TMA Waduk Nongsa Tinggal 5,5 Meter, BP Batam Kejar Tambahan Air dari Kebun Raya
- account_circle Melly
- calendar_month 23 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala BP Batam Amsakar Achmad meninjau Waduk Nongsa, Batam, Senin (05/10/2026).
Batam, BacaDulu id — Cadangan air baku di Waduk Nongsa, Batam, terus menjadi perhatian setelah tinggi muka air (TMA) turun hingga sekitar 5,5 meter di atas permukaan laut.
Angka tersebut berada sekitar 4,5 meter di bawah kondisi normal yang rata-rata mencapai 10 meter. Dalam kondisi puncak, TMA Waduk Nongsa bahkan dapat mencapai sekitar 12,7 meter.
Kondisi itu mendorong Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menyiapkan langkah teknis untuk menambah debit air sekaligus menjaga suplai kepada masyarakat di kawasan Nongsa.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad turun langsung meninjau Waduk Nongsa pada Senin (5/10/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan sejumlah pekerjaan teknis dipercepat untuk merespons gangguan pelayanan air yang dirasakan warga.
“Hari ini saya turun langsung agar persoalan air bagi masyarakat Nongsa bisa diatasi dengan cepat. Beberapa langkah teknis juga sudah dilakukan agar persoalan ini tidak berlarut-larut sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,” tegas Amsakar.
Salah satu langkah yang disiapkan BP Batam adalah memanfaatkan air dari embung di kawasan Kebun Raya Nongsa.
Air dari embung tersebut akan dialirkan menuju Waduk Nongsa melalui sistem pipa interkoneksi. Tambahan debit itu diharapkan dapat membantu menaikkan kembali permukaan air waduk secara bertahap.
Amsakar mengatakan target awalnya adalah mendorong kenaikan TMA sekitar satu hingga dua meter.
“Kami berupaya mendorong debit air di waduk ini agar posisi 5,5 meter ini secara bertahap bisa meningkat. Paling tidak, dengan interkoneksi pipa ini, bisa naik satu atau dua meter,” ujarnya.
Selain jalur dari embung, BP Batam juga mengerjakan penyambungan pipa berdiameter 250 milimeter dan 300 milimeter.
Sistem tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas booster sehingga tekanan air yang didorong menuju kawasan pelayanan masyarakat dapat lebih optimal.
“Kita ingin agar pekerjaan teknis ini bisa cepat selesai sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat,” kata Amsakar.
Menurut Amsakar, persoalan distribusi air yang terjadi di kawasan Nongsa tidak dapat dilepaskan dari kondisi sumber air baku.
Rendahnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir membuat debit air yang masuk ke waduk berkurang. Ketika cadangan air baku turun, kemampuan sistem untuk menopang kebutuhan distribusi masyarakat ikut terdampak.
Karena itu, BP Batam tidak hanya mengandalkan perbaikan jaringan distribusi, tetapi juga berupaya menambah sumber air yang dapat masuk ke sistem Waduk Nongsa.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya teknis jangka pendek untuk mengurangi tekanan terhadap pelayanan air masyarakat.
Selain pekerjaan teknis, Amsakar mengajak masyarakat melakukan ikhtiar spiritual melalui salat istisqa, terutama karena persoalan sumber air juga sangat bergantung pada turunnya hujan.
Menurutnya, upaya penanganan harus dilakukan dari berbagai sisi, baik melalui pekerjaan teknis maupun doa.
“Ikhtiar teknis kita lakukan, mari ikhtiar spiritual juga kita lakukan agar persoalan bisa teratasi,” tutup Amsakar.
BP Batam berharap tambahan debit dari embung serta penguatan jaringan interkoneksi dapat membantu memperbaiki kondisi Waduk Nongsa dan secara bertahap mendukung pemulihan pelayanan air bagi masyarakat.
- Penulis: Melly

Jadikan 





Saat ini belum ada komentar