur strategis perbatasan laut, angka tersebut menjadi sinyal bahwa kawasan perairan harus mendapat perhatian serius.

Indonesia dan Malaysia kemudian menyepakati 12 langkah strategis untuk memperkuat pengamanan perbatasan.

Salah satunya adalah membangun saluran komunikasi langsung 24 jam, termasuk menetapkan liaison officer (LO) dan point of contact (PIC) di masing-masing pihak.

Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Polis Diraja Malaysia (PDRM) Kontingen Johor dan Melaka saat berdiskusi dengan petugas pengaduan di meja pelayanan.

Pertukaran informasi dan intelijen juga diperkuat. Analisis pergerakan kapal melalui Automatic Identification System (AIS) akan dioptimalkan untuk membantu mendeteksi aktivitas yang mencurigakan di laut.

Tak berhenti pada pertukaran data, kedua negara juga sepakat meningkatkan patroli laut bersama, penyelidikan keuangan dan penyitaan aset jaringan kejahatan.

Untuk mengejar pelaku yang melarikan diri melintasi batas negara, mekanisme deportasi, ekstradisi dan Mutual Legal Assistance (MLA) turut menjadi bagian kerja sama.

Pertemuan virtual akan dilakukan setiap bulan, sementara pertemuan tatap muka dijadwalkan setiap tiga bulan untuk mengevaluasi perkembangan kerja sama.

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo menegaskan bahwa kejahatan lintas negara tidak mengenal batas administratif.

“Kejahatan lintas negara membutuhkan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, komunikasi, pertukaran informasi, serta koordinasi operasional harus terus diperkuat agar penanganan TPPO, penyelundupan manusia, dan peredaran gelap narkotika dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan efektif.”

Kerja sama Indonesia–Malaysia ini menunjukkan bahwa keamanan maritim tidak bisa dibangun oleh satu negara saja. Selat Malaka dan kawasan perbatasan membutuhkan sistem pengawasan yang saling terhubung, mulai dari patroli, intelijen, teknologi hingga penegakan hukum.

Bagi Kepulauan Riau, yang wilayahnya didominasi perairan dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, penguatan kerja sama tersebut menjadi semakin penting.

Sebab, ketika jalur laut menjadi pintu masuk perdagangan dan mobilitas manusia, jalur yang sama juga berpotensi dimanfaatkan jaringan kejahatan.

Menjaga laut berarti menjaga perbatasan, melindungi masyarakat sekaligus memastikan jalur maritim tetap aman dari kejahatan lintas negara.

Penulis

Lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Utama sejak 2018 dan Juara III Lomba Menulis Kemaritiman yang ditaja UPN Veteran Yogyakarta dan Dubes Konsulat Amerika Serikat di Medan pada tahun 2021.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyelam Basarnas mengangkat korban dari dalam kapal KM Virgo

    Penyelam Basarnas Temukan Satu Korban KM Virgo Transport 8 di Dalam Kapal

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Basok Ridwan
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Banjarmasin, – Tim SAR Gabungan kembali menemukan korban KM Virgo Transport 8. Satu korban ditemukan penyelam Basarnas Special Group (BSG) saat melakukan penyisiran di bagian dalam kapal, Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 14.14 WITA. Korban ditemukan saat enam personel BSG melakukan operasi penyelaman di badan KM Virgo Transport 8 yang berada di perairan Laut Jawa. Setelah […]

  • Mahmud Marhaba memimpin konferensi pers persiapan Rakernas PJS Batam

    Bakal Dihadiri 25 Provinsi, Batam Terpilih Jadi Tuan Rumah Rakernas PJS

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Ady Indra Pawennari
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, – Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), resmi ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS). Agenda nasional organisasi pers tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 4–5 November 2026 mendatang. Pertemuan berskala nasional ini dipastikan bakal dihadiri oleh utusan dari 25 provinsi, yang terdiri atas perwakilan Dewan […]

  • Grafik jumlah permohonan perizinan OSS BP Batam September 2025-2026

    1.182 Perizinan Masuk OSS Batam, BP Batam Perkuat Layanan Investasi

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Batam, – Aktivitas investasi dan usaha di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam terus diiringi dengan peningkatan layanan perizinan. Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat 1.182 permohonan perizinan masuk melalui sistem Online Single Submission (OSS) sepanjang 1 September 2025 hingga 20 September 2026. Permohonan tersebut tersebar pada 16 bidang layanan perizinan. Dari jumlah itu, […]

  • Kepala BP Batam Amsakar Achmad memeriksa kondisi Waduk Nongsa di Batam

    TMA Waduk Nongsa Tinggal 5,5 Meter, BP Batam Kejar Tambahan Air dari Kebun Raya

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Melly
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meninjau Waduk Nongsa di Batam pada 5 Oktober 2026 dan menyiapkan langkah teknis untuk menambah debit air serta memperbaiki pasokan bagi masyarakat.

  • Visualisasi 3D rencana pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat.

    Museum dan Monumen Bahasa Mulai Dibangun di Pulau Penyengat

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Tanjungpinang, – Pulau Penyengat kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu simpul penting sejarah bahasa dan kebudayaan Indonesia. Museum dan Monumen Bahasa Nasional segera dibangun di pulau bersejarah tersebut. Peletakan batu pertama pembangunan dijadwalkan dilakukan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kamis (24/9/2026), setelah upacara peringatan hari lahir Provinsi Kepulauan Riau. Sehari sebelumnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad […]

  • Hari Ketiga, Pencarian Speed Boat Hilang di Selat Sunda Diperluas hingga 2.483 NM²

    Hari Ketiga, Pencarian Speed Boat Hilang di Selat Sunda Diperluas hingga 2.483 NM²

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Amril Agin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pandeglang, – Operasi pencarian terhadap delapan orang yang belum diketahui keberadaannya setelah speed boat yang mereka tumpangi hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, terus berlanjut. Memasuki hari ketiga atau H.3, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten bersama Tim SAR Gabungan memperluas wilayah penyisiran. Area operasi kini dibagi menjadi enam sektor dengan cakupan keseluruhan […]

expand_less