Asap Selimuti Jalan Menuju Tanjung Uban, BMKG Prediksi Hujan Lokal 9–11 Oktober
- account_circle Basok Ridwan
- calendar_month 18 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kabut asap menyelimuti jalan menuju Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (07/10/2026). (Basok/BacaDulu.id)
Bintan,
— Kabut asap menyelimuti ruas jalan menuju Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kondisi tersebut terlihat dalam rekaman video yang memperlihatkan pandangan ke depan jalan tampak samar akibat lapisan asap yang menyelimuti kawasan tersebut.
Fenomena ini sejalan dengan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang sebelumnya mendeteksi kabut asap kiriman dari wilayah Sumatera dan Kalimantan mulai memengaruhi Pulau Bintan, termasuk Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Rizqi Nur Fitriani, menjelaskan hasil pemantauan citra satelit Himawari pada 7 Oktober 2026 menunjukkan indikasi masuknya asap dari wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pergerakan angin yang dominan dari arah tenggara hingga selatan turut memengaruhi terbawanya massa udara dan partikel asap menuju Pulau Bintan.
“Kondisi penurunan jarak pandang ini berkaitan dengan keberadaan kabut asap dari luar daerah,” kata Rizqi, kepada wartawan.
Berdasarkan pengamatan di Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang pada 7 Oktober, jarak pandang mendatar berada pada kisaran 1–3 kilometer. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena jarak pandang di bawah lima kilometer dapat memengaruhi keselamatan dan operasional penerbangan.
Untuk perkembangan cuaca hari ini, Jumat (9/10/2026), BMKG memprakirakan cuaca di Pulau Bintan masih didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Namun, peluang hujan diperkirakan meningkat pada 9–11 Oktober, terutama berupa hujan lokal yang tidak merata pada siang hingga sore hari.
Potensi hujan tersebut dipengaruhi aktivitas gelombang ekuator di sekitar Pulau Bintan. Hujan lokal berpeluang membantu mengurangi konsentrasi partikel asap di udara, meskipun dampaknya bergantung pada intensitas dan wilayah yang terdampak.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan.
Pengendara yang melintasi jalur menuju Tanjung Uban juga perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan ketika jarak pandang terbatas.
Jika asap semakin tebal hingga membahayakan perjalanan, pengendara sebaiknya berhenti di lokasi aman.
Masyarakat juga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan orang dengan gangguan pernapasan.
Penulis Basok Ridwan
Ia merupakan seorang jurnalis muda multitalenta yang saat ini aktif bergerak di bawah bendera BacaDulu.id. Dengan wilayah liputan strategis di Kepulauan Riau, ia berdedikasi menyajikan analisis tajam terkait kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, hingga dinamika politik lokal. Profesionalisme dan integritasnya di ruang redaksi semakin kukuh setelah resmi mengantongi sertifikat kompetensi Wartawan Muda sejak 4 September 2026.

Jadikan





Saat ini belum ada komentar